Drama Baru Tian Jiarui, Soul Judgement of Nine Rivers Picu Kontroversi, Dituding Ubah Karakter Utama Wanita Jadi Pria

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama fantasi kostum terbaru Soul Judgement of Nine Rivers (魂判九川, terjemahan sementara) langsung menjadi sorotan sejak diumumkan memulai proses syuting pada 10 Maret 2026 di Hengdian. Serial yang dibintangi oleh aktor muda Tian Jiarui ini awalnya mencuri perhatian lewat antusiasme besar para penggemar, namun dalam waktu singkat juga terseret dalam kontroversi besar terkait perubahan karakter utama dari perempuan menjadi laki-laki.

Pada hari pembukaan syuting, suasana di lokasi produksi terlihat meriah. Tian Jiarui tampil dengan rambut panjang bergelombang bergaya liar sambil menggendong seekor anjing kecil, sementara penggemar menyiapkan dinding bunga dukungan sepanjang sekitar 20 meter. Popularitas acara tersebut langsung melonjak di media sosial, dengan topik terkait drama ini mencapai lebih dari 300 juta pembacaan hanya dalam setengah hari.

- Advertisement -

Namun di balik euforia tersebut, perdebatan panas justru muncul di internet. Banyak warganet menyadari bahwa drama ini diadaptasi dari novel populer karya Yan Xiaomo berjudul Nine Girls, She Is Rebellious and Wild (九姑娘她一身反骨人还狂). Novel tersebut dikenal sebagai cerita dengan tokoh utama perempuan yang kuat tanpa pasangan romantis, tetapi versi dramanya justru mengubah tokoh utama menjadi karakter pria.

Premis Cerita yang Menarik Perhatian

Terlepas dari kontroversi tersebut, premis cerita Soul Judgement of Nine Rivers sendiri dianggap memiliki daya tarik kuat bagi penonton drama fantasi.

Dalam serial ini, Tian Jiarui memerankan Yun Jiuchuan (dalam novel bernama Lang Jiuchuan). Ia awalnya merupakan putra sah dari cabang kedua keluarga bangsawan di kediaman Marquis Kaiping. Hidupnya berubah tragis ketika ia diracuni dan mati secara tidak adil di sebuah kuburan massal.

- Advertisement -

Namun kisah sebenarnya baru dimulai setelah kematiannya. Di alam baka, sosok yang dikenal sebagai “hantu paling ditakuti” secara tak sengaja menggunakan tubuhnya untuk kembali ke dunia manusia. Jiwa yang masuk ke tubuh Yun Jiuchuan ternyata adalah Tianxing Zhenjun, sosok dewa yang dahulu mengendalikan hukum sebab akibat.

Tubuh Yun Jiuchuan sendiri berada dalam kondisi rapuh. Ia kehilangan sebagian jiwa dan roh, sehingga harus mengumpulkan pahala untuk memperpanjang hidupnya. Di sisi lain, jiwanya sangat kuat dan penuh pemberontakan. Kontras antara tubuh yang lemah dan jiwa yang kuat inilah yang menjadi daya tarik utama karakter tersebut.

Dalam perjalanan mencari kebenaran di balik kematiannya, Yun Jiuchuan membuka sebuah toko bernama “Wan Shi Pu” yang menangani berbagai kasus aneh antara dunia manusia dan dunia roh. Ia juga harus menghadapi konspirasi seorang guru negara serta menjalin kontrak hidup bersama roh harimau putih bernama Jiang Li yang gagal melewati ujian surgawi.

Cerita drama ini menggabungkan dua jalur cerita sekaligus: intrik kekuasaan di lingkungan keluarga bangsawan serta penyelidikan kasus supernatural di dua dunia. Kombinasi ini membuat cerita dipandang memiliki potensi besar sebagai drama fantasi penuh aksi dan misteri.

Perubahan Karakter Utama Memicu Perdebatan

Meski ceritanya menarik, kontroversi muncul ketika publik menyadari perubahan besar dari materi aslinya.

Dalam novel Nine Girls, She Is Rebellious and Wild, tokoh utama adalah Lang Jiuchuan, seorang perempuan yang dikenal sebagai “peramal dengan mulut tajam”. Ia memiliki kemampuan membaca takdir, memecahkan kasus supernatural, serta mengumpulkan pahala untuk memperpanjang hidup setelah mengalami kebangkitan kembali dari kematian.

- Advertisement -

Semua pencapaian dan momen penting karakter tersebut—mulai dari membuka toko misteri, menyelesaikan berbagai kasus gaib, hingga menjalin kontrak dengan roh harimau putih—merupakan perjalanan seorang tokoh perempuan yang kuat dan mandiri.

Namun dalam versi drama, hampir seluruh elemen cerita tersebut dipindahkan kepada karakter pria Yun Jiuchuan. Perubahan ini memicu kritik dari sebagian penggemar novel yang menilai bahwa kisah perempuan yang kuat justru dihapus dalam proses adaptasi.

Di sisi lain, ada pula penonton yang berpendapat bahwa selama cerita tetap menarik, perubahan gender karakter tidak menjadi masalah besar.

Pernyataan Resmi Tim Produksi

Pada 15 Maret, tim produksi Soul Judgement of Nine Rivers akhirnya merilis pernyataan resmi untuk menanggapi perdebatan yang berkembang di internet.

Dalam pernyataan tersebut, tim produksi menyapa para penggemar yang mengikuti perkembangan drama ini dan menyatakan bahwa mereka memahami kekhawatiran publik terkait keputusan kreatif dalam adaptasi cerita.

Mereka menegaskan bahwa setiap upaya inovasi memang selalu membawa risiko. Namun menurut tim produksi, tujuan mereka bukanlah untuk secara sengaja membalikkan atau merusak karya asli, melainkan melakukan perluasan dramatik yang berani sambil tetap mempertahankan inti cerita dari novel tersebut.

Tim produksi juga menekankan bahwa para kreator di balik proyek ini—termasuk para kreator perempuan—tidak pernah memiliki niat untuk memperlakukan karakter atau kelompok mana pun dengan sikap yang sembrono. Mereka berharap makna sebenarnya dari “pengadilan jiwa” dalam cerita ini nantinya akan dinilai langsung oleh para penonton ketika serial tersebut resmi ditayangkan.

Selain itu, pihak produksi juga menegaskan bahwa seluruh hak adaptasi drama Soul Judgement of Nine Rivers diperoleh melalui kerja sama resmi dengan pemegang hak cipta asli. Proyek ini disebut sebagai karya independen yang dibuat berdasarkan izin hukum yang sah.

Di akhir pernyataan tersebut, tim produksi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kesabaran publik serta berjanji akan berusaha memenuhi harapan para penonton.

Sikap Diam Penulis Novel

Menariknya, hingga kini penulis novel Yan Xiaomo belum memberikan komentar publik terkait kontroversi tersebut.

Komunitas penggemar dan grup pembaca novel tersebut masih aktif, tetapi sang penulis tidak pernah merespons perdebatan yang muncul di internet. Sikap diam ini memicu berbagai spekulasi mengenai posisi penulis dalam proses adaptasi.

Beberapa pengamat menilai kondisi ini mencerminkan realitas industri adaptasi IP di mana penulis sering kehilangan pengaruh setelah hak cipta dijual kepada perusahaan produksi.

Perdebatan Lebih Luas tentang Adaptasi IP

Kontroversi Soul Judgement of Nine Rivers juga memicu diskusi yang lebih luas tentang adaptasi karya fiksi daring ke layar kaca.

Sebagian kritikus berpendapat bahwa perubahan karakter utama perempuan menjadi laki-laki mencerminkan kecenderungan industri yang lebih percaya pada proyek dengan tokoh pria sebagai pusat cerita. Dalam kondisi tersebut, karya yang awalnya menampilkan perempuan kuat terkadang diubah agar dianggap lebih “aman” secara pasar.

Fenomena ini dianggap dapat mempersempit ruang bagi karakter perempuan dalam drama, meskipun cerita aslinya justru lahir dari karya penulis perempuan dengan basis pembaca perempuan yang kuat.

Di sisi lain, pihak produksi dan sebagian penonton berpendapat bahwa adaptasi selalu melibatkan perubahan kreatif, sehingga hasil akhirnya tidak harus identik dengan materi sumber.

Antara Kontroversi dan Harapan

Terlepas dari polemik yang terjadi, Soul Judgement of Nine Rivers tetap memiliki sejumlah modal kuat sebagai drama yang dinantikan.

Selain popularitas Tian Jiarui yang meningkat sejak tampil dalam drama My Journey to You dan Fangs of Fortune, serial ini juga didukung oleh tim produksi berpengalaman di balik layar. Kombinasi cerita fantasi, misteri, serta konflik kekuasaan membuat drama ini dipandang memiliki potensi besar di pasar drama kostum.

Saat ini proses syuting masih berlangsung di Hengdian. Apakah Soul Judgement of Nine Rivers akan menjadi drama kontroversial yang gagal memenuhi ekspektasi atau justru menjadi kejutan besar di dunia drama fantasi, jawabannya baru akan terlihat ketika serial tersebut resmi tayang di platform streaming Tencent Video nanti.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments