LayarHijau.com – Aktris China Jing Tian menjadi sorotan setelah pengusaha cryptocurrency Sun Yuchen menggugat dirinya dan kedua orang tuanya terkait sengketa keuangan senilai lebih dari 30 juta yuan atau sekitar Rp67 miliar. Perkara tersebut telah didaftarkan di pengadilan, sementara isu surogasi yang sebelumnya sempat dibantah pihak Jing Tian kembali mencuat di tengah perkembangan kasus ini.
Pada 27 Agustus 2026, pengacara Zhang Qihuai mengonfirmasi bahwa dirinya merupakan kuasa hukum Sun Yuchen. Ia menyebut Sun Yuchen mengajukan gugatan perdata terhadap Jing Tian dan kedua orang tuanya terkait sengketa harta dengan nilai perkara lebih dari 30 juta yuan.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Menurut Zhang Qihuai, perkara tersebut telah diterima dan didaftarkan oleh pengadilan. Pihak Sun Yuchen juga telah mengajukan permohonan konservasi aset. Namun, perkara ini belum memasuki pemeriksaan pokok karena pihak Jing Tian telah mengajukan keberatan terkait yurisdiksi pengadilan dan keberatan tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Hingga kini belum ada putusan akhir.
Dalam keterangannya kepada media, Zhang Qihuai juga mengungkap bahwa Jing Tian dan Sun Yuchen memang pernah menjalin hubungan. Keduanya disebut bahkan telah membicarakan pernikahan sebelum akhirnya berpisah pada paruh pertama 2026.

“Setelah putus, mengembalikan uang saja sudah cukup. Tidak ada tuntutan lain,” kata Zhang Qihuai ketika menjelaskan tuntutan kliennya.
Ia kemudian memperjelas bahwa lebih dari 30 juta yuan yang menjadi pokok sengketa tersebut merupakan uang yang disebut sebagai cai li, yakni pemberian dalam konteks pernikahan. Zhang Qihuai menegaskan bahwa gugatan yang diajukan Sun Yuchen tidak mencantumkan persoalan surogasi.
Hal tersebut menjadi penting karena isu surogasi telah lebih dulu beredar di internet sejak Mei lalu. Saat itu muncul tuduhan bahwa Jing Tian menerima sejumlah besar uang dari seorang pengusaha kaya untuk menjalani proses yang berkaitan dengan surogasi, tetapi kemudian terjadi perselisihan mengenai uang tersebut.
Pihak Jing Tian pada saat itu membantah rumor tersebut. Kini, setelah gugatan Sun Yuchen terungkap dan kuasa hukumnya mengonfirmasi bahwa keduanya pernah menjadi pasangan, rumor lama tersebut kembali menjadi perbincangan publik.
Pada malam yang sama, studio Jing Tian mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan akan menghadapi persoalan tersebut melalui jalur hukum dan menyatakan tidak ingin memperpanjang polemik di ruang publik.
“Reputasi adalah nyawa seorang artis, sekaligus titik lemahnya. Namun, kami berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang menggunakan reputasi artis sebagai alat untuk melakukan ‘碰瓷’,” demikian pernyataan studio Jing Tian.
Istilah “碰瓷” yang digunakan dalam pernyataan tersebut merujuk pada tindakan memanfaatkan atau menciptakan suatu kontroversi untuk memperoleh keuntungan dengan menjadikan reputasi seseorang sebagai sasaran.
Studio Jing Tian kemudian menegaskan bahwa mereka percaya pada hukum dan akan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku. Mereka juga menyatakan menyerahkan penyelesaian perkara kepada pengadilan.
Di tengah sengketa tersebut, Sun Yuchen turut mempublikasikan tulisan panjang berjudul “我的女友景甜” atau “My Girlfriend Jing Tian” melalui platform media sosial pada 27 Agustus.

Dalam tulisan itu, Sun Yuchen menceritakan versinya mengenai hubungan mereka. Ia mengklaim sudah mengetahui Jing Tian sejak 2007 ketika masih menjadi mahasiswa di Peking University. Bertahun-tahun kemudian, keduanya disebut kembali bertemu dan menjalin hubungan hingga membicarakan pernikahan.
Sun Yuchen juga menulis mengenai perjalanan yang mereka lakukan bersama, rencana membeli rumah di Hong Kong, serta rencana memiliki anak melalui surogasi. Ia mengklaim bahwa hubungan tersebut kemudian berakhir setelah muncul perselisihan mengenai uang ketika Jing Tian berada di Los Angeles untuk menjalani proses yang berkaitan dengan pengambilan sel telur.
Dalam tulisannya, Sun Yuchen bahkan mengklaim Jing Tian sempat meminta uang sebesar US$50 juta. Namun, berbagai detail tersebut berasal dari tulisan pribadi Sun Yuchen dan belum menjadi fakta yang diputuskan oleh pengadilan.
Menariknya, tulisan Sun Yuchen tersebut juga diberi keterangan bahwa isinya merupakan karya fiksi. Karena itu, detail mengenai hubungan pribadi, rencana surogasi, hingga permintaan US$50 juta perlu diperlakukan sebagai klaim atau narasi dari pihak Sun Yuchen, bukan fakta hukum yang telah terbukti.
Untuk saat ini, fakta hukum yang telah dikonfirmasi adalah adanya gugatan perdata terhadap Jing Tian dan kedua orang tuanya dengan nilai lebih dari 30 juta yuan. Menurut kuasa hukum Sun Yuchen, tuntutan tersebut berkaitan dengan pengembalian cai li dan bukan gugatan mengenai surogasi.
Perkara masih berada dalam tahap awal dan belum memasuki pemeriksaan pokok. Pihak Jing Tian juga telah mengajukan keberatan mengenai yurisdiksi pengadilan. Dengan demikian, belum ada putusan yang menentukan pihak mana yang benar dalam sengketa tersebut.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


