LayarHijau.com – Popularitas aktor dan penyanyi asal Tiongkok, Liu Yuning, terus menanjak setelah membintangi drama A Dream Within A Dream (书卷一梦). Namun di tengah sorotan itu, muncul rumor yang menyebut ia sudah lebih dari setahun tidak masuk lokasi syuting karena “naik level” dan kini hanya mau menerima drama dengan posisi pemeran utama. Isu tersebut langsung ditepis Liu Yuning lewat pernyataan tegasnya dalam siaran langsung.
Menanggapi tudingan bahwa dirinya terlalu mementingkan posisi nama atau billing, Liu Yuning berkata lugas, “Kalau aku benar-benar menganggap posisi nama sepenting itu, aku tidak akan bisa sampai di titik sekarang.” Ia menambahkan kalimat yang kemudian viral, “Nilai diriku tidak perlu dibuktikan dengan posisi nama.” Bagi Liu Yuning, perdebatan soal urutan nama di poster hanyalah hal kosong yang tidak menentukan kualitas seorang aktor.
Dalam dua tahun terakhir, Liu Yuning memang tampil konsisten lewat deretan drama kostum yang sukses secara popularitas maupun respons penonton. Setelah A Journey to Love (一念关山), ia melanjutkan langkahnya lewat The Story of Pearl Girl (珠帘玉幕), The Prisoner of Beauty (折腰), hingga A Dream Within A Dream. Empat proyek tersebut mengukuhkan transisinya dari penyanyi ke aktor yang diperhitungkan.
Liu Yuning sendiri pernah mengungkap bahwa A Dream Within A Dream adalah proyek yang paling ia sukai. Ia mengibaratkan masuk lokasi syuting seperti membeli tiket undian: semakin sering mencoba, peluang “menang” akan datang. Namun ia juga menegaskan tidak ingin menghabiskan energi untuk proyek yang kualitasnya buruk. Karena itu, ia memilih beristirahat ketimbang asal menerima tawaran hanya demi terus syuting.
Rumor soal “hanya mau peran utama” pun kembali ia bantah dalam siaran langsung. Menanggapi komentar yang menyebut dirinya kehabisan proyek karena berebut posisi, Liu Yuning menjawab frontal. Menurutnya, terlalu terikat pada urutan nama sama sekali tidak ada artinya. Ia bahkan menyebut, meski hanya mendapat posisi kelima, jika itu memang layak menjadi miliknya, kehormatan itu tetap tidak akan hilang. Sebaliknya, sesuatu yang bukan haknya tidak akan bisa dipertahankan meski berada di posisi teratas.
Ia juga mengaku kerap menyemangati diri sendiri di depan cermin dengan kalimat yang sama: bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh posisi nama. Liu Yuning sadar ucapannya mungkin terdengar berlebihan bagi sebagian orang, namun ia mengaku tidak mempermasalahkannya. Tak lama setelah pernyataan itu, topik “Nilai Liu Yuning Tidak Perlu Dibuktikan dengan Posisi Nama” langsung meroket ke daftar trending Weibo.
Respons publik pun didominasi dukungan. Banyak warganet menyebut pernyataannya sebagai alasan mengapa mereka mengagumi Liu Yuning. Tak sedikit yang menilai bahwa posisi nama memang bukan ukuran sejati nilai seorang aktor, dan bahwa konsistensi karya serta kemampuanlah yang berbicara.
Sejumlah pengamat menilai sikap ini sejalan dengan pilihan karier Liu Yuning dalam dua tahun terakhir. Di A Dream Within A Dream, ia rela berada di posisi kedua billing demi naskah dan rekan main. Hal serupa terjadi di The Prisoner of Beauty, yang juga menempatkannya sebagai posisi kedua billing. Meski begitu, lewat drama tersebut ia justru meraih penghargaan “Aktor Pria Paling Bersinar” dan “VIP Star” dari dua platform video besar, serta menjadi aktor pria yang terlibat dalam beberapa drama dengan capaian penayangan tertinggi.
Langkah Liu Yuning ini dianggap membuka tabir realitas industri hiburan, di mana perebutan posisi nama sering kali lebih ramai dibanding pembahasan kualitas karya. Baginya, “naik level” bukan soal nama yang bergeser ke depan, melainkan hasil nyata, pengakuan industri, dan kepercayaan penonton.
Ketika sebagian orang masih sibuk memperdebatkan urutan nama di poster, Liu Yuning memilih membiarkan karya berbicara. Lewat keberhasilan The Prisoner of Beauty dan A Dream Within A Dream, ia menunjukkan bahwa berada di posisi kedua pun tetap bisa menjadi tumpuan utama sebuah drama.










