LayarHijau.com – Drama kostum Tiongkok Love and Crown (鳳凰台上) yang dibintangi Ren Jialun dan Peng Xiaoran kembali menimbulkan kontroversi. Sebelumnya para netizen di China kebingungan menyaksikan konflik antara penulis novel Xie Lounan dengan Peng Xiaoran. Seperti diketahui, Love and Crown diadaptasi dari novel My Queen (我的皇后) karya Xie Lounan. Kini penonton kembali dibuat menggelengkan kepala dengan jalan cerita terbarunya.
Sejak tayang perdananya, drama ini disebut-sebut mengusung alur usang dan penuh klise. Kini episode terbaru menghadirkan adegan keguguran yang dinilai terlalu berlebihan dan tidak masuk akal, membuat warganet tepuk jidat hingga melabelinya sebagai salah satu drama kostum terburuk tahun ini.
Love and Crown saat ini hanya mampu mencatat nilai 4,8 di Douban. Banyak penonton menilai drama tersebut gagal memenuhi ekspektasi, baik dari segi plot maupun logika adegan. Peran Ren Jialun sebagai Kaisar Xiao Huan awalnya menarik simpati ketika ia akhirnya berdamai dengan Permaisuri Ling Cangcang (Peng Xiaoran). Sang permaisuri pun dikisahkan hamil setelah melewati berbagai konflik rumah tangga.
Namun, alur yang seharusnya menghangatkan hati justru berbelok tajam menjadi tragedi. Putri Xiao Ying (Liu Mengrui), yang tengah berduka setelah kekasihnya Li Hongqing (Luo Mingjie) gugur dalam pertempuran, kehilangan akal sehat. Ia menyalahkan kakaknya sang kaisar atas kematian sang kekasih. Situasi diperparah oleh Du Tingxin (Chen Yihan), sosok guru negara yang berubah jadi penuh kebencian dan menggunakan ilmu terlarang untuk mengendalikan pikiran sang putri.
Xiao Ying pun menyelinap masuk ke istana dengan tujuan membunuh Kaisar Xiao Huan. Yang mengejutkan, sang kaisar—yang digambarkan sebagai ahli bela diri—justru dibuat tak berdaya oleh adiknya sendiri. Ling Cangcang yang saat itu sedang hamil datang untuk melindungi suaminya dan berusaha menyadarkan Xiao Ying. Alih-alih tenang, Xiao Ying malah melayangkan serangan ke arah perut Ling Cangcang. Karena kondisi kandungan yang memang belum stabil, ia langsung mengalami pendarahan hebat dan keguguran di tempat.
Adegan ini langsung memicu gelombang hujatan. Banyak warganet mempertanyakan logika penulisan naskahnya yang dinilai sangat merendahkan kecerdasan penonton.
Komentar-komentar pedas bermunculan di media sosial:
“Baru kemarin hamil, hari ini keguguran. Roller coaster banget. Capek nontonnya.”
“Kaisar jagoan tapi kalah sama putri yang nggak bisa angkat ayam? Lalu istri hamilnya yang harus jadi tameng? Apa-apaan ini?”
“Sudah 2025 masih ada drama begini? Penonton dianggap nggak punya otak?”
“Masih ada 10 episode, aku penasaran apalagi yang mau disiksa dari kita.”
Sebelumnya, penulis novel aslinya, Xie Lounan, memuji akting Ren Jialun namun menyindir akting Peng Xiaoran serta perubahan naskah yang dianggap tak tepat. Peng Xiaoran merespons langsung dan meminta Xie Lounan berhenti menyerang lewat media sosial, memicu tensi panas antara keduanya.
Walaupun terus dihujat, drama Love and Crown masih menyisakan sejumlah episode menjelang akhir cerita. Pertanyaannya: akankah drama ini mampu memperbaiki citra menjelang babak terakhir, atau justru semakin memperkuat cap sebagai drama yang bikin penonton hanya bisa… tepuk jidat?









