LayarHijau.com – Drama terbaru Mao Xiaotong dan Zhang Binbin berjudul Light Beyond the Reed (余生有涯) berhasil menempati posisi keempat dalam daftar tayangan paling populer di platform streaming Tiongkok. Sebelum tayang, drama ini sebenarnya tidak terlalu diunggulkan. Namun, begitu episode-episode awal dirilis, serial ini justru melonjak tajam dalam peringkat dan pembahasan daring, bahkan mengalahkan drama saingan yang dibintangi Li Yunrui dan Wang Yinglu, Yummy Yummy Yummy (宴遇永安). Para penonton memuji akting keduanya yang penuh kedalaman emosi, serta tema sosial yang kuat dan menyentuh.
Penjelasan di bawah mengandung spoiler.
Dalam Light Beyond the Reed, Mao Xiaotong memerankan Ye Sibei, perempuan lembut dan penurut yang sering kali menjadi korban tekanan dari keluarga maupun tempat kerja. Suaminya, Qin Nan (Zhang Binbin), awalnya memilih bercerai karena tidak tahan melihat istrinya terus mengalah dan terluka secara batin. Namun, perceraian mereka tertunda setelah Ye Sibei mengalami kekerasan di lingkungan kerja. Mengetahui hal tersebut, Qin Nan menunjukkan sisi kemanusiaan dan kasihnya dengan mendukung istrinya melapor ke pihak berwenang, serta melindunginya dari tekanan sosial dan intimidasi di kantor maupun keluarga.
Cerita drama yang kini memasuki episode ke-13 ini menggambarkan perjuangan seorang perempuan dalam mencari keadilan. Ye Sibei harus menghadapi hambatan besar karena pelaku memiliki jabatan tinggi dan berusaha menutup kasus tersebut dengan pengaruhnya. Dalam situasi itu, Qin Nan menjadi pendamping yang penuh kesabaran dan keteguhan hati, terus mendorong istrinya untuk tidak menyerah. Penonton menilai bahwa hubungan keduanya, yang dilandasi kepercayaan dan dukungan emosional, terasa jauh lebih menyentuh daripada kisah cinta romantis biasa.
Selain mengangkat tema kekerasan di tempat kerja, Light Beyond the Reed juga membahas isu sosial yang relevan seperti budaya patriarki, tekanan terhadap korban, dan dampak destruktif dari gosip. Salah satu adegan yang banyak dibicarakan menunjukkan keluarga Ye Sibei yang sempat melarangnya melapor karena takut pada pandangan masyarakat dan khawatir akan masa depan pernikahannya. Momen ini menyoroti bagaimana tekanan sosial sering kali membuat korban enggan mencari keadilan, meski niat keluarga sebenarnya ingin melindungi.
Secara visual, drama ini mendapat banyak pujian berkat sinematografinya yang indah seperti film layar lebar. Setiap adegan ditata dengan detail artistik, namun di balik keindahan itu tersimpan realitas pahit yang membuat penonton ikut merenung. Pendekatan ini membuat Light Beyond the Reed tidak hanya menjadi tontonan emosional, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang kuat tanpa terkesan menggurui — menjadikannya tetap sesuai untuk penonton umum dan ramah di berbagai platform.
Akting Mao Xiaotong juga menuai banyak pujian. Setelah tampil dalam Joy of Life 2, The Heart (问心), dan The Ingenious One (云襄传) dengan karakter yang lebih ekspresif, kali ini ia menampilkan sosok yang rapuh namun berani. Tangisannya dalam beberapa adegan utama disebut sebagai salah satu performa terbaiknya.
Sementara itu, Zhang Binbin juga mendapat apresiasi besar berkat penjiwaannya terhadap karakter Qin Nan — suami yang awalnya pasrah namun kemudian berubah menjadi pelindung penuh empati. Perubahan emosinya terasa natural, sehingga chemistry antara keduanya pun semakin kuat dan autentik.
Dengan jalan cerita yang menyentuh dan isu sosial yang relevan, Light Beyond the Reed berhasil melampaui ekspektasi awal dan kini menjadi salah satu drama yang paling banyak dibicarakan di Tiongkok.










