Petisi “Justice for Yu Menglong” Tembus 420 Ribu Tanda Tangan, Desakan Investigasi Internasional Kian Menguat

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Kasus meninggalnya aktor Tiongkok Yu Menglong yang dikabarkan terjatuh dari gedung terus menjadi sorotan publik dunia. Meski pihak kepolisian China dengan cepat menutup penyelidikan dan menyatakan tidak ada unsur kriminal dalam peristiwa tersebut, gelombang kecurigaan di kalangan warganet dan komunitas internasional belum juga reda.

Baru-baru ini, sekelompok netizen meluncurkan petisi global bertajuk “Justice for Yu Menglong” melalui platform organisasi non-pemerintah internasional AVAAZ. Petisi tersebut menuntut agar dilakukan investigasi independen dan transparan atas kematian sang aktor. Hingga malam hari waktu Beijing pada 15 Oktober, lebih dari 420.000 orang dari berbagai negara telah menandatangani seruan tersebut, tulis World Journal.

Dalam pernyataan yang diunggah di laman petisi, para penggagas menyebut bahwa semakin banyak bukti yang beredar di internet, termasuk rekaman suara yang diduga memperdengarkan jeritan Yu Menglong saat mengalami kekerasan, menimbulkan “keraguan wajar bahwa kasus ini bukan sekadar kecelakaan atau bunuh diri.”

- Advertisement -

Naskah petisi ditulis dalam dua bahasa, Mandarin dan Inggris, dengan penekanan bahwa kasus Yu Menglong bukan hanya persoalan individu, melainkan juga menyangkut perlindungan hak asasi manusia dan keselamatan publik di industri hiburan Tiongkok. Mereka menyerukan agar kebenaran diungkap dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

“Keadilan tidak akan datang dengan sendirinya, kita harus memperjuangkannya bersama,” tulis penyelenggara petisi di laman AVAAZ. Mereka juga mengimbau agar lembaga-lembaga internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International turun tangan memantau kasus ini, serta mendesak otoritas China menjamin keselamatan artis dan pekerja hiburan agar kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan kerja tidak terulang kembali.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
TAGGED:
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments