LayarHijau.com – Drama Korea Can This Love Be Translated? (이 사랑 통역 되나요?) resmi menayangkan seluruh 12 episodenya sekaligus dan langsung memancing rasa penasaran penonton soal akhir kisah cinta karakter utama yang diperankan Go Youn-jung dan Kim Seon-ho. Apakah hubungan mereka benar-benar berakhir bahagia, atau justru harus berpisah setelah melalui perjalanan emosional yang panjang?
(Peringatan: penjelasan di bawah mengandung spoiler cerita drama ini)
Mengusung tema tentang apakah perasaan cinta bisa benar-benar “diterjemahkan” dan dipahami oleh orang lain, Can This Love Be Translated? memadukan romansa, perjalanan lintas negara, serta elemen reality show internasional. Ditulis oleh Hong Jung-eun dan Hong Mi-ran (Hong Sisters), drama ini mendapat perhatian sejak awal penayangan berkat premis unik dan jajaran pemeran lintas negara.
Go Youn-jung berperan sebagai Cha Mu-hee, seorang aktris Korea yang meraih ketenaran global setelah membintangi film horor. Sejak mengalami kecelakaan jatuh dari gedung, Mu-hee kerap melihat sosok Do Ra-mi, karakter horor yang pernah ia perankan. Seiring cerita berkembang, terungkap bahwa Do Ra-mi bukan sekadar bayangan atau halusinasi, melainkan manifestasi dari luka batin Mu-hee—sebuah mekanisme pertahanan diri yang terbentuk akibat trauma masa kecil.
Trauma tersebut berasal dari hubungan Mu-hee dengan ibu kandungnya yang mengalami gangguan mental dan pernah melukainya secara emosional. Ketakutan akan ditinggalkan dan tidak dicintai membuat Mu-hee tumbuh dengan keyakinan bahwa cinta pada akhirnya selalu membawa rasa sakit. Karena itulah, ia kerap mendorong orang-orang yang mendekatinya, termasuk pria yang benar-benar mencintainya.
Pria tersebut adalah Joo Ho-jin (Kim Seon-ho), seorang penerjemah multibahasa yang profesional dan pendiam, sekaligus menjadi penerjemah utama dalam produksi reality show internasional yang mempertemukan mereka. Ho-jin jatuh cinta pada Mu-hee bukan karena kata-kata manis, melainkan karena kepribadian Mu-hee yang jujur namun rapuh. Meski begitu, hubungan mereka dipenuhi tarik-ulur akibat ketakutan Mu-hee terhadap komitmen.
Menjelang akhir cerita, kebenaran tentang keluarga Mu-hee akhirnya terungkap. Orang tuanya ternyata tidak meninggal dunia seperti yang selama ini ia yakini. Fakta tersebut disembunyikan oleh pamannya yang mengadopsinya demi melindungi Mu-hee dari masa lalu yang kelam. Setelah mengetahui kebenaran ini, Mu-hee memutuskan untuk menghadapi trauma lamanya secara langsung dan berdialog dengan keluarga kandungnya.
Keputusan ini berdampak besar pada hubungannya dengan Ho-jin. Mu-hee memilih untuk berpisah sementara dan pergi ke New York untuk menemui ibunya. Ia berjanji akan kembali setelah menemukan keberanian untuk mencintai tanpa rasa takut. Bagi Mu-hee, ini adalah langkah penting untuk berdamai dengan dirinya sendiri sebelum bisa menerima cinta sepenuhnya.
Di episode terakhir, janji tersebut akhirnya terwujud. Mu-hee dan Ho-jin kembali bertemu. Mu-hee mencoba mengungkapkan kerinduannya dalam berbagai bahasa, seolah ingin memastikan bahwa perasaannya benar-benar tersampaikan. Namun pada akhirnya, ia menyadari bahwa cinta tidak selalu membutuhkan terjemahan. Mu-hee menutup aplikasi penerjemah dan menyampaikan perasaannya lewat sebuah ciuman, menandai akhir bahagia bagi kisah cinta mereka.
Sementara itu, Hiro Kurosawa (Fukushi Sota), aktor Jepang yang sempat terlibat secara emosional dengan Mu-hee melalui sosok Do Ra-mi, menerima penolakan tersebut dengan lapang dada. Meski gagal dalam urusan cinta, karier Hiro justru mengalami lonjakan besar menuju panggung internasional. Ia tetap menjaga hubungan baik dengan Mu-hee, menegaskan bahwa kisah mereka berlanjut sebagai persahabatan.
Jalur romansa pendukung pun mendapatkan porsi manis. Shin Ji-seon (Lee Yi-dam), produser reality show yang pernah menyimpan perasaan pada Ho-jin, akhirnya menemukan cinta bersama Kim Yong-woo (Choi Woo-sung), manajer Cha Mu-hee. Hubungan mereka menjadi penutup hangat bagi cerita para karakter pendukung.
Dengan seluruh tokoh utama dan pendukung mendapatkan akhir yang positif, Can This Love Be Translated? menutup ceritanya dengan pesan yang konsisten sejak awal: cinta bisa diungkapkan dalam berbagai bahasa, tetapi ketulusan hati tetap menjadi bahasa yang paling jujur dan universal.










