LayarHijau.com – Aktor Tiongkok Yu Menglong meninggal dunia pada 11 September setelah terjatuh dari sebuah gedung. Meski polisi menyimpulkan kasus tersebut sebagai kecelakaan, sejumlah video dan dugaan yang beredar di internet membuat publik meragukan kebenaran insiden tersebut. Yang mengharukan, sepuluh hari setelah kepergiannya, donasi otomatis yang pernah diatur oleh Yu Menglong masih terus mengalir ke lembaga amal, hingga membuat banyak netizen menangis haru.
Yu Menglong semasa hidup dikenal gemar berbagi. Ia pernah menyumbang sebesar 500 ribu yuan (sekitar Rp1,1 miliar) untuk korban banjir di Henan, serta membantu anak-anak penderita leukemia dengan dana perawatan sebesar 103 ribu yuan (sekitar Rp230 juta). Belum lama ini, netizen menemukan sebuah sertifikat donasi dari sebuah yayasan amal yang masih mencantumkan nama Yu Menglong sebagai donatur, dengan tanggal 20 September—yakni setelah sang aktor dinyatakan meninggal dunia.
Fakta ini membuat banyak orang bertanya-tanya. Namun, diduga Yu Menglong semasa hidup telah mengatur donasi rutin bulanan melalui sistem pembayaran daring seperti Alipay atau WeChat Pay. Artinya, meskipun ia telah tiada, akun finansial yang terhubung dengan yayasan amal masih otomatis menyalurkan donasi sesuai pengaturan yang dibuatnya. Inilah yang dimaksud dengan “akun atas nama Yu Menglong” dalam laporan media Tiongkok, yakni akun donasi atau rekening amal, bukan akun media sosial ataupun uluran tangan penggemar.
Kasus meninggalnya Yu Menglong sendiri masih menyisakan banyak tanda tanya. Polisi Tiongkok dengan cepat menutup kasus ini sebagai “kecelakaan akibat mabuk.” Keputusan tersebut menimbulkan kecurigaan publik, bahkan muncul spekulasi teori konspirasi. Merespons hal ini, netizen menginisiasi petisi di organisasi non-pemerintah global AVAAZ dengan tajuk “Menuntut Keadilan untuk Yu Menglong.” Hingga kini, lebih dari 180 ribu orang telah menandatangani petisi tersebut, menandakan tingginya perhatian masyarakat dunia terhadap kasus ini.
Sumber: SETN.com









