Saat Para Aktris China Senior Pemenang Penghargaan Ngerumpi Soal Kondisi Industri Hiburan Saat Ini

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Jika adegan di mana aktris senior pemenang penghargaan mengkritik aktor selebriti populer muncul di televisi, banyak yang mungkin membayangkan talk show atau kompetisi akting. Namun, yang terjadi justru di The Blooming Journey Season 2 (一路繁花2), sebuah program travel.

Sejak penayangannya, The Blooming Journey 2 sering menjadi sorotan karena topik-topik kontroversial. Sebelumnya, Carina Lau secara langsung menanyakan hal-hal pribadi kepada Ke Chun dan Shao Ziheng; kali ini, tiga aktris senior—He Saifei, Carina Lau, dan Ning Jing—secara terbuka membahas pengaruh aktor selebriti populer terhadap industri. Program yang seharusnya menonjolkan pemandangan dan pengalaman perjalanan justru berubah menjadi “masterclass akting yang dikemas sebagai travel show.” Fenomena ini menyoroti tekanan dan kecemasan di dunia hiburan Tiongkok.

Di episode terbaru saat makan siang di Guizhou, suasana santai memungkinkan para aktris berbicara lepas. Liu Xiaoqing membuka dengan candaan ringan: “Kita hangat sekali, siapa bilang wanita selalu harus bertengkar?” Carina Lau kemudian bertanya, “Bagaimana menghadapi orang yang suka berdebat di tempat kerja?” Pertanyaan ini memicu Ke Chun dan Shao Ziheng membagikan pengalaman pribadi, diikuti He Saifei dan Carina Lau yang menjelaskan strategi mereka dalam menghadapi situasi serupa.

- Advertisement -

Topik utama muncul ketika He Saifei menceritakan pengalaman pahitnya di masa lalu: seorang produser pernah meminta dia “mengalah” demi aktor selebriti populer, sebuah permintaan yang membuatnya mengalami tekanan mental dan fisik. Carina Lau menimpali, “Makanya film kita sekarang semakin sulit dinikmati,” sementara Ning Jing menambahkan, “Itulah juga kenapa beberapa film menjadi ‘racun box office.’” Mereka menyoroti praktik beberapa aktor muda yang meminta touch-up makeup (perbaikan riasan) di tengah pengambilan gambar atau memakai teleprompter (layar naskah) daripada menghafal dialog, yang memperlambat proses dan menurunkan kualitas akting keseluruhan.

Bobot komentar mereka berasal dari pengalaman panjang di industri. He Saifei telah berkarier lebih dari 40 tahun, dikenal melalui Raise the Red Lantern (大红灯笼高高挂) dan memenangkan Golden Rooster Award – Best Actress untuk perannya sebagai Nona Qi di Off the Stage (追月).

Carina Lau, aktif sejak 1983 dengan lebih dari 42 tahun berkarier, meraih Golden Rooster Award dan Hong Kong Film Award – Best Actress, membintangi film populer seperti Days of Being Wild. Ning Jing, aktif sejak 1990 selama lebih dari 35 tahun, memenangkan Golden Rooster Award – Best Actress untuk Lover’s Grief over the Yellow River (黄河绝恋) dan Silver Shell Best Actress untuk Red Firecracker, Green Firecracker (炮打双灯). Dengan pengalaman dan penghargaan bergengsi ini, komentar mereka memiliki kredibilitas profesional dan menyinggung isu nyata dalam industri.

- Advertisement -

Program ini juga berubah menjadi kelas master akting informal. Ke Chun dan Shao Ziheng bertanya kepada Carina Lau mengapa teknik beraktingnya bisa disebut “menggunakan nyawa untuk berakting.” Carina Lau mendemonstrasikan teknik masuk ke karakter, improvisasi, dan pentingnya memasukkan pengalaman pribadi ke dalam peran. Dengan demikian, travel show ini menjadi platform kritik industri dan pembelajaran akting, bukan sekadar perjalanan pemandangan.

Di balik layar, desain program berperan besar dalam perubahan ini. Seorang PD (program director/ sutradara program) berpengalaman menjelaskan bahwa program travel bersifat fleksibel, sering mengarahkan percakapan ke topik yang mendorong interaksi. “Meja makan adalah setting paling santai, di mana artis lebih terbuka,” kata seorang PD. Editor pasca-produksi menambahkan bahwa beberapa segmen sengaja dipertahankan untuk meningkatkan keterlibatan penonton, sementara dalam kasus lain, komentar terbuka bisa jadi mencerminkan strategi tim artis untuk menonjolkan persona berani berbicara.

Fenomena ini—program travel yang sebenarnya menjadi ajang gosip di meja makan dan kritik industri—bukanlah kasus tunggal. Banyak program lain menggabungkan berbagai genre, dari romance hingga kompetisi akting, kadang mengorbankan fokus asli mereka. Data pasar menunjukkan jumlah program menurun, sponsor berkurang, dan topik viral kini menjadi tolok ukur perhatian publik. Dengan suara otoritatif para aktris senior, The Blooming Journey 2 menghadirkan wawasan langka dan memicu diskusi tentang profesionalisme, etika kerja, dan tekanan di dunia hiburan Tiongkok.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments