LayarHijau.com – Lonjakan jumlah penonton drama pendek di Tiongkok kian menegaskan posisi genre ini sebagai kekuatan baru di industri hiburan. Menurut laporan DataEye bertajuk 2025H1微短剧行业数据报告, hingga Juni 2025, jumlah pengguna drama pendek telah mencapai 696 juta, setara dengan hampir 70 persen dari total pengguna internet di China.
Dibanding akhir tahun lalu, terjadi penambahan sekitar 34 juta pengguna baru dalam waktu enam bulan saja—menandakan pertumbuhan sebesar 5,1 persen, dengan tren yang masih terus meningkat.
Lebih dari sekadar statistik, angka ini menunjukkan bagaimana drama pendek telah bertransformasi menjadi bagian utama dari konsumsi harian masyarakat Tiongkok, terutama generasi muda. Sebagai hiburan cepat, praktis, dan mudah diakses melalui ponsel, drama pendek telah merebut perhatian audiens dari berbagai kalangan.
Pasar Gratis Melesat, Dominasi Model Lama Mulai Tergerus
Perkembangan pesat ini turut mendorong nilai pasar secara signifikan. Menurut proyeksi 2024年中国微短剧产业研究报告, nilai industri drama pendek diprediksi mencapai 634,3 miliar yuan tahun ini—naik dari 505 miliar yuan pada 2024. Bahkan pada 2027, angka ini diperkirakan akan menembus 856,5 miliar yuan, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata mencapai 19,2 persen.
Model yang paling mencolok adalah sistem IAA (iklan dalam aplikasi) yang mengandalkan distribusi gratis. DataEye memperkirakan pasar drama pendek gratis tahun ini telah menembus 350 miliar yuan, naik 40 persen dari tahun sebelumnya, dan kini menyumbang sekitar 55 persen dari keseluruhan pasar drama pendek.
Sebaliknya, model lama berbasis langganan (IAP) mulai menunjukkan penurunan. Data Weture mencatat bahwa indeks popularitas pasar berbayar turun hingga 15,94 persen dibanding semester sebelumnya. Nilai heat index menurun dari 19,27 miliar di Januari menjadi 15,97 miliar di Juni 2025. Platform mini program juga hanya mencatatkan angka 50 juta penonton aktif semester ini, jauh dari ekspektasi.
Sementara itu, drama pendek dengan format gratis dan berbasis platform asli (seperti di Douyin dan Kuaishou) menunjukkan peningkatan tajam. Jumlah tayangan drama pendek orisinal naik dari 323 miliar di Januari menjadi 595,8 miliar pada Juni. Jumlah akun pembuat konten meningkat dari 1.024 akun (Januari) menjadi 3.839 akun (Juni), dengan total judul naik dari 10.671 menjadi 27.414 dalam periode yang sama.
Siapa Penontonnya? Muda, Maskulin, dan Siap Bayar
Kekuatan genre ini didorong oleh perubahan profil penontonnya. Untuk pertama kalinya, pengguna pria mencatat proporsi di atas 52 persen, meski secara loyalitas dan engagement, penonton wanita masih menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi.
Yang paling mencolok adalah pergeseran usia: lebih dari 50 persen pengguna kini berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun, meningkat 15 poin dari tahun lalu. Generasi muda inilah yang mendominasi lanskap baru tontonan hiburan digital Tiongkok.
Dengan basis pengguna yang lebih muda dan konsumsi yang berbasis mobile, drama pendek kini tidak hanya menawarkan romansa atau humor receh, tetapi mulai merambah genre seperti thriller, fantasi, sejarah, hingga drama politik.
Apa Artinya untuk Industri Hiburan Tiongkok dan Penonton Internasional?
Lonjakan pengguna hingga mencakup 70 persen populasi internet Tiongkok menandai sebuah pergeseran besar dalam peta industri hiburan nasional. Drama pendek kini bukan lagi pelengkap, tetapi telah menjadi salah satu poros utama konsumsi hiburan digital.
Bagi industri Tiongkok, hal ini membuka peluang besar:
- Munculnya model distribusi cepat dan murah, yang membuat produksi lebih efisien.
- Penciptaan ekosistem baru bagi aktor, sutradara, dan penulis yang sebelumnya sulit bersaing di pasar drama panjang.
- Diversifikasi genre tanpa ketergantungan pada stasiun TV besar, karena semua tayangan bisa langsung dikonsumsi di platform mobile.
Sementara untuk penonton internasional, tren ini mulai terlihat dari cuplikan-cuplikan drama pendek yang viral di TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels. Judul seperti 撕夜 dan 念念有词 ditonton jutaan kali meskipun tanpa terjemahan resmi—menunjukkan daya tarik visual dan emosional yang mampu menembus batas bahasa.
Beberapa rumah produksi bahkan mulai menyertakan subtitle otomatis atau menyiapkan akun distribusi internasional. Jika tren ini terus berlanjut, drama pendek Tiongkok berpotensi menjadi ekspor budaya berikutnya setelah gelombang K-pop dan drama Korea.
Bintang Besar dan IP Populer Resmi Merambah Drama Pendek
Pergeseran ini bukan hanya terlihat dari aktor dan sutradara besar yang mulai bereksperimen, tapi juga dari judul-judul terkenal yang sebelumnya populer dalam format panjang, kini secara resmi diadaptasi ulang ke dalam versi drama pendek.
Aktris Zhang Tian’ai dan pemeran Tiger and Crane Jiang Long tampil dalam serial pendek produksi Stephen Chow berjudul 大话·大话西游 (Da Hua · Da Hua Xi You). Serial 24 episode berdurasi 10–15 menit ini tayang di Douyin sejak akhir 2024 dan mencuri perhatian publik.
Hu Lianxin juga tampil dalam versi pendek drama klasik Putri Huan Zhu (还珠) dengan judul Returning Pearl, memerankan tokoh utama “Lin Suisui” dalam adaptasi fantasi-komedi yang diproduksi Mango TV dan Hunan TV.
Lebih jauh, sejumlah IP besar seperti Ashes of Love (香蜜沉沉烬如霜) dan The Prisoner of Beauty (择瑶) diumumkan tengah dikembangkan dalam format pendek. Selain itu, drama spin-off resmi Hidden Love for You yang merupakan turunan dari Hidden Love (偷偷藏不住) juga sempat tayang dengan 24 episode sebelum akhirnya ditarik karena sengketa hak cipta antara Wajijiwa dan Jinjiang Literature City.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa format pendek kini bukan sekadar ajang eksperimen. Keterlibatan aktor papan atas serta adaptasi ulang berbagai IP populer menandakan bahwa drama pendek kini menjadi bagian dari strategi utama industri hiburan Tiongkok.
Sumber: Sohu










