Posted in

Praktisi Hiburan di China Bahas Kontroversi Ciuman Drama Be Passionately in Love

Bagikan

LayarHijau.com — Baru-baru ini, adegan ciuman yang dilakukan Liu Haocun dan Wang Anyu dalam drama Be Passionately in Love jadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan praktisi industri hiburan Tiongkok. Drama yang diadaptasi dari novel populer Jinjiang karya Erdong Tuzi ini memicu kontroversi karena adegan ciuman yang dianggap kurang “nyata” dan menggunakan teknik borrowed position—alias pengambilan gambar dari sudut tertentu sehingga aktor tidak benar-benar berciuman.

Ketika Adegan Ciuman Jadi Titik Krisis

Novel Be Passionately in Love yang memiliki puluhan juta pembaca menggambarkan karakter utama perempuan, Xu Zhi, sebagai sosok yang tegas dan ekspresif, termasuk dalam adegan ciuman. Oleh sebab itu, saat versi dramanya menampilkan adegan ciuman dengan cara menyiasati kamera, banyak penggemar merasa dikecewakan.

“Dalam novel, ciuman adalah bagian penting dari perkembangan cerita dan karakter. Kalau dihilangkan atau dibuat seadanya, karakternya jadi kehilangan nyawa,” tulis salah satu penggemar di Weibo.

Hong Hong, seorang penonton drama, menambahkan, “Saya awalnya sangat menantikan interaksi antara kedua pemeran utama, karena dialog dan chemistry mereka cukup menggoda. Tapi ketika sampai adegan ciuman, yang ditampilkan hanya potongan-potongan kabur, tanpa ekspresi atau emosi yang jelas. Rasanya seperti disuruh menebak-nebak, bukan ikut merasakan.”

Promosi Drama dan Ekspektasi yang Tinggi

Sebelum tayang, tim promosi Be Passionately in Love cukup gencar menonjolkan adegan ciuman lewat klip viral di Douyin. Dalam video tersebut, tokoh perempuan mengatakan bahwa “berciuman tanpa pacaran itu seru banget,” yang menarik perhatian jutaan pengguna.

Sayangnya, realita di layar tidak sesuai dengan janji promo, sehingga banyak penonton merasa dikecewakan dan membuat kontroversi semakin membesar.

Apakah Semua Drama Perlu Adegan Ciuman?

Jawabannya tidak selalu. Banyak drama idola sukses tanpa adegan ciuman, seperti Love Game in Eastern Fantasy dan The Demon Hunter’s Romance. Namun ketika ciuman merupakan bagian penting dari cerita, menghilangkannya bisa merusak alur dan hubungan antar karakter.

Produser Feng Lin mengatakan, “Ciuman bukan keharusan. Ekspresi cinta bisa ditampilkan dengan berbagai cara yang lebih emosional. Kalau terlalu sering atau dipaksakan, justru terlihat murahan.”

Menurut Feng Lin, kualitas adegan jauh lebih penting. “Ada aktor yang mahir mencium dengan alami, ada juga yang malah membuat penonton risih. Bahkan dengan teknik borrowed position, aktor berpengalaman bisa tetap membangun ketegangan, tapi kalau tidak, penonton pasti tahu.”

Pandangan Praktisi Industri

Juanjuan, staf marketing drama, menegaskan bahwa adegan ciuman dan karakter wanita yang proaktif memang merupakan ciri khas novel asli dalam drama Be Passionately in Love. “Kalau aktor tahu tentang IP asli, mereka juga tahu ekspektasi fans. Kalau konflik dengan prinsip aktor, mereka bisa memilih tidak mengambil peran.”

Feng Lin juga menjelaskan bahwa teknik borrowed position adalah teknik biasa dalam syuting ciuman. “Banyak adegan menggunakan posisi pinjaman. Aktor berpengalaman bisa tetap menciptakan ketegangan, tapi aktor yang kurang pengalaman akan ketahuan kurang natural,” terangnya kepada Sohu.

Pasar yang Menentukan

Pasar yang akhirnya membuat pilihan.

Juanjuan menegaskan, “Seorang aktor bisa saja menolak adegan ciuman seumur hidupnya, itu tidak salah. Asalkan mereka menginformasikan lebih dulu, kru yang profesional akan mencari solusi terbaik, dan pasar akan memilih secara real time.”

Menurut pemberitaan Sohu, kontroversi ini menjadi pelajaran bagi industri bahwa isu ciuman bukan hanya soal adegan itu sendiri, tapi bagaimana tim kreatif mempersiapkan dan menghormati karya serta ekspektasi penonton.

Peran Sutradara dan Teknik Pengambilan Gambar

Banyak kritik ditujukan pada penyutradaraan Be Passionately in Love yang sering memotong adegan ciuman atau menampilkan ruang kosong sehingga terasa kaku. Bandingkan dengan adegan ciuman di drama Derailment yang fokus pada ekspresi mata, atau simbolisme ciuman burung di The Long Ballad yang terasa lebih halus dan artistik.

Apakah Aktor Boleh Menolak Adegan Ciuman?

Feng Lin menyebut ini proses negosiasi. “Kalau adegan penting dan aktor menolak, kami bisa ganti pemeran. Kalau bisa kompromi, biasanya kami ubah skrip.”

Namun, permintaan aktor juga sering rumit, tidak hanya soal ciuman, tapi juga terkait kenyamanan selama produksi.

Meski demikian, di tengah ketatnya persaingan dan berkurangnya proyek, tuntutan seperti itu mulai berkurang. “Kalau aktor memang konsisten menolak, ya tidak apa-apa asalkan jelas dari awal,” kata Feng Lin.

Kesimpulan: Kejujuran dan Kepercayaan Penonton Lebih Penting daripada Sekadar Adegan Ciuman

Kasus Be Passionately in Love bukan hanya tentang adegan ciuman yang tidak terealisasi, tapi juga soal ekspektasi penonton yang tak terpenuhi dan cara penyampaian cerita yang terasa setengah hati.

Di industri hiburan yang semakin kompetitif, hal terpenting adalah menjaga kepercayaan penonton lewat penyampaian cerita yang jujur dan penuh rasa, bukan hanya sekadar fokus pada adegan ciuman.

Catatan: Nama-nama narasumber dalam artikel ini disamarkan demi menjaga privasi dan profesionalisme.

Be Passionately in Love

Romansa Drama Modern

Tanggal Rilis
28 Mei 2025

Sutradara
Liu Kuang Hui, Cheng Xiao Ze

Penulis Naskah
Fang Qiang Qiang, Liu Yang

Pemeran

Liu Haocun
Wang Anyu
Ken Wu
Zhang Xin Yi

Platform
Tencent Video, WeTV, Viki

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted