Kenapa Film Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore Kurang Sukses di China? 

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

Sebuah sekuel memang bisa menjadi pedang bermata dua. Kepopuleran film sebelumnya bisa menolong membangun basis penonton dan berpotensi meningkatkan profit. Tapi jika sekuelnya tidak dikelola dengan baik, maka reputasi seluruh franchise bisa rusak. 

Ada saran jika film Fantastic Beasts yang berikutnya bisa menciptakan cerita yang relatif independen dari film sebelumnya. Jadi para penonton bisa menikmati film-film berikutnya tanpa perlu menonton film sebelumnya. Formula seperti ini dipakai dalam franchise film Transformers dan Mission: Impossible. 

Masa liburan besar kedua di China untuk 2022 sudah selesai. Tapi masih belum ada film Hollywood yang berhasil memecahkan rekor box office di negara itu. Model film yang sebelumnya terlalu bergantung pada sekuel mengalami reaksi yang negatif di bawah pengaruh pandemi. 

- Advertisement -

Contohnya adalah film The Batman. Sekalipun diadaptasi dari cerita yang sudah dikenal masyarakat, performa box office film ini lemah di China. 

Jadi saat ini, masalah besar yang dialami para perusahaan film besar di Hollywood adalah menciptakan film komersial yang bisa diterima dengan baik dalam skala global. 

Sumber: Global Times. 

- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted