LayarHijau.com – Pada 15 Maret 2026, drama kostum populer Pursuit of Jade (逐玉) tiba-tiba mengumumkan perubahan besar pada jadwal penayangannya. Pengumuman tersebut langsung memicu kehebohan di kalangan penggemar drama dan membuat sejumlah topik terkait naik ke jajaran trending di media sosial Tiongkok.
Tagar seperti #逐玉开始单更了# (Pursuit of Jade mulai tayang satu episode per hari), #逐玉会员双更变单更# (update dua episode untuk member berubah jadi satu episode), dan #剧迷集体陷入追更焦虑# (penggemar drama mengalami “kecemasan menunggu episode baru”) dengan cepat melonjak ke daftar pencarian teratas. Dalam waktu singkat, jumlah pembacaan topik tersebut menembus ratusan juta dan memicu diskusi luas di kalangan penonton.
Perubahan ini terjadi ketika pihak produksi mengumumkan bahwa mulai 15 Maret, jadwal pembaruan episode untuk pengguna VIP resmi diubah dari dua episode per hari menjadi satu episode per hari. Sementara itu, jadwal pembaruan untuk pengguna non-member tetap tidak berubah. Keputusan ini langsung memicu reaksi kuat dari para penggemar yang sudah terbiasa mengikuti dua episode setiap hari.
Untuk penonton internasional, sebenarnya perubahan jadwal ini telah lebih dulu diumumkan sehari sebelumnya. Platform global WeTV diketahui telah mempublikasikan penyesuaian jadwal tayang tersebut pada 14 Maret, termasuk perubahan dari dua episode menjadi satu episode per hari. Namun, kemungkinan hanya sebagian penonton internasional yang menyadari informasi ini karena pengumuman tersebut tidak langsung memicu diskusi besar seperti yang terjadi di media sosial Tiongkok sehari kemudian.

Sejak penayangannya, Pursuit of Jade memang berkembang menjadi salah satu drama kostum paling populer tahun 2026. Drama ini dikenal dengan cerita kebangkitan dua karakter kuat, akting para pemain yang konsisten, serta kualitas produksi yang disebut-sebut memiliki nuansa sinematik.
Popularitasnya tercermin dari berbagai data performa platform. Di Tencent Video, tingkat popularitas drama ini telah melampaui angka 25.000, sementara di iQIYI angkanya menembus 10.000. Selain itu, menurut data Yunhe, pangsa pasar pemutaran efektif untuk episode utamanya mencapai 41,1 persen, menjadikannya salah satu drama dengan performa paling kuat saat ini.
Sebelumnya, platform sengaja memberikan keuntungan bagi pelanggan VIP dengan jadwal “dua episode per hari”. Sistem ini membuat penonton bisa mengikuti alur cerita dengan cepat dan menciptakan kebiasaan menonton harian yang intens. Karena itulah, ketika jadwal tersebut tiba-tiba berubah menjadi satu episode per hari, banyak penggemar merasa kesulitan beradaptasi.
Alasan drama ini mampu memicu reaksi besar dari penonton berkaitan erat dengan daya tarik ceritanya. Pursuit of Jade disutradarai oleh Zeng Qingjie dan dibintangi Zhang Linghe serta Tian Xiwei. Drama ini diadaptasi dari novel karya Tuanzi Laixi berjudul Hou Fu Ren Yu Sha Zhu Dao (侯夫人与杀猪刀).
Berbeda dari banyak drama romansa kostum yang biasanya menampilkan pola “gadis polos dan pria dominan”, drama ini menghadirkan pasangan protagonis yang sama-sama kuat dan berkembang bersama. Alur ceritanya membentang sepanjang 40 episode dengan perpaduan kisah kehidupan rakyat biasa, romansa, serta intrik politik yang terus berkembang tanpa terasa bertele-tele.
Dalam drama ini, Tian Xiwei memerankan Fan Changyu, seorang gadis putri tukang daging yang memiliki kepribadian tegas, berani, dan penuh tekad. Karakter tersebut memperlihatkan perjalanan besar dari seorang gadis rakyat biasa yang membawa pisau pemotong daging hingga akhirnya menjadi seorang perempuan yang mampu mengenakan baju perang di medan pertempuran.
Sementara itu, Zhang Linghe memerankan Xie Zheng, seorang bangsawan yang menyembunyikan identitasnya setelah keluarganya dihancurkan oleh musuh. Demi memerankan karakter ini, Zhang Linghe dikabarkan menurunkan berat badan hingga sekitar 7,5 kilogram untuk menampilkan sosok bangsawan yang terlihat rapuh namun tetap menyimpan keteguhan dan tekad kuat.
Drama ini juga menghadirkan sejumlah adegan yang sangat diingat penonton, seperti pertemuan di malam bersalju, adegan bersembunyi di kandang babi, hingga momen romantis dengan permen kulit jeruk yang menjadi salah satu adegan ikonik. Selain itu, produksi drama turut memasukkan unsur budaya tradisional seperti opera Qin dan seni bayangan kulit, yang menambah kedalaman visual sekaligus nuansa budaya.
Tak lama setelah pengumuman perubahan jadwal tayang dirilis, reaksi penonton langsung memadati kolom komentar resmi. Banyak penggemar mengaku kecewa karena merasa “kesenangan menonton mereka berkurang setengah”.
Sebagian komentar berbunyi, “Baru saja mulai benar-benar seru, tiba-tiba jadi satu episode sehari. Rasanya seperti harus menunggu selamanya,” sementara yang lain menulis, “Dua episode saja rasanya masih kurang, bagaimana kalau hanya satu episode?”
Di sisi lain, sebagian penonton mencoba melihat perubahan ini dari sudut pandang yang lebih positif. Mereka menilai keputusan memperlambat ritme tayang mungkin bertujuan menjaga kualitas cerita di bagian selanjutnya.
Banyak yang berpendapat bahwa produksi drama ini memang dikenal sangat detail, dengan visual yang sering dianggap layak dijadikan wallpaper. Karena itu, jadwal yang lebih lambat mungkin memberi waktu lebih bagi tim produksi untuk memastikan kualitas cerita tetap konsisten.
Menariknya, di tengah perasaan “kecemasan menunggu episode baru”, para penggemar justru semakin aktif berdiskusi di media sosial. Banyak yang mulai membagikan analisis alur cerita, tangkapan layar adegan favorit, hingga teori mengenai perkembangan karakter dan petunjuk intrik politik dalam cerita.
Sebagian penggemar bahkan membuat rangkuman perjalanan karakter serta berbagai petunjuk cerita yang mungkin baru akan terungkap di episode mendatang. Diskusi semacam ini justru semakin meningkatkan perhatian publik terhadap drama tersebut.
Pada akhirnya, fenomena “kecemasan menunggu episode baru” yang muncul setelah perubahan jadwal tayang ini dianggap sebagai bukti kuat dari popularitas Pursuit of Jade. Reaksi emosional dari penonton menunjukkan betapa besar ketertarikan mereka terhadap cerita dan karakter dalam drama tersebut.
Di balik kontroversi perubahan jadwal ini, banyak pihak melihatnya sebagai tanda bahwa drama berkualitas masih mampu menarik perhatian luas penonton. Dengan cerita yang kuat, karakter yang berkembang, serta produksi yang digarap serius, drama ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang membuat penonton sulit berhenti mengikuti kisahnya.
Kini, para penggemar hanya bisa menunggu dengan lebih sabar setiap episode baru sambil terus membahas berbagai detail cerita. Bagi sebagian penonton, jeda yang lebih panjang justru memberi kesempatan untuk kembali menonton adegan-adegan favorit dan menemukan detail baru yang mungkin sebelumnya terlewat.










