LayarHijau.com – Setelah kematian mendadak aktor Yu Menglong dan keputusan pihak berwenang yang menutup rapat diskusi publik tentang penyebabnya, gelombang kemarahan warga Tiongkok semakin meluas. Nama-nama 17 artis yang disebut dalam dugaan kekerasan terhadap sang aktor kini diboikot secara besar-besaran, termasuk aktris senior Tian Hairong, pemeran utama film patriotik Hope 《火种》.
Film yang semula dipromosikan sebagai karya “tema merah” — istilah di Tiongkok untuk film bertema revolusi atau ideologi komunis — kini justru menjadi pusat kontroversi baru. Media daratan melaporkan bahwa Hope dituduh melakukan manipulasi angka penjualan tiket (box-office palsu) dan menyewa buzzer bayaran (water army) untuk membanjiri internet dengan ulasan positif palsu.
Namun keterlibatan nama Tian Hairong dalam pusaran kasus Yu Menglong bukan karena ia masuk dalam daftar 17 orang, melainkan karena sutradara Cheng Qingsong menggunakan namanya sebagai alibi. Cheng mengunggah tangkapan layar percakapan WeChat antara dirinya dan Tian Hairong, untuk menunjukkan bahwa pada malam insiden ia sedang makan malam bersama Tian — bukan dengan Yu Menglong. Setelah unggahan itu viral, Tian Hairong mengeluarkan klarifikasi di Weibo bahwa ia tidak mengenal Yu Menglong secara pribadi, dan bahwa percakapan tersebut telah “dipotong dan disalahgunakan”. Dengan demikian, Tian tidak termasuk dalam daftar 17 nama yang disebarkan warganet, melainkan hanya terseret karena disebut sebagai alibi.
Sebelum tayang pada 16 Oktober, Hope sudah menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Penjualan tiket pra-rilis hanya mencapai 12.000 yuan (sekitar Rp27 juta), sementara platform Douban dibanjiri seruan boikot dan komentar negatif. Akibat tekanan besar, pihak platform akhirnya menutup kolom komentar publik untuk film tersebut.
Usai resmi dirilis, situasi makin janggal. Menurut laporan dari NetEase, beberapa bioskop menampilkan status “terjual habis/ sold out”, namun yang terisi hanyalah studio VIP dengan harga tiket 30 yuan lebih mahal dari tiket reguler. Di kota Wuhan, dua bioskop mencatat jadwal malam yang disebut penuh penonton, namun di sebagian besar kota lain, kursi-kursi justru kosong melompong.
Beberapa penonton yang melakukan pengecekan langsung ke bioskop membagikan temuan mereka di Weibo: ruang pemutaran sepi tanpa satu pun penonton, padahal sistem menampilkan keterangan “penuh”. Ulasan daring juga memperlihatkan pola seragam—ratusan komentar positif dengan gaya bahasa identik, memperkuat dugaan adanya operasi buzzer untuk membersihkan citra film.
Lebih mengejutkan lagi, terdapat laporan bahwa beberapa sekolah diduga menginstruksikan siswa untuk menonton Hope secara kolektif. Langkah ini dikritik sengit oleh publik, dianggap sebagai upaya paksa untuk mendongkrak angka penonton secara artifisial.
Namun bentuk penolakan paling tegas datang dari Xinjiang, kampung halaman mendiang Yu Menglong. Dari total 46 bioskop di wilayah tersebut, hanya tiga yang menayangkan Hope pada hari pertama—dan sehari kemudian seluruh jaringan bioskop di Xinjiang sepakat menarik film tersebut dari daftar penayangan. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk solidaritas diam terhadap desakan agar kebenaran kematian sang aktor diusut tuntas.
Film ini sendiri menggambarkan perjalanan hidup Li Dazhao, tokoh sejarah yang dikenal sebagai salah satu pendiri Partai Komunis Tiongkok sekaligus pelopor pemikiran Marxis di awal abad ke-20. Berlatar dua garis waktu—1919 hingga 1927 dan tahun 1951—Hope menyoroti perjuangan Li Dazhao dalam menyalakan “api harapan” bagi kaum tertindas untuk menggulingkan sistem lama, hingga akhirnya menjadi salah satu figur penting yang membuka jalan lahirnya Republik Rakyat Tiongkok. Tian Hairong berperan sebagai Zhao Renlan, istri Li Dazhao, sosok perempuan yang mendukung perjuangan suaminya dalam diam.
Dengan semakin kuatnya boikot publik dan tudingan manipulasi data, banyak pihak memperkirakan Hope tidak akan bertahan lama di bioskop Tiongkok. Film yang semula dirancang untuk memperkuat semangat kebangsaan kini justru menjadi simbol runtuhnya kepercayaan antara masyarakat dan industri hiburan di tengah tuntutan agar kasus Yu Menglong dibuka secara transparan.










