LayarHijau.com – Drama Love Between Lines belakangan ini ramai diperbincangkan penonton, terutama karena karakter tokoh pria utamanya, Xiao Zhiyu, yang dinilai mewakili tipe “kekasih yang membimbing”. Dalam cerita, Xiao Zhiyu bukan hanya menjadi penunjuk arah bagi karier sang tokoh perempuan, Hu Xiu, sebagai arsitek, tetapi juga berperan penting dalam membantunya keluar dari bayang-bayang hubungan masa lalu yang gagal.

Fenomena serupa juga terlihat dalam drama Korea yang tengah populer, Can This Love Be Translated. Tokoh pria Joo Ho-jin mendapat banyak pujian penonton karena dinilai memiliki karakter yang sejalan dengan konsep “kekasih yang membimbing”. Tokoh perempuan, Cha Mu-hui, digambarkan tumbuh dalam keluarga yang kurang harmonis sehingga membuatnya ragu dan takut dalam menjalin hubungan. Setelah mengalami cedera saat syuting dan kemudian menderita gangguan kepribadian, kehadiran Joo Ho-jin menjadi sandaran paling dapat diandalkan, baik dalam urusan cinta maupun kariernya.

Selain dua drama tersebut, karakter serupa juga muncul dalam sejumlah karya lain. Tokoh Lin Yusen dalam Shine on Me, Zhou Sheng’an dalam drama pendek Summer Rose, serta Duan Xiuming dalam What a Good Girl sama-sama menuai perhatian publik karena membawa citra “kekasih yang membimbing” dengan ciri yang relatif serupa.

Secara umum, tipe karakter ini digambarkan sebagai sosok yang cakap, menghormati pasangannya, serta mendukung pertumbuhan dan kemandirian orang yang dicintainya. Popularitas mereka dianggap sejalan dengan keinginan penonton masa kini yang ingin tetap mandiri sebagai individu, namun pada saat yang sama juga mendambakan hubungan romantis yang sehat dan saling mendukung.
Dari drama China hingga drama luar negeri, dari serial panjang hingga drama pendek, konsep “kekasih yang membimbing” kini terlihat sebagai jalur baru bagi tokoh pria dalam genre drama romantis urban. Banyak pihak menilai, ke depan akan semakin banyak karakter pria dengan tipe serupa yang muncul di layar.
Meski istilah “kekasih yang membimbing” baru populer sejak tahun lalu dan cepat menyebar, konsep karakter ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Pada 2011, drama Love Keeps Going sudah menampilkan karakter Han Yilie, tokoh pria yang meski bersikap dominan dan tegas, tetap menghormati tokoh perempuan dan membantu Cha Mele yang memiliki kecenderungan selalu menyenangkan orang lain untuk membangun kembali jati diri serta keluar dari pola hubungan yang merugikan. Contoh lain muncul dalam drama The First Half of My Life tahun 2017, di mana Luo Zijun yang bercerai dan tidak memiliki kemampuan hidup mandiri, perlahan berkembang berkat bimbingan dan dukungan He Han.
Dari sini terlihat bahwa tipe karakter tersebut sebenarnya sudah lama hadir, hanya saja belakangan muncul secara bersamaan di berbagai judul dan kemudian dirangkum serta dipopulerkan kembali melalui label pemasaran yang seragam.
Jika dilihat lebih jauh, Xiao Zhiyu dalam Love Between Lines masih membawa nuansa “bos dingin dan berlidah tajam”, sementara Joo Ho-jin dalam Can This Love Be Translated tetap melanjutkan citra pria dewasa yang lembut dan penuh perhatian. Istilah “kekasih yang membimbing” pada dasarnya merupakan pengembangan dari karakter pria tradisional, yang dipadukan dengan selera penonton masa kini, lalu diperkuat melalui strategi promosi.
Meski tingkat kebaruannya terbatas, upaya memberikan sentuhan segar pada karakter tokoh pria tetap dipandang sebagai sebuah eksperimen yang layak diapresiasi.










