Fakta Menarik dari Drama China The Longest Promise (Janji Abadi)

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com—The Longest Promise (Janji Abadi) adalah drama fantasi percintaan yang dibintangi oleh Xiao Zhan dan Ren Min. drama itu disutradarai oleh Jiang Jiajun dan ditulis naskahnya oleh Wu Yingying. Drama ini tayang di Tencent Video dan WeTV.

The Longest Promise mengisahkan tentang Shiying, putra mahkota kerajaan Kongsang yang kesepian dan bersifat dingin dan Zhu Yan, putri Chii yang penuh semangat dan memiliki jiwa keadilan yang tinggi. Keduanya bertemu, bertumbuh dan berusaha mengatasi kesulitan bersama.

Pada hari pertama penayangannya, The Longest Promise memperoleh nila popularitas 27.000 di Tencent Video. Janji Abadi menjadi drama tercepat di platform itu yang mencapai nilai ini pada 2023. Drama itu juga memecahkan 7 rekor interaksi drama di platform tersebut.

- Advertisement -

Salah satu nilai yang ditekankan dalam drama itu adalah pilihan para karakter mereka antara ego diri sendiri dan kepentingan keluarga dan negara. Drama itu juga menonjolkan semangat ksatria dalam melindungi rakyat.

The Longest Promise memiliki latar belakang di benua fiktif bernama Yunhuang. Suku Kongsang diwakili oleh Shiying, Zhu Yan mewakili suku Chiyi.

Shiying, putra mahkota Kongsang yang jujur dan baik hati difitnah. Demi menyelamatkan nyawa anaknya, sang ratu harus berpura-pura gila dan membakar istana. Dengan demikian, Shiying bisa berpura-pura mati dan melarikan diri dari kerajaan. Lima tahun kemudian, dengan identitas baru, Shiying menjadi seorang pendeta di Gunung Jiuyi dan bertemu dengan Zhu Yan, putri yang dulu pernah dia temui saat masih menjadi putra mahkota. Kehadiran Zhu Yan membawa kehangatan padanya.

- Advertisement -

Selain narasi emosional yang semakin baik, krisis dalam drama itu juga mulai terlihat. Di bawah berbagai kekuatan, masyarakat Yunhuang terjebak dalam krisis perang. Shiying sejak kecil diajari oleh ibunya untuk memiliki akhlak yang baik dalam hidup. Dia memiliki belas kasih terhadap penduduk Yunhuang.

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted