LayarHijau.com – Cheng Yi tengah menjadi sorotan berkat drama wuxia terbarunya The Journey of Legend (赴山海) yang ia bintangi bersama Gulnazar. Drama ini sempat mencatat prestasi besar dengan menembus lebih dari 8 miliar penayangan dan menduduki peringkat teratas rating. Namun, di balik pencapaian itu, The Journey of Legend justru dihujani kritik penonton. Banyak yang menilai kualitas cerita dan eksekusinya jauh dari ekspektasi, bahkan dianggap kalah pamor dari drama baru Bai Jingting, Mobius (不眠日).
Dalam jalan cerita terbaru, Cheng Yi tampil menantang dengan memerankan dua tokoh: pendekar Huanhua Jianpai, Xiao Qiushui, dan ketua geng Quanjinbang, Li Chen Zhou. Pertarungan keduanya seharusnya menjadi adegan klimaks penuh daya tarik, namun minat penonton teralihkan oleh tiga kelemahan utama yang dianggap merusak kualitas keseluruhan drama.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Efek Visual Adegan Delapan Pendekar Dinilai Murahan
Pada episode 27, Xiao Qiushui menerima aliran tenaga dari delapan pendekar besar. Seharusnya adegan ini menghadirkan momen ikonik penuh semangat sebagaimana ditulis dalam novel Shenzhou Qixia karya Wen Ruian. Akan tetapi, efek visual yang ditampilkan terlalu sederhana hingga membuat penonton merasa canggung. Alih-alih terasa megah, adegan tersebut dipelesetkan warganet mirip dongeng The Golden Goose, karena setiap tokoh yang menyentuh Cheng Yi tampak langsung “menempel” padanya.
Perseteruan Antar Saudara Terlalu Klise
Paruh kedua drama banyak menampilkan konflik internal keluarga antara Xiao Qiushui dan dua kakaknya: Xiao Yiren (Zhang Juning) serta Xiao Kaiyan (Zhang Xiaocheng). Sang kakak pertama merasa iri karena kemampuan adiknya lebih unggul, sementara kakak kedua terus memprovokasi untuk memperkeruh suasana. Alur perebutan kekuasaan ini menuai kritik karena terlalu klise dan membosankan, sehingga penonton merasa kualitas cerita semakin menurun, tulis Upmedia.
Duel Xiao Qiushui dan Li Chen Zhou Kehilangan Tegangan Drama
Konflik utama yang diharapkan menjadi titik balik cerita—duel antara Xiao Qiushui dan Li Chen Zhou—justru gagal menimbulkan ketegangan. Dialog Li Chen Zhou yang penuh teka-teki serta sikap emosional Xiao Qiushui membuat adegan berlangsung berlarut-larut. Alih-alih menegangkan, banyak penonton merasa frustrasi dan menuding penulis naskah serta sutradara gagal menjaga ritme cerita.
Di sisi lain, drama Mobius (不眠日) yang dibintangi Bai Jingting justru menuai pujian. Dengan konsep misteri berpadu elemen time loop, drama ini berhasil menarik perhatian publik dan mendapat ulasan positif. Perbandingan inilah yang semakin menyoroti kelemahan The Journey of Legend, membuat banyak penonton menyebut drama Cheng Yi kali ini “kalah telak” dari rivalnya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


