Zhao Lusi Tangani Langsung Gaya Busana di Love’s Ambition, Persiapkan 230 Pakaian

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama Love’s Ambition yang dibintangi Zhao Lusi dan William Chan resmi menutup penayangannya dengan hasil gemilang. Episode terakhir yang tayang kemarin berhasil memecahkan rekor pangsa pasar hingga 41,7%, menjadikan Love’s Ambition sebagai drama paling sukses tahun 2025, sekaligus menyalip Legend of Zang Hai yang sebelumnya mendominasi.

Selain karena alur ceritanya yang penuh emosi dan kejutan, perhatian publik juga tertuju pada dedikasi Zhao Lusi di balik layar. Sang aktris ternyata menangani langsung gaya busana karakter Xu Yan, mulai dari konsep hingga pemilihan aksesori. Total ada 230 set pakaian yang ia siapkan sendiri, menampilkan beragam gaya mulai dari urban chic, new Chinese, hingga busana rumah yang santai namun tetap elegan.

Menariknya, Zhao Lusi tidak hanya terlibat secara simbolis. Ia benar-benar menjadi penata gaya untuk karakternya sendiri—namanya bahkan tercantum resmi dalam daftar kru produksi di bagian “penataan kostum pemeran utama”. Keputusan ini membuatnya menjadi salah satu aktris pertama di industri drama Tiongkok yang secara langsung memegang kendali penuh atas citra visual karakter yang ia perankan, tulis WZ Gossip Boy di Baijiahao Baidu.

- Advertisement -

Zhao Lusi dikenal memiliki ketertarikan besar pada dunia fashion dan kecantikan, meski bukan lulusan bidang desain. Ia kerap menelusuri tren mode dan memadukan inspirasi dari kehidupan sehari-hari ke dalam penampilannya. Dalam Love’s Ambition, hal itu terlihat jelas. Setiap perubahan fase hidup Xu Yan—dari perempuan kelas menengah pekerja keras hingga menjadi figur publik di dunia media—digambarkan lewat evolusi gaya berpakaian yang konsisten dan penuh detail.

Ia juga menyelipkan berbagai item dari merek-merek yang ia wakili, seperti Bulgari dan Versace, ke dalam penampilan karakter Xu Yan. Kolaborasi personal ini berhasil menghadirkan tampilan yang mewah tanpa terasa berlebihan. Dampaknya pun terasa di dunia nyata: sejumlah produk yang dikenakan Zhao Lusi dalam drama langsung laris di pasaran, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan sold out hanya dalam hitungan hari setelah episode terkait tayang.

Keberhasilan visual Love’s Ambition juga menyorot penata busana utama drama ini, Ai Wen, yang sebelumnya dikenal lewat karyanya di Only for Love yang dibintangi Bai Lu dan Dylan Wang Hedi. Namun, meskipun kedua drama sama-sama bergenre romansa urban dan menampilkan tokoh wanita karier, hasil akhirnya sangat berbeda. Gaya busana Bai Lu di Only for Love sempat dikritik karena terlalu mencolok dan tidak selaras dengan karakternya, sedangkan Xu Yan di Love’s Ambition justru dipuji karena tampil elegan dan realistis.

- Advertisement -

Penonton menilai, perbedaan itu datang dari keberanian Zhao Lusi mengambil alih peran kreatif di balik layar. Ia memahami karakter Xu Yan bukan hanya dari sisi psikologis, tapi juga secara visual—bagaimana cara berpakaian bisa mencerminkan perjalanan batin dan status sosial seseorang. Pendekatan yang lebih personal ini menjadikan Love’s Ambition terasa hidup, membuat busana tak hanya berfungsi sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari narasi.

Kini, Love’s Ambition bukan hanya menjadi drama dengan rating tertinggi tahun ini, tetapi juga disebut sebagai “buku panduan fashion drama modern” di media sosial Tiongkok. Banyak warganet menilai bahwa tanpa sentuhan langsung Zhao Lusi, penampilan Xu Yan mungkin tidak akan seikonik ini.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments