Petisi Global untuk Yu Menglong Capai 150.000 Tanda Tangan, Tekanan Internasional Meningkat

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Kematian mendadak aktor Tiongkok Yu Menglong masih menjadi sorotan dunia. Meskipun polisi Tiongkok dengan cepat menyatakan tidak ada dugaan tindak kriminal dan menilai kematian tersebut sebagai kecelakaan, berbagai pertanyaan tetap belum terjawab. Sejak 20 September, sejumlah netizen dari luar negeri meluncurkan petisi global yang menuntut keadilan bagi Yu Menglong, menyerukan adanya investigasi independen dan transparan. Hingga hari ini, 2 Oktober 2025, petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 150.000 tanda tangan, memicu tekanan internasional yang semakin besar.

Petisi yang berjudul “Seeking Justice for Yu Menglong” ini diinisiasi oleh netizen melalui platform organisasi non-pemerintah AVAAZ. Petisi ditulis dalam bahasa Mandarin dan Inggris, menekankan bahwa insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Para inisiator menunjukkan bahwa dengan bocornya sejumlah video yang diduga terkait dengan kejadian ini, termasuk rekaman jeritan Yu Menglong saat diduga mengalami penyiksaan, semua tanda mengarah pada kemungkinan adanya kisah lain di balik kematian sang aktor.

Selain itu, para inisiator juga menyerukan agar kehidupan dan kebebasan pribadi para artis tidak lagi terancam. Salah satu bukti yang dibagikan berupa tangkapan layar file audio yang diduga merekam penyiksaan terhadap Yu Menglong sebelum meninggal dunia.

- Advertisement -

Petisi tersebut secara tegas menyebutkan bahwa kematian Yu Menglong pada September 2025 diduga melibatkan “pembatasan kebebasan, pemukulan secara kekerasan, serta pemaksaan minum dan pemberian obat-obatan,” yang berujung pada kematian tragisnya. Jika dugaan ini benar, peristiwa tersebut tidak hanya menjadi isu dalam industri hiburan, tetapi juga merupakan tantangan serius terhadap hak asasi manusia dan keselamatan publik.

Para inisiator menekankan, “Keadilan tidak akan datang dengan sendirinya, itu memerlukan usaha bersama. Kita tidak boleh membiarkan kebenaran insiden ini ditutupi atau diabaikan.” Mereka juga menyerukan organisasi hak asasi internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International untuk ikut campur dan memberi tekanan pada otoritas terkait, demi memastikan kehidupan serta kebebasan pribadi para artis terlindungi.

Petisi ini memuat tiga tuntutan utama:

- Advertisement -
  • Kasus resmi diajukan dan dilakukan investigasi komprehensif, independen, dan transparan untuk mengungkap kebenaran serta memulihkan keadilan.
  • Jika investigasi membuktikan adanya fakta pidana, proses hukum harus dijalankan sesuai ketentuan agar pihak-pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menerima sanksi yang adil.
  • Unit terkait wajib meminta maaf secara terbuka dan memberikan bantuan hukum serta dukungan psikologis kepada keluarga almarhum untuk melindungi hak korban dan menegakkan keadilan sosial.

Hingga hari ini, 2 Oktober 2025, petisi telah berhasil mengumpulkan lebih dari 150.000 tanda tangan. Para inisiator menekankan bahwa penandatangan mewakili tuntutan masyarakat atas keadilan dan menyerukan dunia untuk memperhatikan kondisi kerja serta perlindungan hak asasi para artis, sekaligus menuntut kebenaran atas kematian Yu Menglong segera diungkap.

Sumber: SETN.com

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
TAGGED:
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments