Mirip di Drama Reborn, Pemeran Kakak Zhang Jingyi Alami Kekerasan Seksual di Dunia Nyata

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama Tiongkok terbaru Reborn (焕羽) menghadirkan kisah penuh luka dan ketegangan emosional seputar trauma keluarga dan pencarian keadilan. Cerita berfokus pada Qiao Qingyu (diperankan oleh Zhang Jingyi), siswi SMA yang pindah ke Huanzhou bersama keluarganya setelah kematian tragis sang kakak.

📌 Peringatan: paragraf berikut mengandung spoiler penting dari alur cerita drama.

Kakak perempuan Qingyu, Qiao Baiyu (diperankan oleh Wu You), digambarkan sebagai korban kekerasan seksual oleh kerabat jauh. Ia tidak hanya menderita secara fisik dan mental, tetapi juga menghadapi tekanan sosial dan rasa malu yang membuatnya semakin terpuruk. Dalam drama, Baiyu akhirnya meninggal dunia dan kisahnya terungkap secara perlahan seiring penyelidikan sang adik. Meski tidak tampil dominan di layar, karakter Baiyu menjadi jantung emosional dari cerita.

- Advertisement -

Yang mengejutkan, kisah menyayat hati dalam drama tersebut ternyata memiliki kemiripan dengan kenyataan pahit yang dialami pemeran Qiao Baiyu di dunia nyata.

Menurut laporan dari media ternama seperti Tencent News dan Sohu, Wu You pernah menjadi korban kekerasan seksual saat proses syuting di Maoshan, Jiangsu pada tahun 2021. Pelakunya adalah sutradara senior dan berpengaruh bernama Ma Jin, yang dikenal lewat karya seperti The Deer and the Cauldron dan Chun Feng Shi Li Bu Ru Ni.

Modus yang digunakan Ma Jin dalam kasus ini menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan yang sering hanya dianggap fiksi—di mana pelaku menggunakan posisinya sebagai sutradara untuk menciptakan situasi tertutup dan tak seimbang secara kuasa. Tapi kejadian ini benar-benar terjadi di dunia nyata. Kasus ini baru terungkap ke publik pada awal 2025 dan langsung menghebohkan masyarakat. Pasalnya, Wu You selama ini tetap beraktivitas seperti biasa di industri hiburan, seolah tidak terjadi apa-apa. Media arus utama juga tidak banyak mengangkatnya hingga belakangan ini.

- Advertisement -

Dalam laporan pengadilan, Ma Jin mengakui perbuatannya dan dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun, serta diwajibkan membayar kompensasi kepada Wu You. Fakta bahwa aktris yang memerankan korban di layar ternyata juga menjadi korban di kehidupan nyata membuat penonton terkejut dan menyadari bahwa tragedi seperti ini bukan hanya bagian dari drama.

Yang membedakan Wu You dari karakter yang ia perankan adalah keberaniannya untuk bertindak. Jika Qiao Baiyu dalam drama memilih bungkam dan akhirnya kehilangan nyawa, maka Wu You menghadapi kenyataan pahit itu secara langsung—dan tetap memilih untuk menempuh jalur hukum meski yang ia lawan adalah figur publik ternama dengan reputasi besar. Langkahnya menjadi simbol keteguhan dan harapan bagi banyak perempuan lain di industri yang sama.

Kasus ini diyakini banyak orang sebagai pucuk gunung es dari masalah yang jauh lebih besar di industri hiburan Tiongkok. Dalam banyak kasus, pelaku memiliki kuasa tinggi dan korban sering kali dipaksa diam karena takut kehilangan pekerjaan, reputasi, atau bahkan menghadapi tuntutan balik.

Laporan dari Beijing Gender Center dan The Asia Foundation menunjukkan bahwa banyak korban kekerasan seksual di tempat kerja tidak melapor. Sekitar 80% pelaku berasal dari posisi yang lebih tinggi secara hierarki, dan hanya sebagian kecil korban yang berani membawa kasus mereka ke jalur hukum. Meski Civil Code Tiongkok telah mencantumkan pencegahan pelecehan seksual sejak 2020, pelaksanaannya masih lemah dan sering kali tak efektif.

Kisah Wu You dan perannya sebagai Qiao Baiyu menjadi pengingat kuat bahwa kekerasan terhadap perempuan bukanlah sekadar alur cerita fiksi. Drama ini membuka ruang empati dan kesadaran akan perlunya dukungan, perlindungan, dan keberanian untuk bersuara—baik di layar maupun di balik layar.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments