LayarHijau.com – Aktor Thailand James Jirayu Tangsrisuk mengungkap pernah mengalami masa paling buruk dalam hidupnya setelah terkenal di industri hiburan. Dalam program On the way with Chom, James bercerita bahwa ia dulu hampir setiap malam pergi minum dan berkumpul dengan teman-temannya hingga kondisi kesehatannya perlahan menurun.
“Setelah syuting drama selesai, saya langsung pergi nongkrong dan minum. Sebelum balik syuting, saya cuma sempat mandi,” ungkap James.
Ia mengaku saat itu hampir tidak pernah tidur dengan benar. Bahkan, waktu istirahatnya lebih banyak digunakan untuk tidur singkat saat jeda makan di lokasi syuting.
Menurut James, gaya hidup tersebut bermula karena tekanan pekerjaan dan rasa lelah setelah mulai dikenal luas publik.
“Waktu itu rasanya semua orang ingin sesuatu dari saya. Saya jadi merasa sangat lelah,” katanya.
Lama-kelamaan, kondisi tubuhnya mulai bermasalah. James mengatakan alerginya kambuh dan tubuhnya terasa semakin tidak sehat akibat kurang istirahat dan terlalu sering minum alkohol.
Dari situ, ia mulai mencoba mengubah gaya hidupnya lewat olahraga. James sempat sangat obsesif dengan lari hingga bisa berlari sampai 20 kilometer setiap hari untuk meluapkan stres dan emosinya.
Ia mengatakan kebiasaan berlari itu berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan, sang istri sampai hafal pola latihannya karena James sering berlari terlalu jauh.
“Kalau saya keluar terlalu lama, istri saya langsung tahu saya pasti lari lebih dari 10 kilometer,” ujarnya sambil tertawa.
Kini, James juga rutin menjalani latihan beban untuk menjaga kondisi tubuhnya. Dalam seminggu, ia biasanya berlatih hampir setiap hari dengan kombinasi lari, latihan kardio, berenang, dan latihan beban.
“Kalau fokus latihan dan tidak main ponsel, 40 sampai 45 menit sebenarnya sudah cukup,” jelasnya.
Aktor tersebut juga memiliki ruang latihan pribadi di rumah agar lebih mudah menjaga konsistensi olahraga tanpa harus membuang waktu di perjalanan.
Belakangan, tubuh atletis James ramai menjadi perbincangan setelah ia memperlihatkan otot perutnya yang mulai terbentuk jelas. Namun, ia mengaku proses mendapatkan bentuk tubuh seperti sekarang tidak mudah.
James mengatakan dirinya pernah menjalani program penurunan lemak tubuh yang sangat ketat selama dua hingga tiga bulan demi mendapatkan otot perut yang terlihat jelas atau six pack untuk pertama kali dalam hidupnya.
“Saya pernah menjalani pola makan ketat dan latihan kardio intensif setiap hari,” katanya.
Meski hasilnya memuaskan, James mengaku efeknya cukup berat bagi tubuhnya.
“Memang tubuh jadi bagus, tapi wajah saya terlihat terlalu kurus dan tidak sehat,” ujarnya.
Kini ia memilih menjalani pola hidup yang lebih seimbang dan tidak terlalu keras terhadap dirinya sendiri. James juga tidak lagi terlalu ketat menghitung kalori makanan seperti dulu.
Selain latihan biasa, James baru-baru ini mencoba mengikuti Hyrox, kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dan tantangan fisik seperti mengangkat serta mendorong beban. Namun ia mengaku pengalaman itu jauh lebih berat dari perkiraannya.
“Awalnya saya pikir mudah karena orang-orang bilang pelari pasti lebih unggul. Tapi waktu ikut langsung, rasanya sampai mau muntah,” katanya.
James mengatakan dirinya baru sadar bahwa latihan lari saja tidak cukup karena kompetisi tersebut membutuhkan kekuatan tubuh secara menyeluruh dan teknik latihan fisik yang spesifik.
Meski begitu, ia justru menikmati tantangan tersebut karena membuatnya merasa kembali bersemangat dalam berolahraga.
Di akhir wawancara, James mengatakan perubahan besar tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa membawa perubahan besar dalam jangka panjang.









