LayarHijau.com – Drama kostum investigasi The Imperial Coroner 2 (御赐小仵作2) resmi tayang dan kembali mempertemukan penonton dengan jajaran pemeran utama musim pertama, termasuk Wang Ziqi dan Su Xiaotong. Lima tahun setelah musim pertamanya sukses besar dan disebut sebagai drama kuda hitam, sekuel ini menghadirkan reuni “tim Tiga Badan Hukum” dalam cerita dengan skala lebih besar dan konflik yang lebih rumit. Meski mencatatkan angka awal yang cukup tinggi, respons penonton di China justru terbelah sejak penayangan perdana.
Menurut laporan media hiburan setempat, The Imperial Coroner 2 langsung dibuka dengan rangkaian kasus kematian misterius. Lokasi kejadian yang aneh serta kemunculan tokoh-tokoh dengan identitas tidak jelas membuat alur cerita sejak awal dipenuhi tanda tanya. Potongan-potongan petunjuk yang tampak terpisah perlahan mengarah pada konspirasi besar yang saling berkaitan. Di saat bersamaan, kekuatan luar bernama Nan Zhao mulai ikut campur, sehingga penyelidikan kasus kriminal berkembang menjadi permainan strategi dan kepentingan politik antara berbagai pihak.
Dari sisi performa penayangan, drama ini mencatatkan hasil yang cukup solid. Dalam 20 menit pertama, indeks popularitas internal Tencent dilaporkan menembus angka 22.000. Selain itu, sekitar 1,87 juta penonton ikut ambil bagian dalam interaksi “jamuan pulang” melalui komentar langsung. Sementara itu, total penayangan versi Yunhe pada hari pertama diperkirakan mencapai sekitar 4 juta kali. Meski angka tersebut masih berada di bawah drama papan atas yang tayang di periode yang sama, capaian ini dinilai wajar dan sesuai ekspektasi untuk sebuah sekuel dengan skala produksi menengah.
Kasus pembuka bertajuk “Kasus Tengkorak Mengapung di Jamuan Istana” kembali menonjolkan kekompakan tim utama. Xiao Jinyu tampil sebagai perancang strategi yang merangkai sebab dan akibat, Chu Chu fokus pada pemeriksaan tulang serta detail forensik, Jing Yi bergerak cepat dalam pengumpulan bukti, sementara Leng Yue bertindak tegas saat situasi berubah genting. Kerja sama mereka masih menjadi daya tarik utama, sekaligus memperlihatkan perkembangan karakter yang lebih matang dibanding musim pertama.
Dari segi produksi, The Imperial Coroner 2 mengalami peningkatan signifikan. Biaya per episode dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dibanding musim pertama. Lebih dari 80 persen adegan diambil di lokasi nyata, dengan tata busana dan properti yang disesuaikan dengan sistem serta detail era Dinasti Tang. Namun, peningkatan kualitas visual ini tidak sepenuhnya menghindarkan drama dari kritik.
Sebagian penonton menilai alur kasus pertama berjalan lebih lambat dibanding musim sebelumnya. Ada pula yang merasa tingkat kerumitan kasus menurun, sehingga ketegangan khas drama investigasi tidak sekuat dulu. Selain itu, porsi interaksi rumah tangga antara Chu Chu dan Xiao Jinyu yang kini sudah menikah dianggap terlalu dominan dan dinilai mengurangi fokus pada unsur penyelidikan.
Sebagai informasi, The Imperial Coroner pertama kali tayang pada 2021 dan langsung mencuri perhatian sebagai drama berbiaya kecil yang mampu bersaing dengan produksi besar berkat cerita yang rapi dan karakter yang kuat. Kini, dengan mengandalkan nostalgia pemeran asli serta peningkatan skala produksi, The Imperial Coroner 2 masih membutuhkan waktu untuk membuktikan apakah mampu mengulang kesuksesan musim pertamanya atau justru membentuk jalur cerita baru yang berbeda.
The Imperial Coroner 2 kembali dibintangi oleh Wang Ziqi dan Su Xiaotong sebagai pemeran utama.










