LayarHijau.com – William Chan kembali mengungkap pengalaman pahit masa lalunya saat terlibat dalam sebuah proyek drama. Kala itu, ia sudah menyelesaikan foto kostum, mencoba seluruh pakaian, bahkan menginap di hotel menunggu jadwal syuting. Namun, setelah belasan hari tanpa kabar dan kepastian, ia justru mengetahui bahwa perannya telah digantikan oleh aktor lain.
Pengalaman tersebut kembali menjadi sorotan setelah William Chan membicarakannya dalam wawancara mendalam bersama Sina Entertainment pada 20 Agustus 2026. Kisah lama ini mendadak ramai dikaitkan dengan istilah “karya balas dendam” (revenge work) seiring dengan rampungnya penayangan drama terbarunya, Mystic Nine (《九门》).
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Meski William Chan tidak menyebutkan judul proyeknya secara terbuka, seluruh detail yang ia sampaikan mengarah pada drama The Lost Tomb (《盗墓笔记》) yang tayang pada 2015. Serial tersebut diangkat dari karya Nanpai Sanshu—penulis asli novel sekaligus pencipta semesta cerita tersebut yang kala itu juga turun langsung sebagai penulis naskah dan tim kreatif adaptasinya. Dalam proyek tersebut, William Chan sebenarnya dikontrak untuk memerankan karakter pendukung bernama Hai Shao. Namun, kabar keterlibatannya yang bocor ke publik terdistorsi menjadi rumor bahwa ia akan memerankan karakter utama, Zhang Qiling.
View this post on Instagram
Rumor salah kaprah tersebut memicu gelombang penolakan keras dan ancaman boikot dari sebagian penggemar novel yang tidak terima. Situasi ini berdampak fatal pada internal produksi. William Chan—yang saat itu sudah menyelesaikan foto kostum dan menginap belasan hari di hotel menunggu panggilan syuting—akhirnya digantikan secara sepihak dari peran aslimya (Hai Shao).
Kaget dengan situasi tersebut, William Chan menelepon produser Lin Guohua untuk meminta penjelasan. Lin Guohua sempat mengatakan bahwa persoalan tersebut sedang ditangani. Namun, konflik internal di jajaran produksi kian memanas hingga akhirnya Lin Guohua dicopot dari proyek, sementara Nanpai Sanshu—selaku penulis asli dan tim kreatif—turut dibatasi aksesnya ke lokasi syuting. Tak punya pilihan lain, William Chan harus membereskan barang-barangnya dan meninggalkan proyek tersebut.
Batalnya William Chan dalam The Lost Tomb sekaligus menggagalkan rencana reuninya dengan Yang Yang (yang memerankan Zhang Qiling). Padahal jika sesuai rencana awal, drama ini seharusnya menjadi momen kedua kalinya bagi William Chan dan Yang Yang untuk beradu akting bersama dalam satu proyek setelah sukses membintangi The Four (《少年四大名捕》). Meski gagal berbagi layar di The Lost Tomb, keduanya tetap berhubungan baik dan sering menghabiskan waktu luang bersama untuk latihan tinju hingga menonton film. Sementara itu, peran Hai Shao yang ditinggalkan William Chan akhirnya diberikan kepada aktor Li Chenhao.
Meski proyek The Lost Tomb berujung pahit akibat rumor salah paham tersebut, hubungan profesional antara William Chan dan Nanpai Sanshu tetap terjalin baik. Sebagai bentuk apresiasi dan tanggung jawab, Nanpai Sanshu merancang proyek baru berjudul The Mystic Nine (《老九门》) pada 2016 dan secara khusus membentuk karakter Zhang Qishan (Zhang Dafoye) agar pas dengan William Chan. Peran inilah yang kemudian menjadi salah satu pencapaian terbesar dan paling melekat dalam karier William Chan. Dalam sebuah wawancara lama, ia mengaku pengalaman pahit tersebut justru membuatnya lebih memahami pentingnya menghargai setiap karakter yang dipercayakan padanya.
Hampir satu dekade berlalu, William Chan kembali memerankan karakter legendaris Zhang Qishan lewat drama Mystic Nine (《九门》) pada 2026. Kembalinya William Chan dalam semesta karya Nanpai Sanshu hingga sukses menyelesaikan serial tersebut memicu riuh pembicaraan warganet mengenai istilah “karya balas dendam”.
Istilah tersebut dipakai penggemar secara metaforis untuk menggambarkan pembuktian kualitas diri William Chan dan Nanpai Sanshu setelah pernah bangkit dari masa-masa sulit. Menanggapi istilah yang beredar luas di sekitarnya tersebut, William Chan memberikan respons bijak, “Menyimpan dendam itu tidak baik, tetapi kebaikan harus diingat seumur hidup.”
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


