The Tower of Whispers: Drama Pendek yang Memikat tapi Transisi Emosi Dikritik Penonton China

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama pendek berlatar kerajaan The Tower of Whispers (三更雪), yang tayang pada 2025, sukses menarik perhatian penonton China. Dibintangi oleh He Landou sebagai Lu Yingying, putri Menteri Upacara yang meninggal secara tragis di masa lalu, dan Deng Xiaoci sebagai Jun Che, tiran yang terlibat dalam kematian Lu Yingying namun menyimpan sisi rahasia dan kompleks, drama ini mengangkat cerita balas dendam yang penuh intrik. Setelah reinkarnasi, Lu Yingying membeli Jun Che sebagai budak untuk membalas dendam, namun mereka justru terjerat intrik politik yang semakin rumit. Drama ini memiliki 12 episode, masing-masing berdurasi sekitar 15 menit, dan tayang di iQIYI serta Tencent Video.

Respon penonton di China terbagi antara pujian dan kritik. Banyak yang memuji alur cepat dan adegan balas dendam yang memuaskan, termasuk strategi Lu Yingying menghadapi pengkhianat dan rivalnya. Transformasi karakternya dari sosok polos menjadi wanita licik dan cerdas juga mendapat sorotan positif, begitu pula penampilan Deng Xiaoci yang menampilkan sisi “gila tapi menyimpan cinta” dari Jun Che. Chemistry antara kedua pemeran utama kerap disebut sebagai salah satu daya tarik terbesar drama ini. Platform iQIYI mencatat drama ini mencapai skor panas 4651 dan bertahan 12 hari berturut-turut di puncak daftar drama pendek, dengan komentar penonton seperti “kualitasnya setara drama panjang” dan “tiap episodenya bikin ketagihan”.

Di sisi lain, beberapa kritik juga muncul. Penonton menyoroti transisi emosi karakter utama dari kebencian ke rasa cinta yang terasa terlalu cepat, sehingga beberapa adegan terasa kurang alami. Selain itu, sebagian penonton menilai beberapa alur cerita, termasuk mekanisme kematian dan reinkarnasi, kurang logis sehingga kedalaman plot sedikit berkurang. Intensitas intrik politik yang menegangkan di paruh awal terkadang juga dianggap menurun di paruh akhir.

- Advertisement -

Dengan kombinasi karakter yang kompleks, alur cepat, dan konflik kuat, The Tower of Whispers tetap menjadi drama pendek yang memikat dan banyak diperbincangkan di China. Meski terdapat beberapa kelemahan pada plot dan transisi emosional, kualitas akting, chemistry, serta produksi yang rapi membuat drama ini tetap menarik bagi penggemar genre balas dendam dan intrik kerajaan.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments