Posted in

Ending Novel The Lament of Autumn Disebut Jauh Berbeda dari Versi Drama Cheng Lei dan Xu Ruohan

Bagikan

LayarHijau.com — Drama Republik The Lament of Autumn (玉簟秋) yang dibintangi Cheng Lei dan Xu Ruohan tayang sejak 12 Oktober di Hunan TV dan Mango TV. Seiring ceritanya makin seru, ending novel aslinya ikut ramai dibicarakan netizen. Menurut laporan HK01, kisah yang sama berakhir sangat berbeda di novel dan di drama.

PERINGATAN SPOILER: Artikel ini membocorkan alur dan ending novel The Lament of Autumn, serta sebagian perubahan cerita di versi drama. Bagi yang belum membaca novelnya atau belum menonton sampai tamat, sebaiknya berhenti membaca di sini.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Disclaimer: Ending novel dan ending drama bisa berbeda. Isi artikel ini bersumber dari laporan media dan unggahan akun resmi drama di Weibo. Karena drama masih tayang, alur dan ending versi layar bisa saja berbeda dari yang dirangkum di sini.

Ending novel: tragis bagi kedua tokoh utama

The Lament of Autumn adalah salah satu karya dalam trilogi Republik buatan penulis Ling Xi. Novel ini berkisah tentang hubungan rumit antara Ye Pingjun (diperankan Xu Ruohan) dan Yu Changxuan (diperankan Cheng Lei), seorang panglima muda.

Dalam novel, Ye Pingjun dikurung oleh Jiang Xueting. Selama hamil, ia berulang kali disiksa dan disuntik obat agar bisa dikendalikan, hingga jiwanya nyaris hancur. Ia akhirnya berhasil membunuh Jiang Xueting lalu kabur. Setelah melewati banyak penderitaan, ia melahirkan anak Yu Changxuan bernama Chongye dan menitipkannya kepada sahabatnya.

Kesehatan Ye Pingjun terus memburuk. Ia meninggal sendirian di sebuah kuil tua yang rusak, dan jasadnya hanya dibungkus tikar lalu dikubur seadanya. Saat itu kereta kuda Yu Changxuan kebetulan lewat. Ia hanya melirik sekilas, tidak mengenali perempuan kurus kering itu sebagai kekasihnya, dan pergi begitu saja. Ia kemudian naik jabatan, menikahi perempuan dari keluarga yang sepadan, dan memiliki seorang putri bernama Xinping.

Bagian paling mengejutkan ada di bab ekstra. Bertahun-tahun kemudian, Yu Changxuan yang sudah paruh baya salah paham lalu menghabisi orang-orang yang mengetahui suatu rahasia. Ia juga menembak mati Chongye, yang secara nama adalah kakak Xie Fanshu. Setelah itu barulah ia sadar bahwa orang yang ditembaknya ternyata anak kandungnya sendiri, anak Ye Pingjun yang dulu dititipkan kepada sahabatnya. Yu Changxuan pun berakhir tanpa keturunan. Ling Xi pernah menyatakan secara terbuka bahwa membuat tokoh pria utama tidak punya keturunan adalah “balasan yang sengaja dirancang”.

Versi drama: bertemu lagi di tengah perang

Versi drama disutradarai Ju Jueliang. Menurut informasi yang beredar, tragedi keluarga dalam novel ditulis ulang total di drama. Dalam drama, Ye Pingjun kehilangan ingatan setelah melarikan diri dan dijaga dengan tulus oleh Yu Changxuan. Beberapa tahun kemudian, keduanya bertemu lagi di tengah peperangan, mengesampingkan dendam pribadi, dan bersama-sama bergabung dalam gelombang revolusi untuk membela tanah air.

Netizen berbeda pendapat

Perubahan besar ini memicu diskusi ramai di media sosial. Banyak netizen mendukungnya. Salah satunya menulis, “Tokoh pria utama di novelnya itu pada dasarnya berkepribadian antisosial. Drama menghilangkan citra pria berengsek itu, perubahannya bagus!” Netizen lain berkomentar, “Ending novelnya terlalu kelam. Diubah jadi bersama-sama menyelamatkan negara, kesannya langsung jadi lebih megah.”

Meski begitu, sebagian kecil pembaca novel asli merasa sebaliknya. Seorang netizen menulis, “Novelnya memang menyayat hati, tapi rasa tragis akibat takdir itulah jiwa karya ini.”

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *