Review Spider-Man: No Way Home, Saat Impian Penggemar Jadi Nyata

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -
Sutradara: Jon WattsTayang: 15 Desember 2021
Durasi: 2 jam 28 menitPemain: Tom Wolland, Zendaya, Jacob Batalon, Benedict Cumberbatch, Benedict Wong, Willem Dafoe, Jamie Fox, Marisa Tomei, Alfred Molina

Film penuh fanservice

Akting
5 / 5
5
Soundtrack
4 / 5
4
Cerita
5 / 5
5
Aksi
5 / 5
5

Summary

Spider-Man: No Way Home menyajikan banyak adegan fanservice yang sudah ada dalam mimpi para penggemar sejak lama.

Review

Penjelasan di bawah mengandung beberapa spoiler

Setelah berbagai rumor dan wawancara selama hampir setahun belakangan ini, akhirnya film yang kita tunggu akhirnya tayang. Apakah film ini sesuai dengan ekspektasi dan harapan para penggemar? Kalau untuk saya secara pribadi, ya. Film ini berhasil memenuhi harapan saya. Rasanya tidak sia-sia untuk berebut tiket bioskop karena film ini rasanya memuaskan untuk ditonton.

- Advertisement -

Lewat film ini, Marvel sekali lagi ingin memamerkan keahlian mereka dalam meramu cerita yang sekalipun dipenuhi banyak karakter tapi tetap menjadi sebuah cerita yang alami, normal, lucu, aneh, canggung dan mengharukan. Sekalipun dipenuhi berbagai cameo yang penting , film ini tetap berhasil menonjolkan karakter Peter Parker (Tom Holland) sebagai karakter utama dan para cameo ini sebagai karakter pendukung.

Rasanya memuaskan melihat cameo demi cameo muncul dalam film ini. Dan mereka muncul dalam cara yang benar-benar alamiah tapi tetap mengejutkan dan rasanya memuaskan. Yang unik adalah sebagian besar hal lucu dalam film ini muncul atau terjadi karena kebodohan atau keluguan para karakter di dalamnya. Tapi kelucuan-kelucuan ini juga mengingatkan kita jika Peter Parker, MJ dan Ned adalah para remaja di luar kehidupan dan masalah luar biasa yang mereka hadapi. Dan hal ini adalah sesuatu yang patut diapresiasi karena para penulis naskah film ini berusaha menambatkan film ini ke dalam sesuatu yang realistis dan dekat dengan dunia kita.

Beli Miniso Official Miniso Marvel Portabel square Cosmetic Pouch Ironman Spiderman Avengers di sini.

Hal lain yang patut diapresiasi adalah akting para penjahat multiverse kita yang tidak kaleng -kaleng. Willem Dafoe, Jamie Fox dan Alfred Molina benar -benar mampu menampilkan performa yang bagus.Tidak mengherankan jika mereka bisa menjadi aktor papan atas di Hollywood. Bisa dikatakan jika Goblin, Dr. Otto dan Electro dalam film ini memiliki karakter yang tidak satu dimensional seperti yang ditunjukkan dari film-film Spider-Man di mana mereka sebelumnya tampil.

- Advertisement -

Saya juga suka bagaimana para penulis naskah film ini menyajikan plot cerita yang rapi dan memberikan kejutan-kejutan di sela-sela cerita yang di luar ekspektasi kita. Contohnya cara kedua jagoan kita dari dimensi lain yang muncul dengan cara yang tidak diduga , lucu dan konyol. Sangat berbeda dari apa yang ada dalam bayangan saya, tapi cara ini membuat karakter MJ dan Ned menjadi karakter yang memberikan sumbangsih berarti dan tidak hanya sekedar tempelan dalam cerita atau korban tidak berdaya.

Sekali lagi , penulis naskah film ini berhasil menyajikan plot dan interaksi yang rapi dan menarik. Ketiga jagoan kita bertemu dengan cara yang unik tapi interaksi mereka alamiah. Ada rasa canggung dan aneh yang diperlihatkan ketiganya saat pertama bertemu. Dipadu dengan rasa familiar yang di luar kemampuan nalar manusia. Perasaan yang mungkin pernah dirasakan saat kita bertemu dengan orang yang asing, tidak kita kenal tapi kita seolah merasa dekat dan terikat.

Ketiganya diikat oleh pengalaman yang sama dari kehilangan anggota keluarga yang berarti dalam hidup mereka. Interaksi dan kerjasama di antara ketiganya juga terlihat indah dan epik. Saya merasa fantasi saya selama ini terwujud dengan jelas dalam film ini. Saya bahkan berharap jika ada kesempatan lain untuk melihat ketiga jagoan ini dalam film lain di MCU.

Tema film ini secara garis besar adalah kesempatan kedua. Setiap orang berhak memperoleh kesempatan kedua. Kadang memberikan kesempatan kedua pada seseorang bisa merugikan, tapi tidak pernah sia-sia. Tidak hanya beberapa penjahat kita yang memperoleh kesempatan kedua dalam film ini, jagoan kita dari dunia lain juga memperoleh kesempatan kedua menebus kesalahan atau kegagalannya yang membuat dia merasa bersalah (dan para penonton merasa sakit hati). Salah satu kekecewaan yang mungkin tersisa dalam hati saya adalah salah seorang cameo tidak berkesempatan untuk tampil dalam kostumnya untuk membantu Spider-Man. Mungkin karena waktunya dan ceritanya yang padat.

- Advertisement -

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

1 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback
4 years ago

[…] Baca review Spider-Man: No Way Home […]