Apa yang Perlu Kalian Ketahui Sebelum Membaca Versi Novel dari Drama China Favorit Kalian

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com —Banyak penonton jatuh cinta pada drama romantis China karena alur ceritanya yang indah, momen-momen emosional, dan karakter yang memikat hati. Tidak heran, setelah selesai menonton, sebagian dari mereka jadi penasaran untuk membaca novel web asli yang menjadi dasar drama tersebut. Namun, sebelum mulai membaca, baik kalian yang menganggap diri konservatif maupun tidak, perlu siap secara mental: nada dan isi novelnya bisa sangat berbeda dari versi dramanya.

Faktanya, beberapa novel web populer asal China, terutama di genre romansa dan fantasi, mengandung adegan eksplisit, termasuk adegan romantis atau seksual yang cukup detail, yang sama sekali tidak muncul di layar. Novel-novel ini sering ditulis untuk pembaca dewasa dan mengeksplorasi sisi psikologis karakter, hasrat, serta dinamika kekuasaan dalam hubungan — sesuatu yang bisa terasa lebih berat atau lebih dewasa dibandingkan nada manis dan tertahan dari drama adaptasinya. Kalian perlu memahami ini sejak awal, karena apa yang kalian sukai di drama bisa saja terasa jauh lebih kompleks — bahkan lebih gelap — dalam versi novel aslinya.

Mengapa Drama dan Novel Bisa Terasa Begitu Berbeda?

Perbedaan utama terletak pada aturan yang berlaku untuk masing-masing media. Drama TV dan web di China termasuk dalam kategori media massa, yang berarti harus mematuhi regulasi ketat dari lembaga pemerintah seperti National Radio and Television Administration (NRTA). Aturan ini melarang konten s*ksual eksplisit, ket*lanjangan, serta adegan romantis yang berlebihan, terutama dalam siaran umum atau platform streaming besar. Akibatnya, meskipun novel aslinya mengandung tema dewasa, adaptasi dramanya akan mengurangi atau bahkan menghapus elemen-elemen tersebut agar sesuai standar penyiaran dan bisa dinikmati penonton keluarga.

- Advertisement -

Sebaliknya, novel web dianggap sebagai hiburan pribadi, dibaca secara mandiri oleh orang dewasa melalui platform khusus. Walaupun tetap ada aturan konten, regulasi untuk novel jauh lebih longgar, dan platform biasanya sudah mengklasifikasikan cerita ke dalam kategori dewasa atau matang. Penulis memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengeksplorasi topik-topik sensitif atau provokatif, dan adegan eksplisit di sana tidak selalu dimaksudkan untuk sensasi belaka, melainkan untuk mengungkap kedalaman karakter, kerentanan emosional, atau kompleksitas moral. Inilah alasan mengapa novel aslinya bisa terasa jauh kurang romantis atau “aman” dibandingkan adaptasi dramanya — dan mengapa pembaca perlu menyiapkan ekspektasi sebelum mulai membaca.

Tidak Selalu Seromantis Dramanya

Dari pengalaman editor LayarHijau secara pribadi, kadang ada beberapa novel yang diadaptasi ke dalam drama yang begitu berbeda hingga terasa mengecewakan bagi sebagian penonton.

Contohnya, drama Who Rules the World yang dibintangi oleh Yang Yang dan Zhao Lusi, menampilkan kisah romantis tentang dua karakter utama — seorang pangeran dan putri dari kerajaan berbeda yang saling mengenal di dunia persilatan. Mereka saling bersaing, jatuh cinta, dan akhirnya rela meninggalkan ambisi demi cinta. Namun, dalam versi novelnya, hubungan mereka jauh lebih rumit. Kedua tokoh utama menikah bukan karena cinta, tetapi karena kepentingan politik. Karakter utama wanita menyadari betul ambisi besar sang suami untuk menguasai dunia. Demi menyelamatkan kerajaannya, ia memilih pernikahan politik agar kerajaannya tidak terjerumus dalam perebutan kekuasaan antar-kerajaan. Hasilnya, nuansa romantis yang muncul di drama tidak begitu terasa dalam versi novel.

- Advertisement -

Daftar Novel yang Memiliki Adegan Eksplisit

Sebagian besar novel online yang pernah kami baca yang diadaptasi ke dalam drama, baik berlatar historis maupun modern, memiliki adegan eksplisit di dalamnya. Contohnya:

  • The Legend of Shen Li
  • Blossom
  • The Glory
  • The Prisoner of Beauty
  • Youthful Glory
  • Are You the One
  • Hidden Shadow
  • Flourished Peony
  • Legend of the Female General
  • The Rebirth of Malicious Empress
  • Chasing Jade
  • Moonlit Reunion
  • Fight for Love
  • The First Frost
  • Eat, Run and Love
  • Love Has Fireworks
  • Love Song in Winter

Perlu dicatat, daftar ini tentu tidak mencakup semua novel yang sudah diadaptasi, hanya sebagian kecil dari yang pernah kami baca. Masih banyak novel lain yang mungkin juga memiliki adegan eksplisit, tetapi belum sempat kami telusuri.

Contoh Penggambaran Karakter Lewat Adegan Eksplisit

Dalam beberapa novel, adegan-adegan intim tidak sekadar hadir sebagai pemanis, melainkan untuk memperkuat karakterisasi tokoh.

The Prisoner of Beauty

Wei Shao digambarkan sebagai pria yang sangat tampan, bertubuh tinggi, dengan kharisma kuat yang membuatnya disegani. Namun di balik pesona fisiknya, ia menyimpan karakter yang dingin dan penuh dendam. Salah satu bentuk kebrutalannya terlihat saat ia memerintahkan musuh politik yang bertanggung jawab atas kematian ayah dan kakaknya untuk disiksa perlahan hingga mati.

Xiao Qiao adalah seorang transmigran dari masa depan yang kembali ke masa lalu. Ia digambarkan bukan hanya cantik, tetapi sangat cantik, hingga banyak pria di sekitarnya — mulai dari mantan tunangannya sendiri hingga kakak sepupu Wei Shao — jatuh cinta dan terobsesi padanya. Obsesi ini memicu konflik besar karena kakak sepupu Wei Shao menjadi lawan dalam keluarga sendiri demi memperebutkan cinta Xiao Qiao.

Pada awalnya, Wei Shao tidak tertarik dengan Xiao Qiao, karena wajahnya hanya mengingatkan dia pada pengkhianatan keluarga Qiao. Namun seiring waktu, terutama setelah mereka resmi menjadi suami-istri, Wei Shao mulai menunjukkan obsesinya. Konflik batin dan fisik yang dialami Wei Shao tercermin dalam cara ia memadu kasih dengan Xiao Qiao. Dengan kekuatan fisik dan sisi brutalnya, kadang ia bisa menunjukkan intensitas luar biasa — bahkan mampu berjam-jam tanpa merasa lelah, kadang mengabaikan permohonan Xiao Qiao untuk berhenti atau bersikap lebih lembut, bahkan ketika Xiao Qiao menangis karena kelelahan. Meski demikian, penulis novel cukup berhati-hati untuk tidak menggambarkan hubungan mereka sebagai pemaksaan, melainkan sebagai ekspresi dari konflik emosional yang mendalam.

- Advertisement -

The First Frost

Hubungan intim antara Sang Yan dan Wen Yifan juga menggambarkan kepribadian mereka. Wen Yifan digambarkan sebagai sosok dingin, tenang, dengan humor absurd yang kadang gelap. Dalam hubungan intim, sisi introvertnya muncul dalam cahaya berbeda — ia terlihat agak pasif dan manja. Contohnya, ia merasa kelelahan setelah memadu kasih dengan Sang Yan dan meminta kekasihnya memandikannya karena merasa terlalu malas untuk mandi sendiri. Atau, ia jengkel dan marah saat sedang asyik tidur tetapi dibangunkan oleh Sang Yan.

Sementara itu, Sang Yan sudah lama menunggu cinta Wen Yifan. Saat akhirnya mereka bersama, cintanya memiliki ekspresi berbeda, salah satunya ditunjukkan melalui intensitas hubungan yang berlangsung hingga berjam-jam. Akibatnya, tubuh Wen Yifan dipenuhi cupang hingga ke bagian leher — sesuatu yang sekilas diperlihatkan di drama. Namun, bagian lain seperti bagaimana Sang Yan memanjakan Wen Yifan dengan merawat dan mengobati bekas cupang di tubuh kekasihnya tidak diperlihatkan dalam versi drama.

Jika kalian tertarik membaca novel aslinya, pastikan kalian sudah siap dengan perbedaan nuansa, kedalaman konflik, dan elemen dewasa yang mungkin muncul. Dengan begitu, pengalaman membaca kalian bisa jadi lebih kaya — tanpa kaget atau kecewa karena ekspektasi yang salah.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments