Liu Xueyi Bicara Tentang Chemistry dengan Meng Ziyi di The Princess’s Gambit, Peran Impian, dan Adegan Favoritnya

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Dalam wawancara terbaru bersama Sohu Entertainment, Liu Xueyi berbagi kisah tentang drama barunya The Princess’s Gambit (桃花映江山), termasuk kolaborasinya dengan Meng Ziyi, dinamika karakter mereka, serta peran-peran impiannya di masa depan.

Di The Princess’s Gambit, Liu memerankan Shen Zaiye, sosok yang digambarkan “sangat tenang dan bijaksana, dan rela melakukan apa saja demi mencapai tujuannya.” Ia tak menampik bahwa karakternya memang licik. “Dia jauh lebih kejam dibandingkan saya. Saya mungkin sedikit terlalu lembut hati,” katanya.

Cerita drama ini unik karena memadukan romansa dengan intrik berbahaya. “Awalnya kami saling membunuh, saling curiga, tapi kemudian sadar bahwa kami berdua hanya ingin bertahan hidup. Lalu kami jadi rekan seperjuangan, dan akhirnya jatuh cinta,” jelas Liu.

- Advertisement -

Meng Ziyi, Partner Seru di Lokasi Syuting

Liu Xueyi mengaku kesan pertamanya terhadap Meng Ziyi adalah seorang yang cantik dan lucu. “Saya pikir dia tipe yang agak tolol tapi punya sedikit akal. Tapi ternyata pemahamannya tentang seni sangat profesional. Sebenarnya, saya rasa dia orang yang punya EQ tinggi,” ujarnya sambil tertawa.

Ia juga menggambarkan Meng Ziyi sebagai sosok yang memberinya nilai emosional yang besar. “Ya, sangat! Sangat! Sangat!” jawab Liu antusias ketika ditanya apakah Meng Ziyi termasuk tipe orang yang memberinya emotional value.

Keduanya dikenal sering bercanda dan saling menggoda di lokasi syuting. Salah satu momen yang cukup menyita perhatian adalah ketika Meng Ziyi mengajari Liu bernyanyi. “Saya benar-benar disesatkan olehnya. Saya dulu jurusan teater musikal, tapi dia benar-benar menyeret saya ke jalan buntu. Ke depannya, saya harus menghindari urusan bernyanyi bersamanya,” ucapnya sambil tertawa.

- Advertisement -

Adegan Berkesan: Ciuman Diam-Diam di Hari Pernikahan

Salah satu adegan yang menarik perhatian penonton adalah saat karakter Jiang Taohua mencium Shen Zaiye secara diam-diam di hari pernikahan mereka. Liu mengatakan adegan itu berjalan mulus tanpa banyak pengulangan. “Kami semua aktor yang sangat profesional, kecuali kalau salah satu dari kami nggak tahan duluan,” candanya.

Liu juga menyebutkan bahwa sutradara dengan cermat merekam detail-detail seperti close-up pada jakun-nya dalam adegan tersebut, menambahkan lapisan makna yang bisa dinikmati penonton saat drama ditayangkan.

Peluang Kolaborasi dan Peran Impian

Saat ditanya tentang kemungkinan kembali bekerja sama dengan Meng Ziyi, Liu Xueyi tidak menutup kemungkinan tersebut. Namun ia menekankan bahwa yang paling penting adalah menghadirkan cerita yang bagus untuk penonton. “Saya harap bisa memberi penonton dua karakter yang sangat menyentuh hati, membuat semua orang merasa nyaman di musim panas yang panas ini,” katanya.

Ke depan, Liu Xueyi mengungkapkan minatnya memerankan karakter yang lebih menantang. “Saya ingin mencoba jadi tentara, pembunuh psikopat, atau peran di Angkatan Udara,” ungkapnya. Ia juga mengaku tertarik pada peran-peran bertema seragam militer atau profesi yang menantang.

Selain The Princess’s Gambit, Liu Xueyi juga tengah menantikan perilisan drama lain seperti Against the Current (兰湘如故), di mana ia memerankan seorang jenderal karismatik bergaya Dinasti Ming, serta Jagged Peaks (踏雪寻踪), drama kriminal di mana ia berperan sebagai kapten polisi kriminal yang memimpin penyelidikan kasus-kasus berat di wilayah bersalju.

Sikap Santai Terhadap Popularitas

Meski kini semakin dikenal lewat peran-peran bertema kekuasaan dan intrik, Liu Xueyi menegaskan bahwa ketenaran bukan tujuan utamanya. “Saya tidak akan menjadikan ‘terkenal’ sebagai tujuan seorang aktor,” ujarnya. Ia lebih memilih fokus pada pekerjaannya dan menikmati prosesnya. “Saya suka keadaan saya yang sekarang. Tidak terlalu cemas, tidak juga memaksakan diri meloncat ke posisi tertentu. Lakukan saja setiap pekerjaan dengan baik, maka saya akan merasa sangat nyaman,” jelasnya.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments