Zootopia 2 Pecahkan Rekor Box Office China, Tapi Ceritanya Dikritik Penonton

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
- Advertisement -

LayarHijau.com – Sekuel animasi hit dunia, Zootopia 2, resmi tayang di China pada November ini dan langsung mencetak prestasi fenomenal di box office. Film ini berhasil memecahkan rekor pre-sale animasi dengan penjualan tiket melebihi 3,4 miliar yuan (sekitar Rp7,14 triliun), mengungguli catatan Ne Zha 2 yang sebelumnya memegang rekor 3,09 miliar yuan (sekitar Rp6,49 triliun). Pada hari pertama tayang, Zootopia 2 meraup 2,28 miliar yuan (sekitar Rp4,79 triliun), menjadikannya animasi impor dengan pendapatan harian tertinggi sepanjang sejarah di China. Prediksi dari berbagai platform tiket memperkirakan total pemasukan film ini bisa mencapai 24 hingga 26 miliar yuan (sekitar Rp50,4–54,6 triliun), jauh melampaui film pertamanya yang menghasilkan 15,38 miliar yuan (sekitar Rp32,3 triliun).

Namun, meskipun angka box office membuktikan antusiasme penonton, Zootopia 2 menghadapi kritik dari sebagian netizen China terkait alur cerita yang dianggap kurang mengejutkan. Di situs review Douban, film ini memperoleh rating 8,7, lebih rendah dibanding 9,3 yang dicapai oleh film pertama. Banyak penonton menilai sekuel ini tidak lagi menghadirkan sensasi “wow” seperti pada Zootopia pertama, terutama dalam hal plot dan kompleksitas karakter.

Dalam film ini, kisah masih berpusat pada duo ikonik Judy Hopps dan Nick Wilde. Cerita menekankan hubungan persahabatan mereka, dengan sedikit sentuhan romansa, serta nilai-nilai kerja sama dan toleransi. Namun, beberapa adegan dinilai terlalu sederhana dan karakter-karakternya cenderung mudah ditebak. Contohnya, keputusan Judy yang cepat mempercayai Gary sang ular atau perubahan mendadak karakter politik seperti Walikota Ma (Winddancer), terasa agak dipaksakan bagi penonton dewasa yang mengutamakan logika dan motivasi karakter yang konsisten.

- Advertisement -

Meski begitu, Zootopia 2 tetap menyajikan banyak hal menyenangkan untuk semua usia. Kehadiran karakter baru seperti Gary yang menggemaskan, Rabbert si rakun energik, dan Ma Feiyang yang heroik menambah warna baru bagi dunia Zootopia. Visualisasi lokasi baru seperti pasar rawa, zona dingin ekstrem, dan gurun pasir penuh imajinasi tetap memanjakan mata penonton. Humor yang cerdas dan referensi film-film klasik seperti Ratatouille, The Silence of the Lambs, dan The Shining juga tetap hadir, membuat penonton dewasa bisa ikut menangkap keseruan di balik animasi.

Selain hiburan, film ini masih membawa pesan moral yang relevan. Judy sebagai simbol idealisme dan heroisme rela mempertaruhkan diri demi kebaikan kota, sementara Nick tetap realistis, memikirkan keselamatan diri dan sahabatnya. Interaksi keduanya menegaskan pentingnya memahami perbedaan, saling menghormati, dan bekerja sama, tema yang konsisten dari film pertama.

Secara keseluruhan, Zootopia 2 adalah sekuel animasi komersial yang solid, mampu memikat hati penonton muda dengan visual dan humor yang menggemaskan, sekaligus tetap menyampaikan nilai-nilai moral bagi penonton dewasa. Meski kritik tentang alur cerita muncul, kesuksesan luar biasa di box office menunjukkan bahwa antusiasme penonton China terhadap dunia Zootopia tetap tinggi.

- Advertisement -

 

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments