Zhao Lusi Menangis di Livestream: Ungkap Ayah Idap Kanker dan Kakek Meninggal Dunia Saat Ia Syuting

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Konflik antara Zhao Lusi dan agensinya, Galaxy Cool Entertainment, kini telah memasuki hari keempat setelah sang aktris 26 tahun itu menyatakan “Aku berhenti!” dalam siaran langsungnya beberapa hari lalu. Pada 5 Agustus, Zhao Lusi kembali muncul di hadapan publik lewat livestream, namun kali ini bukan hanya untuk membahas sengketa kontrak—melainkan juga untuk mengungkap luka pribadi yang telah lama ia simpan: ayahnya didiagnosis kanker dan sang kakek meninggal dunia dua tahun lalu. Tangisnya pecah di depan kamera, membuat banyak penggemar terenyuh.

“Ayahku didiagnosis kanker dua tahun lalu. Saat itu sangat berbahaya, dan dia sedang menjalani kemoterapi tahap kedua,” ucapnya dengan suara terbata-bata. “Waktu itu aku masih di lokasi syuting dan tidak bisa pulang, karena seluruh produksi drama itu melibatkan banyak orang. Bukan cuma urusan keluargaku saja yang dipertaruhkan.”

Zhao Lusi mengakui bahwa saat itu pikirannya sangat kacau. Namun ia tetap menahan semuanya demi menyelesaikan syuting. Yang lebih memilukan lagi, ia bahkan tak sempat melihat sang kakek sebelum wafat.

- Advertisement -

“Aku baru pulang saat hari pemakaman. Waktu itu aku benar-benar merasa rapuh, dan karena itu aku tak mau ikut acara publik apa pun. Aku takut kalau aku bicara, justru akan menyakiti lebih banyak orang,” ungkapnya dengan jujur. “Tapi sekarang aku sudah nggak takut lagi. Keluargaku sudah melewati semuanya, jadi aku juga nggak peduli orang mau ngomong apa.”

Di tengah tekanan dari publik dan pergolakan batin, Zhao Lusi pun berterima kasih kepada para penggemarnya yang terus memberinya kekuatan.

“Kalian semua sudah memberiku begitu banyak kekuatan. Aku selalu merasa hidup orang lain juga tidak mudah, jadi kenapa aku harus menyerah?” ujarnya sambil menahan air mata. “Aku memilih bicara sekarang karena aku ingin membela diriku sendiri. Aku tidak ingin lagi menyembunyikan hal-hal buruk yang pernah terjadi. Hidup memang seperti ini—jadi biarkan saja semuanya mengalir.”

- Advertisement -

Sumber: World Journal

TAGGED:
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted