Ending Drama Feud, Dikritik Walau Romantis, Kenapa?

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum Feud (临江仙) yang dibintangi Bai Lu dan Joseph Zeng resmi menayangkan episode terakhirnya baru-baru ini. Meski adegan perpisahan yang menyentuh antara dua tokoh utama berhasil membuat penonton terharu, episode penutup drama ini justru menuai banyak kritik karena dianggap sebagai salah satu ending paling membingungkan dan mengecewakan tahun ini.

Penjelasan di bawah ini mengandung spoiler untuk kamu yang belum menonton episode terakhir drama ini.

Menurut pemberitaan dari Upmedia, di akhir cerita Feud (临江仙), Bai Lu memerankan Huaruyue, seorang Dewi Surgawi dari Empat Roh, sementara Joseph Zeng memerankan Bai Jiunian, Dewa Agung Xuanzun. Keduanya terjebak dalam sebuah formasi pelindung yang hanya bisa dibuka apabila terjadi ketidakseimbangan energi. Karena kekuatan mereka sangat seimbang, Bai Jiunian memilih mengorbankan dirinya demi membuka jalan bagi Huaruyue untuk melarikan diri dan menjaga Prasasti Tanpa Batas.

- Advertisement -

Sebelum menghilang, Bai Jiunian mencium Huaruyue dengan penuh perasaan dan mengatakan, “A-Yue, sampai jumpa.” Adegan ini menjadi sorotan besar karena emosinya yang sangat kuat dan berhasil menyentuh hati banyak penonton. Setelah berhasil keluar, Huaruyue bersama rekan-rekannya menjaga stabilitas Tiga Alam. Di sisi lain, karakter antagonis Xiao Jingshan (Hong Yao) mengorbankan dirinya demi menciptakan jam waktu mundur, yang kemudian digunakan oleh Huaruyue untuk memperbaiki berbagai penyesalan di masa lalu—termasuk kesalahpahaman cinta dengan Bai Jiunian saat hidup sebagai manusia biasa.

Dalam proses itu, Huaruyue bahkan memberi tahu dirinya di masa lalu bahwa Bai Jiunian tidak pernah kembali ke Surga Sembilan Tingkat untuk meninggalkannya, melainkan untuk menerima hukuman petir sebagai bentuk pengorbanan. Sayangnya, meskipun ia berhasil memperbaiki banyak hal, nasib rekan-rekannya yang telah gugur tetap tidak bisa diubah. Huaruyue terus berusaha menebus penyesalan orang-orang terdekatnya satu per satu. Pada akhirnya, ia kembali ke tempat kelahiran bersama Bai Jiunian, dan dengan bantuan Dewa Waktu kuno, mereka pun hidup bersama selamanya—sebuah akhir bahagia bagi pasangan utama.

Meski ditutup dengan happy ending, banyak penonton mengeluhkan tiga kelemahan besar pada dua episode terakhir. Pertama, alur cerita yang terlalu rumit dan penuh lompatan waktu membuat sebagian penonton merasa kebingungan. Kedua, porsi adegan karakter utama pria sangat minim setelah ia berkorban; Bai Jiunian hampir hanya muncul dalam kilas balik, sementara karakter pendukung seperti yang diperankan Hong Yao, He Ruixian, Chen Xinhai, dan Liang Yongqi justru mendominasi layar. Ketiga, jalan ceritanya dianggap terlalu klise, dengan pola hubungan yang dipenuhi kesalahpahaman dan pengorbanan nyawa yang telah terlalu sering muncul dalam drama kostum.

- Advertisement -

Bai Lu dikenal luas berkat penampilannya dalam drama populer seperti Till the End of the Moon (长月烬明), Story of Kunning Palace (宁安如梦), dan Only for Love (以爱为营). Sementara Joseph Zeng mengukuhkan popularitasnya lewat Mysterious Lotus Casebook (莲花楼) dan Snowy Night: Timeless Love (七夜雪). Chemistry keduanya di Feud sempat membuat penonton berharap akan kisah cinta yang epik. Sayangnya, eksekusi akhir cerita justru menimbulkan perdebatan tajam dan membagi opini publik.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments