LayarHijau.com – Skandal yang menyeret agensi Galaxy Cool Entertainment kembali mencuat ke permukaan setelah produser Gan Wei melakukan siaran langsung pada 6 Agustus lalu. Dalam livestream tersebut, Gan membongkar salah satu keputusan kontroversial yang diambil agensi itu terkait karier Zhao Lusi.
Gan mengungkap bahwa Galaxy Cool secara sepihak menolak tawaran adaptasi novel dari penulis ternama Hong Jiu, tanpa sepengetahuan Zhao Lusi. Padahal, proyek tersebut sejak awal dirancang untuk diperankan oleh sang aktris. Pihak produksi bahkan bersedia memindahkan lokasi syuting ke Chengdu demi mempermudah Lusi pulang ke rumah—sebuah langkah yang menunjukkan niat tulus dari tim produksi. Hong Jiu sendiri dikenal sebagai salah satu penulis terkemuka dalam genre roman dunia kerja, dengan reputasi kuat lewat karya-karya seperti Love Has Fireworks, film My Best Friend’s Wedding, dan Master of My Own. Ketiga karya tersebut telah sukses diadaptasi dan diakui sebagai IP berkualitas tinggi di industri. Namun, Galaxy Cool menolak proyek ini tanpa negosiasi, menyebabkan Zhao Lusi kehilangan kesempatan emas tersebut.
Gan Wei sendiri dikenal sebagai pendiri LeYoung Pictures dan produser di balik beberapa drama populer. Namanya melejit sejak menjadi salah satu produser drama viral Go Princess Go (2015), yang menuai sukses besar di platform streaming dan dianggap sebagai pelopor webdrama xianxia absurd dengan pendekatan visual nyeleneh. Ia juga menjadi produser eksekutif dalam drama fantasi komedi romantis The Princess and the Werewolf (2023) yang tayang di Youku. Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam produksi film seperti The Girls (2012) dan The Girls 2 (2013).
Selain apa yang diungkapkan Gan Wei, baru-baru ini Zhang Zhixi memposting kritikannya terhadap agensi itu. Ia dikenal bukan hanya sebagai aktris, tapi juga sebagai pendiri dan pemilik rumah produksi Bentu Pictures (奔兔影业). Dalam unggahan media sosialnya, Zhang mengungkap bahwa pihaknya awalnya berniat mengajak Zhao Lusi untuk membintangi When Destiny Brings the Demon. Namun rencana itu batal, dan persoalan justru berlanjut saat drama mulai dipromosikan.
Menurut Zhang, nama Bentu Pictures dalam poster resmi drama tersebut diturunkan dari “produser” menjadi “co-producer”, yang dinilainya tidak sesuai dengan isi kontrak. “Di poster, mereka ubah status kami dari ‘produser’ jadi ‘co-producer’. Terus malah menyalahkan platform juga. Ini nggak pantas. Hormati kontrak dan tolong perbaiki,” tulisnya.
Menanggapi pernyataan itu, pada 6 Agustus, Galaxy Cool Entertainment mengirimkan surat peringatan hukum (lawyer’s letter) kepada Zhang Zhixi. Mereka menuding Zhang telah menyebarkan informasi palsu dan menyesatkan, serta meminta agar ia segera menghentikan pernyataan-pernyataan tersebut. Jika tidak, perusahaan menyatakan siap membawa masalah ini ke jalur hukum.
Zhang pun langsung membalas dengan pernyataan singkat namun tajam: “Kontraknya jelas kok. Kenapa pura-pura nggak baca? Ya sudah, ketemu di pengadilan!”
Tak lama kemudian, Galaxy Cool merilis pernyataan resmi. Mereka menyatakan bahwa kerja sama mereka dengan Bentu Pictures hanya sebatas pembelian hak adaptasi novel yang menjadi dasar cerita drama. “Selain itu, tidak ada kesepakatan kerja sama lain,” tulis mereka. Mereka juga menegaskan bahwa semua keputusan soal promosi dan distribusi berada sepenuhnya di tangan Galaxy Cool, bukan Bentu.
Kontroversi ini memperpanjang deretan masalah yang belakangan membayangi Galaxy Cool Entertainment, yang sebelumnya sudah menjadi sorotan akibat konflik terbuka dengan Zhao Lusi.
Sumber: Sohu









