LayarHijau.com – Film Tiongkok After Typhoon (下一个台风) tengah menjadi sorotan setelah performa box office-nya gagal memenuhi ekspektasi. Produser Fang Li menyebut bahwa isu kematian aktor Yu Menglong yang sempat heboh di media menjadi faktor yang membuat film ini diboikot oleh sebagian penonton.
Rumor mengenai keterlibatan Fang Li dalam kematian Yu Menglong tersebar luas di media sosial, menjadi alasan yang dipakai sang produser untuk menyakini jika masyarakat memboikot film After Typhoon dan Hope. Beberapa postingan di media sosial sebelumnya menyebut dugaan bahwa Fang Li terlihat bersama Yu Menglong dan satu orang lain di tempat parkir sebelum kematian aktor tersebut, yang kemudian memicu spekulasi lebih lanjut. Perlu ditegaskan bahwa informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi dan tidak membuktikan keterlibatan Fang Li dalam peristiwa kematian tersebut.
Fenomena boikot ini bukan pertama terjadi: sebelumnya, film Hope (火种) yang dibintangi Tian Hairong juga mengalami boikot besar-besaran di seluruh platform setelah rumor terkait kematian Yu Menglong mulai beredar. Meskipun rumor ini belum dikonfirmasi secara resmi dan tidak menunjukkan bukti keterlibatan Fang Li maupun Tian Hairong, dampaknya terasa nyata di industri hiburan, termasuk pada penjualan tiket After Typhoon.
Film ini disutradarai oleh Li Yu, dibintangi Zhang Zifeng dan Zhang Weili, serta menampilkan Yao Chen dan Angelica Lee (Li Xinjie) dalam peran khusus. Ceritanya mengikuti Lin Momo (Zhang Zifeng), seorang gadis kota yang menjadi korban kekerasan seksual di sekolahnya, dan A Ying (Zhang Weili), gadis bisu yang tumbuh di pulau terpencil. Kedua karakter ini kemudian saling mendukung melalui pengalaman traumatis mereka.
Dari informasi promosi awal, After Typhoon digambarkan sebagai film yang “berani menyingkap realitas kelam yang dialami perempuan dan menghadapi isu kekerasan seksual di sekolah secara langsung.” Namun, sambutan publik tampak kurang hangat. Pra-penjualan tiket awal hanya mencapai 96.000 yuan, meski film sempat ditarik dan dijadwal ulang untuk tayang pada 25 Oktober.
Fang Li melalui akun resmi media sosialnya menegaskan bahwa pihaknya tengah menjadi sasaran rumor dan kampanye hitam yang berkaitan dengan isu Yu Menglong. “Kami tidak akan tunduk pada fitnah dan boikot jahat. After Typhoon tetap akan tayang di seluruh negeri pada 25 Oktober,” tulis pernyataannya.
Namun, banyak netizen skeptis terhadap klaim produser tersebut. Mereka menilai kegagalan film lebih karena kualitas dan tema yang kurang menarik, bukan akibat rumor. “Penonton punya hak memilih. Jangan menyalahkan warganet ketika filmnya tidak menyentuh hati,” tulis seorang pengguna Weibo. Komentar lain menambahkan, “Kalau filmnya tidak bagus, wajar kalau tidak laku. Penonton bukan wajib bayar karena kasihan.”
Perdebatan mengenai kualitas film, tanggapan produser, dan boikot yang dipicu rumor ini pun memicu diskusi luas di media sosial, menjadikan After Typhoon salah satu film paling kontroversial menjelang perilisan akhir Oktober.










