Love Between Lines: Chen Xingxu Bahas Jumlah Adegan Ciuman, Ungkap Adegan yang Berkesan

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama romantis urban Love Between Lines (轧戏) yang dibintangi Chen Xingxu dan Lu Yuxiao kini telah menayangkan seluruh episodenya. Sejak penayangan hingga tamat, drama ini kerap dibicarakan karena deretan adegan romantisnya, termasuk adegan ciuman yang dinilai cukup berani untuk ukuran drama cinta urban. Dalam wawancara bersama Sohu Entertainment yang dilakukan saat penayangan berlangsung, Chen Xingxu sempat membahas secara terbuka pandangannya soal adegan-adegan tersebut.

Menanggapi perbincangan mengenai banyaknya adegan ciuman, Chen Xingxu mengaku tidak pernah menghitung jumlah pastinya. Ia bahkan terlihat terkejut ketika pewawancara menyinggung kemungkinan adanya sekitar 27 adegan ciuman di dalam drama ini.

“Saya juga tidak tahu jumlahnya. Saya tidak pernah menghitung,” ujar Chen Xingxu. Ia menegaskan bahwa jumlah adegan ciuman bukanlah hal yang ia perhatikan secara khusus. “Bagi saya, semuanya harus berada di titik yang pas. Adegan seperti itu perlu muncul di momen yang tepat,” katanya.

- Advertisement -

Salah satu adegan yang sempat ia singgung sebagai adegan penting adalah ciuman lewat jendela mobil, yang kini telah ditayangkan dan menjadi salah satu momen yang cukup dibicarakan penonton. Chen Xingxu mengungkap bahwa adegan tersebut awalnya ditulis sangat sederhana di dalam naskah.

“Di naskah sebenarnya tidak ada yang rumit, hanya ditulis dua orang berpisah lalu berciuman, tidak ada penjelasan detail,” jelasnya. Namun dalam proses syuting, adegan tersebut kemudian dikembangkan sehingga menghasilkan versi yang lebih kuat secara visual dan emosional.

Pengembangan adegan tersebut tidak lepas dari peran sutradara Mao De Shu. Chen Xingxu mengaku selama proses syuting sering kali merasa kagum dengan pendekatan sang sutradara, terutama dalam menggarap adegan-adegan romantis.

- Advertisement -

“Banyak sekali momennya. Seperti adegan sakura, baik itu ciuman di bawah sakura maupun adegan bersepeda di bawah pohon sakura. Semua itu membuat saya merasa visualnya sangat indah dan benar-benar berbeda,” tutur Chen Xingxu. Ia juga menyoroti penggunaan sudut kamera dan lensa yang menurutnya terasa tidak biasa dibandingkan drama pada umumnya.

Chen Xingxu menyebut bahwa Mao De Shu memberikan banyak ide tambahan dalam penggarapan adegan romantis. “Dia bilang bagian romantis adalah keahliannya,” ungkap Chen Xingxu, menegaskan bahwa sutradaranya memiliki visi yang jelas dalam membangun suasana cinta lewat gambar.

Di luar pembahasan adegan ciuman, Chen Xingxu juga berbicara soal pendekatannya terhadap akting. Ia mengaku sangat memperhatikan ritme kerja dan tidak ingin memaksakan diri untuk terus masuk proyek tanpa pertimbangan.

“Syuting itu adalah proses menguras diri,” katanya. Karena itu, ia berharap bisa memiliki waktu untuk menenangkan diri, menyerap pengalaman hidup, lalu kembali menuangkannya ke dalam peran berikutnya. Ia pun menegaskan bahwa memilih naskah yang tepat jauh lebih penting baginya dibandingkan sekadar menjaga frekuensi tampil.

Dengan pendekatan tersebut, kolaborasi Chen Xingxu dan Mao De Shu dalam Love Between Lines terasa selaras. Drama ini tidak hanya menampilkan romansa secara langsung, tetapi juga menekankan atmosfer, bahasa visual, dan emosi yang dibangun perlahan—sesuatu yang kini bisa dinilai secara utuh setelah seluruh episode resmi ditayangkan.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments