LayarHijau.com – Aktris muda Li Landi melejit berkat perannya dalam Love of Nirvana (流水迢迢) bersama Ren Jialun. Sebelumnya, ia juga sukses membintangi drama-drama populer seperti Filter (滤镜) bersama Tan Jianci, The Starry Love (星落凝成糖) bersama Chen Xingxu, serta My Huckleberry Friends (你好,旧时光) bersama Zhang Xincheng. Kini, ia kembali menjadi sorotan lewat drama kostum terbarunya Coroner’s Diary (朝雪录) yang dipasangkan dengan aktor Ao Ruipeng.
⚠️ Peringatan: artikel ini mengandung spoiler episode terakhir drama Coroner’s Diary. Harap pertimbangkan sebelum melanjutkan membaca.
Pada 27 Juli lalu, Coroner’s Diary menayangkan episode pamungkasnya. Cerita berakhir dengan pasangan utama, Qin Wan (Li Landi) dan Yan Chi (Ao Ruipeng), yang berhasil mengungkap rangkaian kasus pembunuhan keluarga mereka. Terungkap bahwa semua peristiwa tragis, termasuk kematian orang tua Qin Wan dan kematian tragis sepupu Yan Chi, Pangeran Jin, ternyata disebabkan oleh sang Kaisar (diperankan Ren Zhong).
Identitas sang Kaisar pun terbongkar: ia sebenarnya adalah saudara kembar dari Kaisar asli. Ketika masih kecil, ia dibuang oleh Permaisuri karena kondisi tubuhnya yang lemah, namun saat dewasa, ia kembali dengan identitas palsu dan menggantikan saudaranya yang terluka parah di medan perang. Untuk menyembunyikan kebenaran, ia melakukan banyak pembunuhan, termasuk kepada orang-orang yang paling dekat dengan Qin Wan dan Yan Chi. Setelah kebenaran terungkap, Kaisar palsu terluka parah dan meninggal, sementara takhta kemudian diwariskan kepada Yan Sui (diperankan Chen Tianyu), tulis Upmedia.
Di penghujung cerita, Qin Wan dan Yan Chi akhirnya menikah dalam sebuah upacara pernikahan mewah. Mereka mengenakan busana pengantin warna biru tua yang anggun, saling menatap penuh cinta, dan di malam pengantin, saling mengungkapkan perasaan mereka dengan penuh emosi. Qin Wan berkata, “Aku hanya menginginkan sebuah rumah bersamamu. Sekarang aku sudah mendapatkannya, yang lain tidak lagi penting.” Yan Chi pun menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
Namun adegan yang seharusnya menjadi klimaks romansa itu justru menimbulkan perdebatan. Tak ada adegan ciuman atau adegan intim di malam pengantin. Pasangan itu hanya duduk bersandar satu sama lain sambil membahas kasus yang sedang mereka selidiki. Reaksi penonton—khususnya penonton di Tiongkok—pun beragam. Banyak yang mengaku kecewa karena sepanjang episode sebelumnya drama ini telah beberapa kali menampilkan adegan ciuman, sehingga absennya keintiman di malam pengantin dianggap tidak konsisten dan mengecewakan.
Beberapa penonton mencoba membela logika cerita, menyebut bahwa pernikahan tersebut berlangsung sebelum 100 hari masa berkabung atas kematian ayah Yan Chi, Pangeran Rui. Menurut tradisi, pengantin baru tidak diperbolehkan berhubungan suami istri dalam masa tersebut. Namun sebagian besar warganet tetap menyayangkan keputusan ini, menyebut bahwa drama sebelumnya sudah berkali-kali menabrak pakem adat dengan menampilkan kemesraan pasangan utama, sehingga tidak ada alasan kuat untuk menahan adegan tersebut di akhir.
Dalam epilog cerita, dengan dukungan kaisar baru, Qin Wan dan Yan Chi mendirikan “Chaoxuetang”, sebuah lembaga pelatihan untuk pengorak mayat dan penyelidik forensik, dengan tujuan menyebarkan ilmu tersebut dan membuka lebih banyak peluang untuk mengungkap kasus-kasus ketidakadilan di masa depan.










