4 Fakta Menarik Leo di Februari, Serial Romantis Ranty Maria dan Rayn Wijaya yang Visualnya ala Drakor

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Setelah mencuri perhatian sejak pengumuman perdananya, serial Leo di Februari terus jadi perbincangan di kalangan pecinta drama lokal. Dalam rilis yang diterima LayarHijau dari WeTV pada Minggu (8/6), beberapa fakta menarik seputar proses produksi dan karakter para pemain akhirnya terungkap, terutama soal totalitas Ranty Maria dan Rayn Wijaya dalam mendalami peran mereka.

Berikut empat fakta terbaru tentang Leo di Februari, serial bergenre office romance yang tayang eksklusif di WeTV:

1.Bertabur Bintang Muda dan Senior

Disutradarai oleh Asep Kusdinar, Leo di Februari menghadirkan kombinasi pemain muda berbakat dan aktor kawakan. Selain Ranty Maria dan Rayn Wijaya sebagai pemeran utama, serial ini juga dibintangi oleh Cinta Brian, Vonny Felicia, Irsyadillah, Fadlan Holao, Jinan Safa, Victor Agustino, serta aktor senior Marcelino Lefrandt, Jonathan Alden, dan Lorenzo Gibbs. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara WeTV Indonesia, Unlimited Production, dan Maxima Pictures.

- Advertisement -

2. Angkat Isu Sandwich Generation dan Ambisi Mencari Pasangan Kaya

Serial ini menyoroti realita “sandwich generation”—generasi muda yang terjepit antara tanggung jawab terhadap orang tua dan kebutuhan hidup mereka sendiri. Feby (Ranty Maria) diceritakan berasal dari keluarga bangkrut yang dibebani utang. Demi membantu keluarganya, ia berambisi menikah dengan pria kaya. Usahanya dimulai ketika ia bekerja di Sang Daksa, perusahaan elit tempat pria-pria mapan berkarier. Di sana, ia bertemu Leo (Rayn Wijaya), atasan barunya yang dingin dan fokus pada karier.

3. Chemistry Ranty & Rayn yang Tidak Mudah Dibangun

Meskipun dikenal romantis di kehidupan nyata, Ranty dan Rayn mengaku menghadapi tantangan saat harus memerankan hubungan yang dimulai dari rasa saling tidak suka. Leo adalah karakter kaku dan tegas, sementara Feby ceria, centil, dan mencolok. Ranty mengungkapkan bahwa adegan awal justru paling sulit karena mereka harus berpura-pura asing satu sama lain, bertolak belakang dari keseharian mereka.

“Yang paling susah justru adegan awal waktu kami harus pura-pura nggak saling kenal. Jadi harus akting kesal dulu. Itu lebih menantang daripada adegan jatuh cinta,” kata Ranty dalam wawancara bersama WeTV.

- Advertisement -

4. Transformasi Fisik Demi Karakter

Keduanya menunjukkan totalitas tinggi dalam memerankan karakter. Ranty Maria tampil berbeda dengan rambut pirang dan gaya berpakaian mencolok—berlawanan dengan citra dirinya yang biasanya simpel dan elegan. Sementara itu, Rayn Wijaya menjalani program diet ketat selama dua bulan dan berhasil menurunkan 13 kg demi tampil maksimal sebagai Leo, pria karismatik dengan vibe ala aktor Korea.

“Aku tertantang, jadi kenapa nggak? Mulai dari pola makan tinggi protein dan serat, olahraga rutin, sampai jaga pola tidur,” jelas Rayn soal transformasinya.

Leo di Februari tayang setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB di WeTV. Pengguna VIP sudah bisa menyaksikan hingga episode ketiga. Dengan visual estetik dan cerita yang dekat dengan realita anak muda, serial ini disebut-sebut punya “vibe drakor” yang kuat dan segar.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments