Posted in

Ending “A Dream Within A Dream” Bikin Netizen Menangis dan Bingung Sekaligus

Bagikan

LayarHijau.com – Drama A Dream Within A Dream (书卷一梦) yang dibintangi Liu Yuning dan Li Yitong resmi menayangkan episode finalnya pada 11 Juli 2025. Kisah cinta antara karakter utama yang menembus batas dunia fiksi dan realitas ini menutup ceritanya dengan akhir yang manis, emosional, sekaligus membingungkan. Ending yang melibatkan tiga semesta berbeda ini langsung memicu diskusi panas di media sosial dan bahkan disebut-sebut sebagai salah satu ending terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Drama ini menggabungkan tiga lapisan semesta yang saling terhubung: dunia naskah awal A Dream of Qing Ning, dunia kesadaran dalam A Dream Within A Dream, dan dunia nyata tempat para tokohnya kembali sebagai aktor.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Dari Kaisar di Dunia Fiksi ke Kekasih di Dunia Nyata

Dalam dunia A Dream Within A Dream, Nan Heng (Liu Yuning) berhasil memecahkan mekanisme tersembunyi dalam dunia naskah. Ia mengalahkan musuh bebuyutannya, Chu Guihong (Wang Youshuo), yang memilih mengakhiri hidupnya. Setelah itu, Nan Heng dinobatkan sebagai kaisar dan hidup bahagia bersama Song Yimeng (Li Yitong).

Namun, dalam episode tambahan, pasangan ini tiba-tiba muncul kembali di dunia modern. Banyak netizen menyadari bahwa mereka tidak kembali ke dunia A Dream Within A Dream, melainkan ke naskah A Dream of Qing Ning. Dunia ini sebelumnya adalah dunia naskah awal, yang membuat keseluruhan struktur cerita menjadi lebih kompleks dan “brain-burning”.

Kode Cinta dan Dunia yang Berulang

Li Yitong memerankan Song Xiaoyu di dunia modern. Ia awalnya ditunjuk untuk membintangi drama A Dream of Qing Ning bersama bintang top Nan Feng (Liu Yuning). Namun, ia justru terseret masuk ke dunia naskah, jatuh cinta dengan Nan Heng, dan perlahan menyadari bahwa ia adalah bagian dari dunia fiksi yang dapat ia ubah, tulis Upmedia.

Ia berhasil mematahkan sejumlah aturan tak tertulis dalam dunia naskah, seperti “adegan terkenal harus terjadi”, “pemeran utama pria harus menyelamatkan si wanita saat dalam bahaya”, hingga konsekuensi fatal bila mengubah alur utama. Semua itu berpuncak saat Nan Heng menang duel melawan Chu Guihong dan sepenuhnya mengubah takdir naskah.

Kembali di dunia nyata, Song Yimeng terbangun sebagai Song Xiaoyu. Hari itu adalah hari syuting drama A Dream of Qing Ning. Ia bergegas ke ruang rias, bertanya-tanya dalam hati apakah Nan Feng adalah Nan Heng. Saat Song Xiaoyu melepas kacamata Nan Feng, pria itu dengan wajah kesal bertanya, “Apa yang kamu lakukan?” Song Xiaoyu pun mundur dengan ragu. Namun tak lama, Nan Heng melintasi gerbang waktu dan menjelma sebagai Nan Feng. Ia memanggil Song Yimeng dan mengucapkan kode cinta mereka: “white head same heart”, yang berarti bersama selamanya. Song Xiaoyu langsung melompat ke pelukannya, dan keduanya berciuman hangat—menjadi penutup yang menggetarkan banyak hati.

Tiga Semesta, Satu Cinta

Penonton akhirnya menyadari bahwa drama ini menyimpan tiga dunia paralel yang saling terhubung:

Dunia Naskah Asli – A Dream of Qing Ning


Song Yimeng seharusnya menjalani takdir tragis di dunia ini. Penulis naskah di dunia ini adalah Bi Xiong.

Dunia Kesadaran – A Dream Within A Dream


Di sinilah Song Yimeng dan Nan Heng mulai sadar bahwa mereka adalah karakter fiksi dan berusaha melawan skenario. Dunia ini ditulis oleh Zhuang Liu.

Dunia Nyata (Modern)


Song Xiaoyu dan Nan Feng adalah aktor yang kembali menjalani kehidupan nyata. Namun ingatan cinta dari dua dunia sebelumnya tetap membekas kuat, menyatukan mereka kembali.

Dalam salah satu adegan kunci, Song Yimeng bersumpah kepada Nan Heng: jika ia benar mencintai Nan Feng, maka ia akan disambar lima petir. Sesaat kemudian, langit menggelegar. Petunjuk ini mengindikasikan bahwa Nan Feng memang adalah Nan Heng—hanya saja, versi modernnya belum memiliki memori utuh dari dunia lain.

Dibandingkan dengan Someday or One Day

Ending kompleks namun emosional ini segera dibandingkan oleh netizen dengan drama Taiwan Someday or One Day (想見你), yang juga mengusung alur lintas waktu dan realitas. Banyak yang menyebut A Dream Within A Dream sebagai “masterpiece lokal” yang menyamai kualitas drama kelas dunia. Komentar seperti “bikin nangis dan mikir keras dalam waktu bersamaan” serta “akhir terbaik untuk karakter fiksi yang belajar jadi manusia sungguhan” membanjiri media sosial Tiongkok.

Dengan alur lintas semesta, struktur cerita yang cerdas, dan chemistry yang tetap kuat antara Liu Yuning dan Li Yitong, A Dream Within A Dream berhasil menandai dirinya sebagai salah satu drama paling berani dan menyentuh hati tahun ini.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *