LayarHijau.com – Chunin Exams merupakan salah satu arc paling ikonik dalam Naruto. Namun, di balik lahirnya arc tersebut ternyata ada hubungan menarik dengan Hunter x Hunter. Kousuke Yahagi, mantan editor manga Naruto, mengungkap bahwa konsep Chunin Exams awalnya ia usulkan kepada Masashi Kishimoto setelah terinspirasi dari Hunter Exam dalam manga karya Yoshihiro Togashi.
Selama ini, proses lahirnya Chunin Exams memang memiliki beberapa cerita dari pihak yang terlibat. Dalam wawancara terbaru, Yahagi memberikan penjelasan mengenai bagaimana ide tersebut pertama kali muncul dan apa yang terjadi selama arc itu dikembangkan.

Osmanthus Honey Ala Luke The Early Spring
Osmanthus honey terinspirasi dari drama The Early Spring. Minuman yang sering dibuatkan Luke untuk Flora.
Bentuk produknya seperti selai. Penggunaannya tinggal dicampurkan air hangat atau susu.
Kami memperoleh komisi kecil setiap kali kalian melakukan pembelian melalui link yang kami berikan, tanpa ada tambahan biaya untuk kalian.
Menurut Yahagi, semuanya bermula ketika ia berdiskusi dengan Kishimoto mengenai kelanjutan Naruto setelah arc Land of Waves.
Saat itu, Kishimoto mengaku belum memiliki rencana konkret untuk cerita berikutnya. Yahagi kemudian duduk bersama sang mangaka untuk membahas berbagai kemungkinan dari awal.
“Jadi yang terjadi hanyalah saya bertanya kepada mangaka tentang arc berikutnya, dan dia mengatakan belum memikirkan apa pun. Jadi saya harus duduk bersamanya dan membahas ide dari awal,” ujar Yahagi dalam wawancara dengan YouTuber Mugen.
Chunin Exams Terinspirasi Hunter Exam
Pada periode tersebut, Yahagi juga bekerja sebagai editor Yoshihiro Togashi untuk Hunter x Hunter. Manga tersebut sedang berada di tengah arc Hunter Exam.
Karena Hunter Exam belum lama selesai dikerjakan dalam proses editorial, konsep tersebut kemudian menjadi inspirasi ketika Yahagi mencari gagasan untuk kelanjutan Naruto.
“Belum lama sejak Hunter Exam. [Kishimoto] mengatakan kepada saya bahwa dia belum memikirkan apa yang akan terjadi setelah Land of Waves, jadi saya menyarankan ‘Chunin Exams’ kepadanya,” ungkap Yahagi.
Dari sinilah konsep Chunin Exams mulai terbentuk. Namun, setelah gagasan tersebut diajukan, Kishimoto dan tim editorial tetap mengembangkannya hingga menjadi arc yang kita kenal dalam Naruto.
Hubungan dengan Hunter x Hunter tersebut tidak berarti Chunin Exams hanya mengulang Hunter Exam. Konsep ujian kemudian disesuaikan dengan dunia Naruto dan berkembang menjadi ajang yang mempertemukan para genin dari berbagai desa ninja.
Arc tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mengembangkan banyak karakter sekaligus, termasuk Sasuke, Sakura, Shikamaru, Neji, Rock Lee, Gaara, serta karakter-karakter lainnya.
Yahagi Sempat Disebut “Editor Bodoh”
Meski kemudian menjadi salah satu arc paling populer dalam Naruto, proses serialisasi Chunin Exams tidak selalu berjalan mulus.
Yahagi mengungkap bahwa dirinya mendapat kritik keras dari penggemar ketika arc tersebut masih berlangsung. Pada masa awal internet, ia bahkan mendapat julukan “editor bodoh”.
Yahagi mengatakan dirinya tidak melihat komentar-komentar tersebut secara langsung. Kishimoto yang memperlihatkan reaksi pembaca kepadanya.
Kritik tersebut kemudian turut memengaruhi perkembangan cerita. Yahagi dan Kishimoto memutuskan mengubah sejumlah detail dan mengarahkan cerita ke jalur baru.
“Kami tidak bisa terus berjalan seperti itu, jadi kami mengubah beberapa detail. Kami memutuskan untuk mengubah arah dan memunculkan ide-ide baru setelah melihat reaksi keras tersebut,” jelas Yahagi.
Perubahan tersebut kemudian menghasilkan perkembangan cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar turnamen untuk menentukan siapa yang berhasil menjadi Chunin.
Orochimaru masuk ke dalam konflik Chunin Exams dan akhirnya mengarah pada Konoha Crush, yang mengubah keseluruhan arah cerita.
Jika turnamen berjalan sesuai rencana awal, Kishimoto disebut berencana menjadikan Shikamaru sebagai pemenang Chunin Exams. Namun, jalannya cerita kemudian berubah setelah berbagai perkembangan tersebut.
Kishimoto Pernah Mengatakan Editor “Memaksa” Membuat Chunin Exams
Penjelasan Yahagi juga menarik jika dibandingkan dengan pernyataan Kishimoto dalam wawancara sebelumnya bersama Kendo Kobayashi.
Kishimoto pernah mengatakan bahwa editornya “memaksa” dirinya membuat Chunin Exams. Menurut penjelasan tersebut, pihak editorial ingin memperkenalkan banyak karakter sekaligus dan mempercepat perkembangan cerita.
Kishimoto sendiri pada saat itu sebenarnya ingin melanjutkan Naruto melalui misi-misi dengan tempo yang lebih lambat. Ia bahkan mengatakan bahwa membuat sebuah arc turnamen akan terasa sangat berat baginya.
Jika kedua cerita tersebut dibaca secara bersamaan, keduanya memberikan gambaran mengenai proses yang lebih lengkap di balik lahirnya Chunin Exams.
Yahagi menjelaskan bahwa ketika Kishimoto belum memiliki ide konkret setelah Land of Waves, ia mengusulkan konsep Chunin Exams dengan mengambil inspirasi dari Hunter Exam yang saat itu sedang ia tangani bersama Togashi.
Sementara itu, pernyataan Kishimoto menggambarkan bagaimana setelah konsep tersebut muncul, pihak editorial kemudian memaksa dirinya untuk menggunakan format tersebut demi kebutuhan cerita, termasuk memperkenalkan banyak karakter sekaligus dan mempercepat perkembangan plot.
Dengan demikian, hubungan antara Chunin Exams dan Hunter Exam bukan sekadar kebetulan. Hunter x Hunter memang ikut menjadi sumber inspirasi awal bagi konsep tersebut, sementara proses editorial bersama Kishimoto kemudian mengubahnya menjadi salah satu arc paling terkenal dalam Naruto.
Pada akhirnya, Chunin Exams justru berkembang menjadi salah satu arc turnamen paling berpengaruh dalam sejarah anime dan manga. Format tersebut juga kembali digunakan dalam beberapa cerita anime Naruto dan kemudian dihidupkan kembali secara resmi dalam Boruto: Naruto Next Generations.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

