Drama Hou Minghao dan Lu Yuxiao, Love in the Clouds Dijuluki Mr. and Mrs. Smith Versi Xianxia

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama xianxia terbaru Love in the Clouds, yang dibintangi oleh Hou Minghao dan Lu Yuxiao, resmi dirilis pada 8 Oktober 2025 di platform Youku. Drama ini menarik perhatian karena menghadirkan konsep hubungan karakter utama yang unik. Setelah tayang perdana, banyak penonton di China memberikan julukan “Mr. and Mrs. Smith versi xianxia” untuk drama ini. Julukan ini merujuk pada film Hollywood terkenal yang mengisahkan pasangan suami istri yang sama-sama memiliki identitas tersembunyi dan saling berupaya mengungkap atau menggagalkan agenda satu sama lain—sebuah dinamika yang dicerminkan dalam drama ini.

Dalam Love in the Clouds, karakter Ming Yi (diperankan oleh Lu Yuxiao) adalah seorang dewi perang dari Gunung Yao Guang yang telah mendominasi arena selama tujuh tahun. Namun, ia kalah secara mengejutkan dalam ajang tahunan Qingyun setelah dikalahkan oleh Ji Bozai (diperankan oleh Hou Minghao)—seorang pejuang tangguh dari Jurang Jixing dengan masa lalu kelam sebagai narapidana. Kekalahan Ming Yi terjadi karena ia diracuni, dan ia pun meyakini Ji Bozai memiliki kunci untuk memecahkan misteri tersebut.

Untuk menyelamatkan diri, Ming Yi menyembunyikan identitas aslinya dan menyamar sebagai seorang penari untuk menyusup ke Jixing Yuan dan mendekati Ji Bozai. Tujuan ganda Ming Yi adalah mencari obat penawar, sekaligus mengungkap kebenaran serta dalang di balik peracunannya, yang sangat mungkin melibatkan Ji Bozai. Interaksi antara Ming Yi dan Ji Bozai dipenuhi intrik, sebab keduanya terlibat dalam “tarian tipu daya” dan ketertarikan yang membuat mereka saling menguji demi mencapai misi rahasia masing-masing, menciptakan dinamika hubungan yang menarik.

- Advertisement -

Salah satu aspek yang menonjol adalah penggunaan suara asli oleh Lu Yuxiao dalam perannya. Beberapa penonton memberikan masukan bahwa artikulasinya terkadang kurang jelas, sehingga dapat mempengaruhi penyampaian emosi dalam adegan tertentu. Namun, hal ini tidak mengurangi apresiasi terhadap penampilannya secara keseluruhan, tulis World Journal.

Dari segi penampilan fisik, Lu Yuxiao menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan karya-karya sebelumnya. Dalam Love in the Clouds, ia tampil anggun dengan kostum yang menonjolkan garis leher elegan dan gerakan ringan, mendapatkan pujian sebagai “pilihan surgawi kuno” dalam genre drama xianxia.

Estetika Visual yang Mendalam dari Sutradara Zhi Zhu

Sutradara Zhi Zhu, yang dikenal dengan gaya visual khasnya dan intuisi estetika klasik, menghadirkan estetika Tionghoa yang mendalam. Pendekatan ini tercermin tidak hanya dalam kostum dan properti yang canggih, tetapi juga dalam ekspresi emosional karakter yang kaya.

- Advertisement -

Contohnya, beberapa momen emosional antara Ming Yi dan Ji Bozai ditangkap melalui penggunaan perpaduan cahaya dan kegelapan (blend of light and dark), bayangan yang berkilauan (shimmering shadows), dan riasan unik para aktor. Sentuhan sinematik ini memberikan kehalusan pada adegan, menciptakan kedalaman artistik yang khas dan menambah bobot pada hubungan kedua karakter utama.

Banyak penonton optimistis tentang chemistry antara Hou Minghao dan Lu Yuxiao yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya tarik Love in the Clouds serta mendongkrak rating di episode-episode mendatang.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments