Penulis Novel Ten Days Till the End Mengaku Baru Tahu Rumor Casting Xiao Zhan dari Trending Topic

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Kabar bahwa Xiao Zhan akan membintangi adaptasi drama dari novel populer Ten Days Till the End (十日终焉) tiba-tiba memicu perbincangan besar di media sosial. Namun di tengah ramainya spekulasi tersebut, penulis asli novel itu, Sha Chong Dui Dui Yuan (杀虫队队员), justru mengungkapkan bahwa ia sendiri baru mengetahui kabar tersebut dari trending topic di internet.

Menurut laporan yang beredar pada 15 Maret, rumor mengenai keterlibatan Xiao Zhan sebagai pemeran utama karakter Qi Xia dalam adaptasi layar dari novel tersebut mulai menyebar luas di kalangan penggemar aktor maupun pembaca novel. Kombinasi antara aktor papan atas dan IP web novel populer ini langsung memancing diskusi tentang apakah proyek tersebut benar-benar akan terwujud.

- Advertisement -

Menanggapi rumor tersebut, sang penulis kemudian memberikan klarifikasi. Ia mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mendapat pemberitahuan resmi mengenai kabar tersebut. Informasi tentang kemungkinan Xiao Zhan memerankan Qi Xia justru ia ketahui dari internet.

Ia menjelaskan bahwa saat ini keterlibatan penulis dalam proses adaptasi web novel ke film atau drama memang semakin berkurang. Menurutnya, banyak keputusan penting—termasuk pemilihan pemeran—biasanya ditentukan oleh beberapa platform besar yang bekerja sama dalam produksi.

- Advertisement -

“Sekarang keterlibatan penulis semakin rendah. Pada dasarnya keputusan seperti ini dibuat oleh beberapa platform,” ujarnya.

Situasi ini kemudian memicu komentar dari para netizen. Banyak yang menyindir bahwa kondisi tersebut seperti “orang tua kandung yang harus membuka Weibo dulu untuk tahu siapa yang mengadopsi anaknya.”

Meski demikian, sang penulis menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki sikap terbuka terhadap adaptasi karya tersebut ke dalam bentuk drama atau film. Ia mengatakan bahwa hampir tidak ada penulis yang tidak ingin melihat karyanya melangkah ke panggung yang lebih besar.

Menurutnya, adaptasi layar dapat membawa sebuah karya menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Ia menilai bahwa sebuah web novel populer mungkin hanya mencapai puluhan juta pembaca, sementara drama televisi atau serial yang sukses bisa menjangkau penonton hingga miliaran orang.

Karena itu, ia mengaku berharap jika adaptasi tersebut benar-benar diproduksi, hasilnya dapat semakin mendekati cerita asli novel sehingga mampu memuaskan para pembaca sekaligus penonton drama.

Setelah komentarnya beredar, perdebatan di kalangan netizen pun semakin ramai. Pendapat publik dengan cepat terbagi menjadi dua kubu.

- Advertisement -

Sebagian pihak mendukung kemungkinan casting Xiao Zhan. Mereka menilai aktor tersebut telah membuktikan kemampuannya dalam memerankan karakter kompleks melalui sejumlah proyek besar, termasuk drama Legend of Zang Hai. Menurut para pendukungnya, karakter Qi Xia yang dikenal memiliki sifat jenius, ekstrem, dan penuh kegilaan yang terkendali dianggap cukup cocok dengan aura akting Xiao Zhan.

Selain itu, status Xiao Zhan sebagai aktor papan atas juga dinilai bisa membantu proyek adaptasi ini memperoleh investasi besar dan perhatian publik yang luas.

Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kecocokan tersebut. Para pengkritik menilai karakter Qi Xia memiliki rentang emosi yang sangat ekstrem, mulai dari ketenangan dingin hingga kegilaan yang intens, sehingga menuntut kemampuan akting yang sangat presisi.

Ada juga kekhawatiran bahwa kehadiran aktor dengan popularitas sangat besar dapat membuat fokus cerita terlalu bertumpu pada satu karakter, sementara novel aslinya justru terkenal karena menghadirkan banyak karakter kuat dalam sebuah narasi ensemble.

Pada akhirnya, rumor yang bermula dari satu kabar di internet ini tidak hanya memicu perdebatan mengenai siapa yang cocok memerankan Qi Xia. Diskusi tersebut juga secara tidak langsung menyoroti realitas industri adaptasi web novel saat ini.

Dalam banyak kasus, platform dan perusahaan produksi memegang kendali utama dalam proses pengembangan proyek, sementara penulis asli sering kali berada di luar lingkaran pengambilan keputusan.

Ketika nasib sebuah karya akhirnya ditentukan oleh pasar dan strategi industri, publik pun mulai bertanya-tanya: apakah adaptasi tersebut nantinya akan menjadi karya berkualitas yang setia pada novel aslinya, atau sekadar proyek yang mengejar popularitas dan tren pasar?

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments