Awalnya Dicibir, Drama China Feud Malah Jadi Populer

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com--Drama xianxia terbaru berjudul Feud sempat menuai banyak kritik saat pertama kali tayang. Namun, siapa sangka, drama yang dibintangi Bai Lu dan Joseph Zeng Shunxi ini justru mencatat lonjakan popularitas yang cukup mengejutkan dalam beberapa hari saja.

Dibuka dengan Kritik Tajam

Di hari pertama penayangannya, Feud langsung ramai dibicarakan di media sosial—sayangnya bukan karena pujian. Tagar #难看 (yang berarti “jelek” atau “tidak enak dilihat”) sempat menjadi trending.

Beberapa hal yang paling banyak dikeluhkan penonton antara lain:

- Advertisement -
  • Efek visual (CGI) yang dianggap murahan. Banyak yang menyebutnya sebagai “efek lima mao,” istilah sindiran untuk CGI berkualitas rendah. Penggunaan green screen yang kentara dan animasi yang kaku membuat penonton merasa tidak nyaman.
  • Tata rias dan kostum juga jadi sasaran kritik. Penampilan dua tokoh utama bahkan disebut-sebut seperti “Guanyin memeluk Nezha,” karena dianggap tidak mencerminkan keindahan khas dunia xianxia.
  • Alur cerita yang terlalu cepat. Dalam satu episode saja, karakter utama Hua Ruyue sudah mengalami banyak peristiwa besar, mulai dari terluka, mencari obat, hingga menerima lamaran. Penonton menilai jalan cerita terasa terburu-buru dan kurang masuk akal. Karakter pendukung pun dianggap tidak punya peran yang kuat dan hanya dijadikan alat untuk mendukung plot utama.

Meski begitu, sebagian penonton justru menyukai gaya cerita yang cepat ala “drama pendek” seperti ini, tulis Sohu.

Malah Jadi Populer

Meskipun awalnya banyak dihujat, data menunjukkan bahwa Feud justru semakin populer dari hari ke hari.

Menurut data dari platform Yunhe, drama ini mencatat pangsa pasar pemutaran efektif sebesar 12% di hari pertama, dan naik menjadi 16,1% keesokan harinya. Di sisi lain, angka “heat” atau tingkat panas di platform streaming juga meningkat tajam — dari 7685 di hari pertama, menjadi lebih dari 9500 di hari berikutnya.

- Advertisement -

Angka-angka ini menunjukkan bahwa banyak penonton tetap penasaran dan memilih menonton meskipun sempat ragu dengan kualitasnya.

Strategi Promosi Jitu

Salah satu kunci sukses Feud adalah strategi promosi digital yang unik, yaitu “pemutaran privat di awan” (cloud private screening). Lewat acara ini, penonton bisa ikut nonton bareng secara virtual, seolah-olah menyewa satu bioskop secara pribadi — tapi dilakukan secara online.

Strategi ini terbukti efektif: lebih dari 50.000 penonton mengikuti acara tersebut, dan hal ini langsung meningkatkan tingkat popularitas drama secara signifikan dalam waktu singkat.

Kenapa Bisa Tetap Laris?

Fenomena “laris tapi tidak dipuji” (叫座不叫好) yang dialami Feud bukan hal baru di dunia hiburan Tiongkok. Beberapa faktor yang membuat drama ini tetap diminati antara lain:

  • Genre kostum kuno memang selalu punya penggemar setia.
  • Nama besar para pemeran utama, terutama Bai Lu dan Joseph Zeng Shunxi, membuat banyak orang tetap penasaran menonton meski ulasannya kurang bagus.
  • Strategi promosi yang kreatif dan menyasar penonton umum (bukan hanya penggemar) membantu menarik banyak perhatian di awal.

Akankah Bertahan?

Popularitas awal memang mengesankan, tapi apakah Feud bisa mempertahankan minat penonton dalam jangka panjang? Produser Yu Zheng bahkan menyebut targetnya adalah mencapai rata-rata nilai heat 60 juta per episode.

Kini tinggal menunggu apakah alur cerita dan kualitas produksi akan ikut membaik di episode-episode selanjutnya.

- Advertisement -

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments