Peringatan: artikel ini mengandung spoiler!
LayarHijau.com – Episode terakhir drama Love’s Ambition yang dibintangi Zhao Lusi dan William Chan akhirnya tayang, menutup kisah cinta Xu Yan dan Shen Haoming dengan momen penuh emosi, kejutan, dan chemistry yang kembali membara.
Serial romansa modern ini mencetak lebih dari 1,2 miliar penayangan di seluruh platform dan menjadi topik panas di Weibo, terutama karena adegan terakhirnya yang disebut sebagai “penutup paling mengguncang” dalam drama romantis tahun ini.
Kebohongan Anak Terbongkar, Cinta Kembali Tumbuh
Konflik panjang rumah tangga Xu Yan (Zhao Lusi) dan Shen Haoming (William Chan) mencapai titik balik saat Zhong Yating akhirnya mengakui kebohongannya. Ia memalsukan hasil tes DNA demi membuat Shen Haoming percaya bahwa anak bernama Haochen adalah hasil perselingkuhan mereka, padahal sebenarnya Haochen adalah anak kakaknya sendiri dengan seorang pelukis.
Saat kebenaran itu terungkap, Xu Yan menunjukkan keteguhan dan kasihnya. Ia menangis dan berteriak penuh amarah kepada Yating, “Kamu tidak punya hati! Kamu tidak memikirkan masa depan Haochen!” Ucapan itu membuat Shen Haoming tersadar bahwa selama ini Xu Yan mencintai Haochen dengan tulus, bukan karena keterpaksaan, tulis Upmedia.
Dalam adegan emosional, Haoming merobek hasil tes DNA palsu dan berjanji akan melindungi Haochen apa pun yang terjadi. Ia berkata dengan tegas, “Dia adalah anak kita, dan akan selalu begitu.”
Album Foto dan Janji di Bawah Rembulan
Setelah badai reda, Haoming mengantar Xu Yan pulang ke rumah neneknya. Di sana ia menemukan album foto yang dibuat Xu Yan selama pernikahan mereka. Album itu berhenti tepat di halaman perceraian—sebuah simbol bahwa cinta mereka sempat terhenti di masa lalu.
Melihat foto-foto itu, Haoming menyadari bahwa cinta Xu Yan tak pernah hilang. Dengan latar rembulan lembut, ia melamar kembali Xu Yan, mengucapkan kalimat yang membuat banyak penonton menangis, “Nenek adalah jangkar di hatimu, dan kamu adalah jangkar di hatiku.”
Keduanya berpelukan erat, lalu berciuman panjang. Momen itu menjadi salah satu adegan paling intens di sepanjang drama, dan sekaligus tanda bahwa mereka siap membuka lembaran baru.
Bahagia di Cinta, Keluarga, dan Karier
Akhir kisah Love’s Ambition menggambarkan Xu Yan mencapai titik keseimbangan dalam hidupnya. Ia akhirnya menemukan kembali cinta sejatinya bersama Shen Haoming, bukan dalam bentuk romansa muda yang impulsif, melainkan cinta dewasa yang lahir dari luka, pengertian, dan kesediaan untuk memaafkan. Hubungan mereka berdua kembali pulih, kali ini tanpa rahasia dan tanpa kebohongan.
Dalam karier, Xu Yan sukses mengembangkan perusahaan mode miliknya, Yan Yi Fang, dan menjalin kerja sama besar dengan Jin Da Group milik Haoming. Ia tumbuh menjadi sosok wanita karier yang mandiri dan percaya diri, setara dengan pasangannya, bukan lagi seseorang yang hanya hidup dalam bayangan sang CEO.
Sementara itu, luka lama dalam keluarganya perlahan mulai sembuh. Kedua orang tua Xu Yan menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki hubungan. Meski ia belum sepenuhnya memaafkan, sikap ayahnya yang akhirnya meminta maaf dan berjanji memberikan dukungan membuat Xu Yan merasa lebih tenang. Ia mulai berdamai dengan masa lalunya, meninggalkan trauma, dan belajar menerima cinta tanpa rasa takut.
Love’s Ambition menutup kisahnya dengan pesan sederhana namun kuat: kebahagiaan sejati datang bukan ketika semuanya sempurna, tetapi ketika seseorang berani membuka hati kembali setelah hancur.










