Posted in

Plot The Lament of Autumn Dikritik saat Karakter Xu Ruohan Serahkan Tubuh demi Tunangan dan Dicium Paksa Karakter Cheng Lei

Bagikan

LayarHijau.com — Drama berlatar Republik Tiongkok The Lament of Autumn (玉簟秋) yang dibintangi Cheng Lei dan Xu Ruohan menuai kritik warganet lewat alur terbarunya. Adegan Yu Changxuan menyudutkan Ye Pingjun dinilai menampilkan kisah cinta penuh pemaksaan (qiangzhi ai) yang usang dan tidak menghormati perempuan. Di persaingan rating pada slot tayang yang sama, drama ini hanya menempati posisi kedua, di bawah Where the Mask Ends (嫁金钗) yang dibintangi Tian Xiwei dan Yan An.

Peringatan: artikel ini mengandung spoiler.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Pada episode 14, Ye Pingjun (Xu Ruohan), seorang siswi, terpaksa menyerahkan tubuhnya kepada Yu Changxuan (Cheng Lei), seorang panglima muda. Ia melakukannya demi membebaskan tunangannya, Jiang Xueting (Liu Dongqin), yang dipenjara karena pernyataan yang dianggap sensitif. Ia juga membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibunya.

Yu Changxuan menyimpan perasaan sepihak pada Ye Pingjun dan menempuh segala cara untuk mendapatkannya. Ia menempatkan Ye Pingjun di rumahnya, lalu dua kali menciumnya dengan paksa dalam adegan ranjang yang intens. Kedua adegan itu berakhir karena Ye Pingjun meronta sekuat tenaga. Ye Pingjun menangis karena sebenarnya tidak rela, dan reaksinya memicu perbincangan di media sosial.

Sebagian warganet menilai alur “cinta paksaan” antara kedua tokoh klise dan melodramatis. Mereka menyebut hubungan keduanya tidak setara karena semuanya berjalan atas kehendak sepihak Yu Changxuan, disertai pemaksaan dan situasi yang direkayasa. Ada pula yang menyamakannya dengan novel roman jadul dua dekade lalu. Sejumlah media menyebut kritik ini memicu gelombang penonton yang berhenti menonton.

Karakter Ye Pingjun juga dikritik. Ia menyerahkan diri tanpa pertimbangan matang demi tunangan dan ibunya yang sakit, tetapi menangis sejadi-jadinya saat keintiman akan terjadi. Penonton menilai karakter yang bertolak belakang ini membuat drama kian membosankan, dan menganggap pesan moral ceritanya bermasalah.

Meski begitu, akting Cheng Lei dan Xu Ruohan dinilai lancar. Keduanya dinilai berhasil menampilkan kesan pasangan yang ditakdirkan bersama. Namun alurnya dianggap terlalu klise, di tengah menguatnya kesadaran akan kesetaraan perempuan dalam beberapa tahun terakhir. Drama percintaan kini lebih menekankan hubungan atas dasar suka sama suka, bukan pola pasangan yang saling menyakiti. Alur zhui qi huo zang chang, yaitu tokoh pria menyakiti perempuan lalu berusaha membujuknya kembali setelah hati si perempuan dingin, juga disebut sudah ketinggalan zaman.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

SourcesUpmedia

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *