LayarHijau.com – Hu Chenfeng, seorang influencer dengan jutaan pengikut di China, baru-baru ini melihat akun-akunnya di beberapa platform media sosial dihapus permanen. Konten-kontennya yang membandingkan pengguna iPhone dan Android menuai kontroversi karena dianggap menekankan perbedaan sosial dan memicu perdebatan di masyarakat.
Dalam video dan siaran langsungnya, Hu menggambarkan pengguna iPhone sebagai orang-orang kelas atas, dengan gaya hidup tertentu seperti menggunakan mobil Tesla atau berbelanja di supermarket besar. Sementara pengguna Android digambarkan sebagai kelompok dengan kebiasaan berbeda, misalnya membeli produk lokal dan berbelanja di pasar tradisional. Stereotip ini diduga digunakan untuk menarik perhatian, meningkatkan jumlah pengikut, dan mendulang keuntungan komersial dari trafik tinggi.

Para analis media menekankan, fenomena ini menunjukkan kompleksitas regulasi konten di China. “Penutupan akun ini menyoroti bagaimana platform media sosial harus menyeimbangkan kebebasan berkreasi pengguna dengan tanggung jawab menjaga ketertiban sosial dan mematuhi regulasi pemerintah,” ujar seorang pakar komunikasi digital. Dengan kata lain, penghapusan akun bukan hanya soal konten kontroversial, tapi juga soal bagaimana platform menegakkan aturan yang diterapkan secara seragam oleh pemerintah, sehingga konten yang memicu perpecahan sosial tidak terus menyebar.
Hingga 20 September, seluruh konten Hu Chenfeng telah dihapus dan akunnya dinonaktifkan secara permanen. Meski begitu, diskusi tentang kasus ini kembali ramai di Weibo pada 5 November, ketika netizen memperbincangkan kontroversi konten iPhone vs Android dan reaksi publik terhadap penghapusan akun. Kasus ini memunculkan perdebatan lebih luas tentang batasan kebebasan berekspresi, peran influencer dalam masyarakat digital, serta pengaruh regulasi pemerintah terhadap mekanisme platform di China.









