Outfit Zhao Lusi di Drama Love’s Ambition: Perpaduan yang Mewah Tapi Bisa Ditiru Anak Muda

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama Love’s Ambition (我要逆风去) yang dibintangi Zhao Lusi dan William Chan bukan hanya mencuri perhatian karena alur ceritanya, tetapi juga karena ragam outfit Zhao Lusi yang membuat penonton jatuh hati. Setiap episode terasa seperti panggung fashion show, menampilkan perpaduan busana mewah bernuansa internasional dengan gaya kasual yang dekat dengan keseharian anak muda.

Dalam dua tahun terakhir, Zhao Lusi memang jarang muncul di layar, sehingga kembalinya ia lewat Love’s Ambition membuat penggemar semakin antusias. Begitu drama tayang, komentar netizen langsung ramai menyoroti outfit-nya. Banyak yang berpendapat bahwa daya tarik utama drama ini justru bukan pada plot, melainkan pada gaya busana Zhao Lusi yang berhasil mendefinisikan ulang standar “heroine drama idola.”

Tas dan perhiasan kelas atas menjadi bagian tak terpisahkan dari gayanya—mulai dari jam tangan Bulgari hingga koleksi Hermès. Salah satu yang paling viral adalah tas Hermès cokelat di episode keenam, bernilai sekitar 300.000 yuan (Rp677 juta). Penonton pun heboh di kolom komentar, dengan banyak yang bercanda, “Kemiskinan membatasi selera estetikaku.”

- Advertisement -

Meski demikian, justru sebagian besar pakaian Zhao Lusi—dari gaun hingga jaket—tidaklah mahal. Banyak yang dinilai memiliki private clothes feel, seolah-olah benar-benar busana pribadi, bukan sekadar kostum glamor. Bahkan gaya sehari-harinya di drama seperti kemeja, blazer, hingga jaket sporty bisa ditiru penonton muda, khususnya kalangan pekerja kantoran.

Gaun pengantin yang ia kenakan juga meninggalkan kesan mendalam. Dengan veil panjang dan potongan rok penuh detail desain, Zhao Lusi tampak seperti heroine impian. Walau ada yang menganggap gaya rambutnya terlalu sederhana, mayoritas penonton menilai penampilannya bak pemotretan majalah mode. Hal ini kontras dengan drama idola sebelumnya yang sering dikritik terlalu mengandalkan female protagonist filter dan efek visual buatan demi membuat pemeran utama tampak cantik.

Outfit lain yang mencuri perhatian adalah trench coat, jaket bulu domba, hingga jaket cokelat tua dipadu jeans. Penampilan itu memberi kesan profesional sekaligus elegan, cocok untuk menggambarkan sosok wanita muda kantoran. Netizen menyebutnya jauh lebih natural dibanding drama-drama lain yang penuh dengan merek palsu dan gaya berpura-pura. Bahkan, gaya sporty Zhao Lusi dengan jaket biru dan celana abu-abu di adegan kantor dinilai realistis—tidak ada jarak dengan penonton, seolah sedang melihat rekan kerja naik subway atau nongkrong di kafe.

- Advertisement -

Zhao Lusi sendiri mengungkap bahwa tim produksi Love’s Ambition sangat serius merancang wardrobe. Setiap busana harus fashionable sekaligus masuk akal dipakai karakter dalam keseharian. Tujuannya, agar tidak terjadi blooper berupa paduan aneh seperti “baju mewah tapi dipasangkan dengan aksesoris murahan.”

Detail kecil lain juga diperhatikan, mulai dari tube top hitam yang dipadu celana high-waist untuk menonjolkan proporsi tubuh, hingga busana rumah seperti kaus garis dengan setelan putih dan sandal hak transparan yang simpel namun chic. Tidak ada kostum yang terasa sembarangan; semua dirancang untuk membangun karakter yang relatable.

Perubahan ini membuat penonton merasa bahwa drama domestik akhirnya mulai mengejar standar fashion drama Jepang, Korea, hingga Barat, yang sejak lama dikenal memanjakan mata lewat wardrobe ikonik tokoh utamanya. Dari yang dulu kerap dikritik karena “gaya norak dan kampungan”, kini drama China bisa menghasilkan fashion sense yang membuat iri penonton.

Lebih dari sekadar tampilan luar, outfit Zhao Lusi di Love’s Ambition dianggap sebagai bentuk penghormatan pada tokoh perempuan. Ia tidak digambarkan sekadar “vas bunga” atau pemanis visual, melainkan karakter dengan identitas, gaya hidup, dan selera busana yang nyata. Banyak penonton merasa bisa melihat bayangan diri mereka dalam tokoh Zhao Lusi—pekerja kantoran muda dengan gaya yang fashionable namun tetap realistis.

Kini, diskusi hangat di media sosial pun bergeser. Alih-alih sibuk membahas plot melodramatis, warganet lebih sering menanyakan: “baju ini beli di mana?”, “gaya rambutnya gimana?”, hingga “apakah gaya ini cocok untuk white-collar girls?” Drama ini akhirnya membuktikan bahwa memanjakan mata bukan hanya soal wajah cantik, tetapi soal detail, atmosfer, dan realisme.

Dengan Love’s Ambition, Zhao Lusi bukan hanya kembali ke layar kaca, tetapi juga mendobrak stigma lama drama idola. Ia menjadikan busana bukan sekadar hiasan, melainkan cerminan karakter yang bisa menjadi inspirasi nyata bagi anak muda yang ingin tampil gaya—mewah sekaligus membumi.

- Advertisement -

Sumber: (1)

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted