Peran di Feud Nyaris Bikin Bai Lu Tumbang, Joseph Zeng: Aku Kesulitan Bernafas!

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Di balik kisah cinta penuh fantasi dalam drama Feud, Bai Lu dan Joseph Zeng (Zeng Shunxi) ternyata menghadapi tantangan emosional dan fisik yang berat saat memerankan karakter mereka. Drama ini bukan sekadar menyajikan visual indah dan romansa antar dewa, tapi juga membawa para pemainnya menyelami emosi terdalam—hingga nyaris tumbang.

Dalam sesi siaran langsung baru-baru ini bersama pemeran pendukung Liang Yongqi, Bai Lu mengungkap bahwa salah satu adegan tersulit yang harus ia mainkan adalah saat karakter Hua Ruyue kehilangan anaknya. “Dalam naskah, anak itu meninggal dalam pelukan Hua Ruyue. Aku belum menikah dan belum pernah menjadi ibu, jadi aku benar-benar tidak tahu harus mulai dari mana untuk membangun emosi itu,” ujar Bai Lu dilansir dari World Journal.

Ia menambahkan bahwa pada hari syuting adegan tersebut, ia dan Joseph Zeng masing-masing duduk diam di sudut berbeda lokasi, mengenakan earphone, dan mendengarkan lagu karya Lu Hu yang diciptakan khusus untuk drama ini. “Kami tidak bicara apa pun. Kami hanya membangun suasana hati kami sendiri,” kenangnya. Momen itu membuktikan bahwa di balik dunia imajinatif Feud, ada proses emosional yang sangat manusiawi.

- Advertisement -

Tak hanya sisi emosional, sisi fisik pun menjadi tantangan besar. Joseph Zeng membagikan cerita unik dan ekstrem saat syuting adegan ciuman gantung di Gunung Xiaoqiu. “Kami harus berciuman sambil tergantung di udara, diputar-putar, wajah kami seperti daging gepeng. Aku sampai kesulitan bernafas karena cuaca sangat panas dan kami terus berputar tanpa henti,” katanya sambil tertawa. Bai Lu lalu menimpali, “Dan kamu sempat kena heat stroke hari itu!”

Lelehan peluh dan napas tersengal itu justru menghasilkan salah satu adegan paling berkesan di Feud. Netizen pun ramai memuji kerja keras kedua aktor yang total dalam membangun chemistry dan kedalaman karakter, bahkan dalam situasi yang tidak nyaman sekalipun.

Karakter Bai Jiusi yang diperankan Joseph Zeng pun mengalami transisi menarik dalam alur cerita. Setelah mengalami pukulan jiwa yang hebat, Bai Jiusi jatuh koma. Saat terbangun, ia mengalami amnesia dan melupakan segalanya—kecuali satu hal: ia hanya mengenali Hua Ruyue sebagai istrinya. Dalam keadaan polos dan bergantung penuh, Bai Jiusi menunjukkan sisi yang sangat berbeda dari sebelumnya: lembut, manja, dan penuh kasih. Ia memberikan jepit rambut untuk Hua Ruyue, membawakan lentera, tertidur di pangkuannya, hingga merengek agar tak ditinggal sendirian.

- Advertisement -

Hua Ruyue, meski sempat curiga bahwa Bai Jiusi hanya berpura-pura amnesia demi memperbaiki hubungan mereka, tak kuasa menolak kedekatan itu. Interaksi manis di antara keduanya sukses membuat penonton terbawa perasaan. Banyak netizen bahkan menuliskan komentar seperti “sweetness overload”, yang artinya “terlalu manis sampai bikin meleleh”, di media sosial mereka.

Feud telah resmi menayangkan episode terakhirnya pada 24 Juni lalu. Namun, chemistry dan dedikasi Bai Lu serta Joseph Zeng membuat drama ini sulit dilupakan oleh para penggemarnya. Dari luka kehilangan hingga manja yang menggemaskan, keduanya berhasil menjadikan kisah cinta antar dewa ini terasa nyata dan menyentuh.

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted