LayarHijau.com— Kontroversi muncul setelah sejumlah media Korea Selatan memberitakan bahwa aktor Cho Jin-woong pernah dikirim ke pusat penahanan remaja saat duduk di bangku SMA terkait dugaan pencurian kendaraan dan pelecehan seksual. Menanggapi laporan tersebut, pihak agensi menyatakan bahwa mereka tengah memverifikasi kebenarannya.
Pada 5 Desember, media hiburan Dispatch melaporkan bahwa Cho Jin-woong diduga menghadapi persidangan pidana ketika ia berada di kelas dua SMA. Saat itu, ia disebut dijerat dengan dakwaan perampokan dan pemerkosaan berdasarkan Undang-Undang Pemberatan Kejahatan Tertentu.
Mengutip narasumber, laporan itu menyatakan bahwa Cho Jin-woong dan rekan-rekannya diduga mencoba melakukan pelecehan seksual di dalam kendaraan curian. Akibat insiden tersebut, ia disebut-sebut dikirim ke lembaga pemasyarakatan remaja dan menghabiskan masa kelas tiga SMA di fasilitas tersebut.
Tidak hanya itu, tuduhan lain juga bermunculan, termasuk bahwa Cho pernah dikenai denda karena menyerang rekan teaternya di awal karier serta kehilangan SIM karena kasus mengemudi dalam keadaan mabuk. Dispatch menambahkan bahwa Cho menggunakan nama ayahnya, Cho Jin-woong, sebagai nama panggung, bukan nama legalnya Jo Won-jun. Sejumlah informan berspekulasi apakah pergantian nama itu terkait masa lalunya, namun tidak ada bukti yang diungkapkan media tersebut mengenai dugaan riwayat kriminal Cho.
Agensi Saram Entertainment menyampaikan kepada beberapa media, “Kami sedang memastikan kebenaran laporan tersebut” dan akan memberikan pernyataan resmi setelah proses verifikasi selesai.
Chosun.com melaporkan telah mencoba menghubungi pihak agensi berkali-kali, tetapi tidak mendapat tanggapan. Seorang perwakilan hanya menyebut bahwa pihak yang bertanggung jawab sedang tidak dapat dihubungi.
Cho Jin-woong memulai debut pada 2004 lewat film Once Upon a Time in High School. Ia kemudian membintangi sejumlah proyek populer seperti Assassination, Nameless Gangster: Rules of the Time, serta drama Signal.










