LayarHijau.com – Popularitas The Early Spring ikut membuat karakter Luan Nian alias Luke yang diperankan Jing Boran menjadi salah satu sosok yang banyak dibicarakan penonton. Karakter eksekutif muda yang tampan, kaya, modis, dan memiliki kepribadian dominan tersebut bahkan melahirkan berbagai meme di media sosial China.
Namun, bukan hanya karakter Luke yang menarik perhatian. Tempat tinggal mewahnya dalam drama juga membuat penonton penasaran. Hunian tersebut ternyata dapat dikaitkan dengan Vanke Metropolis NAVA (北京万科大都会NAVA), proyek hunian premium di Beijing, China.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Sejumlah pembahasan di media sosial China menyebut bangunan tersebut sebagai lokasi yang dikenali sebagai rumah Luke dalam drama. Sementara itu, bagian interior apartemen yang terlihat dalam The Early Spring dibuat dengan set untuk kebutuhan produksi.
Yang menarik, properti tersebut ternyata bukan sekadar gedung mewah biasa. Desainnya memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya cocok dengan sosok Luan Nian, terutama karena proyek tersebut dirancang oleh arsitek Prancis ternama Jean Nouvel, peraih penghargaan Pritzker Architecture Prize.
Inspirasi Apartemen Luke Dirancang Arsitek Peraih Pritzker
Vanke Metropolis NAVA memiliki desain yang cukup berbeda dari gambaran umum hunian mewah.

Jika membayangkan sebuah apartemen kelas atas, banyak orang mungkin membayangkan fasad yang didominasi kaca besar, batu berwarna seragam, dan tampilan yang terlihat bersih serta minimalis. Namun, tampilan luar NAVA justru terlihat lebih kompleks.

Fasad bangunan menggunakan berbagai warna dan tekstur batu, dilengkapi kisi-kisi berwarna serta tanaman yang tumbuh di bagian luar bangunan. Dari kejauhan, tampilannya bahkan sempat membuat sebagian orang menganggap gedung tersebut seperti bangunan yang belum selesai dikerjakan.
Padahal, bangunan tersebut telah selesai dibangun pada 2022.
Kesan tidak seragam pada bagian luar gedung memang merupakan bagian dari konsep desainnya. Material batu alam yang digunakan berasal dari Brasil, termasuk Kamarica natural stone, yang memiliki pola warna hijau, merah kecokelatan, dan kuning.
Karena setiap lempengan batu memiliki pola dan warna yang berbeda, variasi tersebut sengaja dipertahankan ketika dipasang pada fasad bangunan. Hasilnya adalah tampilan luar yang terlihat bertekstur dan tidak seragam.
Kisi-Kisi Warna-warni Terinspirasi Kota Terlarang
Bagian lain yang cukup mencolok adalah kisi-kisi berwarna pada sisi bangunan.
Warna seperti emas, merah, biru, dan hijau disebut mengambil inspirasi dari palet warna yang dapat ditemukan pada kompleks istana Kota Terlarang di Beijing, termasuk warna yang digunakan dalam dekorasi bangunan kekaisaran.
Namun, elemen tersebut bukan hanya berfungsi sebagai dekorasi. Kisi-kisi yang berada di sisi barat bangunan juga berfungsi membantu mengurangi paparan sinar matahari.

Ketika terkena cahaya matahari, warna dan pola kisi-kisi tersebut kemudian menghasilkan efek bayangan yang berbeda di bagian interior. Dengan demikian, elemen fasad sekaligus menjadi bagian dari pengalaman ruang di dalam hunian.
Konsep tersebut membuat NAVA terlihat berbeda dari hunian mewah konvensional. Dari luar mungkin tampak tidak biasa, tetapi desainnya memang dibuat untuk menggabungkan fungsi, lanskap, dan karakter arsitektur.
Ada Taman Vertikal di Fasad Bangunan
Hal lain yang membuat bangunan ini semakin unik adalah keberadaan tanaman yang terlihat tumbuh dari bagian luar gedung.
Tanaman tersebut merupakan bagian dari konsep vertical garden atau taman vertikal. Alih-alih menempatkan seluruh ruang hijau di area tanah, tanaman dibuat menjadi bagian dari struktur visual bangunan sehingga penghuni dapat melihat unsur hijau ketika memandang keluar maupun ke arah gedung.
Namun, konsep seperti ini tentu memiliki tantangan tersendiri. Beijing memiliki musim dingin yang cukup dingin, sementara tanaman yang ditempatkan pada bangunan tinggi juga membutuhkan perawatan dan pasokan air.
Karena itu, proyek tersebut dilaporkan melakukan eksperimen terhadap jenis tanaman serta menerapkan sistem irigasi otomatis untuk membantu merawat area hijau tersebut.
Seiring berjalannya waktu, tanaman bahkan menjadi bagian dari tampilan fasad. Artinya, penampilan bangunan tidak berhenti pada kondisi ketika proyek baru selesai dibangun, tetapi dapat berubah mengikuti pertumbuhan vegetasi.
Harganya Bikin Terkejut
Kemewahan NAVA juga tercermin dari harga propertinya.
Menurut informasi yang beredar, harga hunian di proyek tersebut dapat mencapai sekitar 600.000 baht atau sekitar Rp319 juta per meter persegi. Jika menggunakan gambaran unit seluas sekitar 100 meter persegi, nilainya dapat mencapai sekitar 60 juta baht atau sekitar Rp31,9 miliar.

Angka tersebut tentu memberikan gambaran mengenai kelas hunian yang menjadi referensi bagi rumah Luan Nian.
Dengan statusnya sebagai eksekutif muda yang sukses, pilihan hunian seperti ini terasa cocok dengan karakter Luke. Ia dikenal sangat memperhatikan penampilan, gaya hidup, dan berbagai detail dalam kehidupannya. Bahkan, dalam drama ia juga digambarkan sebagai sosok yang bekerja di bidang kreatif, sehingga hunian yang dirancang oleh arsitek kelas dunia terasa semakin sesuai dengan karakternya.
Lokasinya Juga Mendukung Gaya Hidup Luan Nian
Selain desain dan harga, lokasi hunian tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa properti ini terasa cocok untuk Luan Nian.
Vanke Metropolis NAVA berada di kawasan Beijing dengan akses transportasi yang relatif mudah. Dalam gambaran kehidupan Luke di drama, tempat tinggalnya juga disebut hanya berjarak sekitar satu stasiun dari tempat kerjanya.
Dengan demikian, Luan Nian memiliki kombinasi yang sangat sesuai dengan status seorang eksekutif papan atas: hunian mewah, lokasi strategis, desain arsitektur unik, dan perjalanan ke kantor yang relatif singkat.
Menariknya, perbedaan antara interior dan eksterior bangunan justru menjadi salah satu hal yang membuat hunian tersebut cocok untuk Luke. Bagian dalam yang terlihat sangat mewah di drama menggambarkan gaya hidup sang karakter, sementara arsitektur luarnya menawarkan desain yang lebih eksperimental dan artistik.
Tidak mengherankan jika rumah Luke akhirnya ikut menjadi bahan pembicaraan setelah The Early Spring populer. Di media sosial China bahkan muncul candaan bahwa orang-orang yang datang ke Beijing berharap bisa bertemu Luke, tetapi yang mereka temui justru “Joke”.
Popularitas karakter tersebut memang membuat banyak penonton tertarik mencari tahu kehidupan Luke di luar cerita. Dan ketika hunian yang menjadi referensi rumahnya ternyata merupakan proyek yang dirancang oleh arsitek peraih Pritzker dengan material premium, taman vertikal, serta desain yang terinspirasi dari arsitektur tradisional Beijing, pilihan rumah untuk karakter Luan Nian terasa semakin masuk akal.
Meski tampilan luar NAVA mungkin tidak langsung terlihat seperti gambaran umum tentang sebuah hunian mewah, desain tersebut memang sengaja dibuat untuk tampil berbeda. Jadi, jika rumah Luke terlihat mahal dari dalam, ternyata ada alasan arsitektural yang cukup menarik di balik bangunan yang menjadi referensinya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


