Dibintangi Xiao Zhan, Peng Yuchang, dan Zhou Yiran, Film Perang De Xian Jin Zhi Umumkan Tanggal Tayang

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Noon Sunshine, rumah produksi ternama di balik serial populer seperti Nirvana in Fire dan All Is Well, resmi mengumumkan bahwa film perdana mereka yang berjudul De Xian Jin Zhi (得闲谨制) akan tayang di seluruh bioskop Tiongkok mulai 6 Desember 2025. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, studio juga merilis poster dan teaser terbaru bertema “Berperang Demi Keluarga” yang memperlihatkan suasana genting menjelang pertempuran mempertahankan kampung halaman.

Film bertema perang ini dibintangi oleh Xiao Zhan, Peng Yuchang, dan Zhou Yiran. Ceritanya berlatar pada masa Pertempuran Eksi (1940–1943). Tukang bengkel Mo Dexian (Xiao Zhan) membawa keluarganya mengungsi ke desa terpencil bernama Gezhizhen di pegunungan Hubei, tempat banyak warga juga berlindung dari perang. Namun ketika sekelompok tentara Jepang datang tanpa peringatan, ketenangan itu hancur. Warga desa yang selama ini hanya berusaha bertahan hidup akhirnya dipaksa berdiri tegak mempertahankan tanah kelahiran mereka.

Dalam poster resmi, Mo Dexian tampak menggenggam palu besar dan berdiri kokoh di gerbang desa, menantang langsung pasukan musuh. Sosok rakyat biasa yang melawan kekuatan bersenjata lengkap itu menjadi simbol semangat juang orang kecil. Antusiasme penonton langsung terlihat di platform pemesanan tiket Maoyan, di mana jumlah “ingin menonton” melesat ke puncak daftar panas, sementara pemesanan awal menembus lebih dari 5 juta yuan dalam waktu singkat.

- Advertisement -

Reuni trio kreator yang sangat dinantikan

De Xian Jin Zhi menghadirkan kolaborasi ulang tiga kreator kunci dari Noon Sunshine: sutradara Kong Sheng, penulis naskah Lan Xiaolong, dan produser Hou Hongliang. Mereka pernah sukses lewat drama perang klasik Battlefield 1938 (生死线).

Film ini diadaptasi dari kisah orisinal Lan Xiaolong Pertahanan Yichang, yang ia garap selama bertahun-tahun. Cerita dibangun dalam tiga bagian besar: jatuhnya Nanjing, kekalahan Yichang, hingga kemenangan di Shipai—menyoroti bagaimana rakyat kecil akhirnya menyadari bahwa mereka harus melawan.

Alih-alih menampilkan strategi militer dalam skala besar, film ini memilih fokus mikro: kehidupan warga desa yang berada tepat di jalur ancaman. Lan Xiaolong juga menyisipkan humor hitam dan absurditas yang muncul dari situasi ekstrem di medan perang.

Sutradara Kong Sheng mengakui proyek ini jauh lebih berat dari rencana awalnya. “Saya ingin membuat film yang lebih sederhana, tapi justru memilih yang paling sulit. Ini adalah kisah yang sama sekali tidak terduga,” ujarnya.

Transformasi total Xiao Zhan

Xiao Zhan tampil jauh dari citra idolanya dengan kostum dan riasan lusuh khas pekerja pabrik: baju berbahan kasar, tubuh berdebu dan bercoreng lumpur. Mo Dexian digambarkan sebagai sosok yang berubah dari seorang ayah yang hanya ingin menyelamatkan keluarga menjadi pemimpin perlawanan rakyat.

- Advertisement -

Peng Yuchang memerankan komandan artileri yang tertinggal dari pasukan utama, sementara Zhou Yiran tampil sebagai Xia Cheng, istri Mo Dexian, yang digambarkan melindungi putranya di tengah rentetan ledakan dalam teaser terbaru.

Judul De Xian Jin Zhi sendiri merujuk pada ukiran di senjata buatan Mo Dexian. “De Xian” adalah namanya, sementara “Jin Zhi” berarti “dibuat dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab.” Ini merujuk pada tradisi wu le gong ming—pengrajin harus bertanggung jawab atas karyanya—yang dalam cerita bermakna bahwa Mo Dexian mengambil tanggung jawab lebih besar: menjaga desa dan seluruh keluarga yang bergantung pada keberaniannya.

Proses produksi film ini berlangsung selama 90 hari di Yichang, Hubei, termasuk membangun set desa Gezhizhen secara penuh demi menciptakan nuansa masa lalu yang autentik.

Calon kuda hitam di akhir tahun

Desember memang bukan musim puncak penjualan tiket di Tiongkok, namun persaingan tetap ketat. De Xian Jin Zhi akan bersaing dengan beberapa judul lain, seperti Integrity 2 yang dibintangi Aaron Kwok dan Simon Yam, serta drama fiksi ilmiah artistik My Father’s Son yang sebelumnya masuk seleksi Shanghai International Film Festival.

Dengan reputasi Noon Sunshine dalam menghadirkan karya berkualitas, kisah perjuangan rakyat yang dekat di hati penonton, serta nama besar para aktornya, film ini dinilai berpotensi menjadi kejutan besar di penutupan tahun.

Jika mampu memenuhi ekspektasi pasar, De Xian Jin Zhi bisa menjadi debut layar lebar yang sangat sukses untuk Noon Sunshine dan kembali membuktikan bahwa kisah keberanian rakyat kecil tetap punya gema kuat bagi penonton masa kini.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments