Sutradara Senior Hong Kong Tanggapi Kebocoran Pursuit of Jade: Aksi Orang Dalam Sulit Dicegah, Pelaku Sulit Dilacak

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Sutradara senior Hong Kong Wong Jing akhirnya buka suara terkait kasus bocornya seluruh episode drama kostum Pursuit of Jade (逐玉) yang tengah ramai diperbincangkan. Dalam video yang dirilis pada 24 Maret 2026, ia tidak hanya membahas kualitas produksi drama tersebut, tetapi juga menyoroti sisi gelap industri yang kembali terungkap lewat insiden ini.

Pernyataannya langsung memicu perhatian luas di media sosial. Dua tagar terkait komentarnya bahkan melesat ke puncak trending dan mencatatkan lebih dari 800 juta pembacaan dalam waktu singkat. Banyak pelaku industri hingga penonton umum merasa apa yang disampaikan Wong Jing mewakili keresahan yang selama ini jarang diungkap secara terbuka.

- Advertisement -

Dalam videonya, Wong Jing memberikan penilaian profesional terhadap kualitas visual Pursuit of Jade. Ia secara khusus memuji pencahayaan dan pengolahan warna yang dinilai sangat detail. “Pencahayaannya sangat diperhatikan, terutama pada wajah para aktor. Detailnya halus, dan color grading-nya menghadirkan tekstur yang kuat, membuat visualnya terasa indah sekaligus punya atmosfer,” ujarnya.

Drama yang dibintangi Zhang Linghe dan Tian Xiwei ini memang sukses menarik perhatian sejak awal penayangan berkat kualitas produksi yang rapi serta karakter utama yang kuat. Popularitasnya terus meningkat di berbagai platform, sebelum akhirnya pada 21 Maret lalu seluruh episode tersebar dalam versi bajakan berkualitas tinggi, bahkan masih menyertakan watermark proses sensor.

File tersebut dilaporkan beredar melalui berbagai jalur seperti layanan penyimpanan cloud dan grup tertutup dengan harga murah. Selain merusak pengalaman menonton, hal ini juga menimbulkan kerugian besar bagi pihak produksi dan platform penayangan.

- Advertisement -

Menanggapi situasi tersebut, Wong Jing mengaku sangat memahami dampak pembajakan terhadap industri. Ia pernah mengalami langsung masa ketika film-film Hong Kong dihantam oleh maraknya VCD ilegal. Namun menurutnya, situasi saat ini jauh lebih kompleks dan berbahaya.

“Dulu pembajakan seperti rekaman di bioskop atau VCD ilegal memang merugikan, tapi tidak sampai menghancurkan fondasi industri. Sekarang yang bocor adalah versi lengkap yang belum tayang, dampaknya jauh lebih besar,” katanya.

Ia kemudian menyoroti akar masalah yang paling sulit diatasi, yakni keterlibatan pihak internal. “Proses produksi itu panjang, dari dubbing, color grading, sensor, hingga distribusi, melibatkan banyak orang. Kita tidak tahu di tahap mana file itu disalin, jadi sangat sulit dilacak,” jelasnya.

Wong Jing menegaskan bahwa kebocoran yang melibatkan orang dalam merupakan ancaman paling serius. “Aksi dari orang dalam paling sulit dicegah,” ujarnya, sekaligus menambahkan bahwa dalam banyak kasus, upaya penelusuran sering terbentur keterbatasan bukti.

Kasus Pursuit of Jade sendiri diduga kuat berasal dari internal, mengingat file yang beredar masih memiliki watermark pemeriksaan platform. Namun, seperti yang disampaikan Wong Jing, kondisi ini justru membuat pelacakan pelaku menjadi jauh lebih rumit.

Pernyataan tersebut pun memicu diskusi luas tentang lemahnya sistem perlindungan konten di industri hiburan. Banyak pelaku industri ikut angkat bicara, mengungkap celah dalam mekanisme keamanan yang selama ini ada. Sementara itu, warganet menyebut komentar Wong Jing sebagai gambaran nyata dari masalah yang sudah lama terjadi.

- Advertisement -

Insiden ini juga bukan yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah drama populer seperti Joy of Life dan The Vendetta of An juga pernah mengalami kejadian serupa. Kerugian akibat pembajakan bahkan disebut mencapai lebih dari 200 miliar yuan setiap tahunnya.

Di akhir pernyataannya, Wong Jing menyerukan perlunya perbaikan sistem secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran hak cipta di kalangan pekerja industri, serta perlunya regulasi yang lebih tegas untuk menindak pelanggaran.

“Harus ada mekanisme perlindungan yang lebih kuat, dan pelanggaran seperti ini harus dihukum berat. Hanya dengan begitu, karya para kreator bisa benar-benar dihargai,” tegasnya.

Seiring dengan semakin meluasnya perbincangan, publik berharap insiden ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan hak cipta, sehingga industri hiburan dapat berkembang dalam ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments